19.5.20


KEBIASAAN BURUK PELANGGAN RESTORAN

Andi Purnawan/19310410002
Fakultas Psikologi Universitas Proklamasi 45
Yogyakarta
Dosen Pembimbing: Dr. Arundati Shinta, MA.



Restoran atau warung makan merupakan salah satu bisnis yang menjanjikan keuntungannya jika dikelola dengan baik. Selain pelayan yang piawai, aset terbesar suatu restoran adalah pelanggan yang setia makan di restoran tersebut. Berbagai cara akan dilakukan oleh pihak manajemen guna meramaikan dan mendapatkan pelanggan sebanyak-banyaknya. Seperti pengadaan menu yang lezat, promo paket makanan, penataan layout restoran, serta membangun suasana yang berbeda dengan restoran-restoran lainnya. Pelayanan baik yang ditunjukan kepada pelanggan yang makan adalah salah satu cara meningkatkan penjualan makanan di restoran. Mulai dari menyambut pelanggan saat datang, mencarikan tempat duduk, mempersilakan memesan menu makanan, hingga menyajikan makanan ke pelanggan.
Pelayan restoran tentu bertemu dengan berbagai karakter dan perilaku pelanggan atau konsumen. Perilaku konsumen adalah semua kegiatan, tindakan, serta proses psikologis konsumen yang mendorong tindakan tersebut pada saat sebelum membeli, ketika membeli, menggunakan, menghabiskan produk dan jasa, serta setelah melakukan hal-hal di atas atau kegiatan mengevaluasi (Sumarwan, 2014). Pelayan di restoran memperhatikan perilaku pelanggan atau konsumen yang datang ke restoran mulai dari awal datang hingga selesai makan dan meninggalkan restoran. Memberikan pelayanan yang baik kepada pelanggan sudah mejadi tugas seorang pelayan, dalam hal ini adalah bagian server atau waiters serta resepsionis yang menyambut dan mengarahkan tamu pelanggan.
Pelanggan yang menunjukan perilaku ramah, friendly, dan memudahkan pelayan untuk melayaninya adalah pelanggan yang patut diberi pelayanan yang memuaskan. Namun kembali lagi, bahwa pelanggan yang datang tidak hanya satu tentunya banyak dan membawa perilaku konsumen masing-masing. Bagaimana dengan pelanggan yang memiliki kebiasaan buruk saat makan di restoran? Berikut adalah terdapat 6 kebiasaan buruk pelanggan restoran dilansir dari berbagai sumber dan diamati langsung, karena penulis merupakan karyawan pada perusahaan yang bergerak di bidang kuliner:
¢ Terlalu lama berpikir menu yang akan dipesan ketika sudah di depan kasir. Hal ini bisa menghambat antrean.
¢ Meminta bumbu tambahan, seperti saus sambal, tapi pada akhirnya tidak dihabiskan juga. Meminta dengan jumlah yang sewajarnya saja adalah tindakan yang baik.
 ¢ Meminta hal yang aneh dan spesifik terhadap pesanan adalah sikap yang kurang baik. Sebab, menu dibuat sesuai takaran yang sudah ada.
¢ Mengomel kepada pelayan karena makanan yang dipesan belum siap. Hal ini bisa terjadi karena restoran sedang ramai.
¢ Menggunakan bayak bangku untuk meletakkan barang-barang pribadi. Itu kuran sopan dan cenderung egois karena jika kondisi ramai, pelanggan yang baru datang kebingungan mencari tempat.
¢ Ramai dan nongkrong berjam-jam. Hal tersebut bisa mengganggu ketenangan dan kenyamanan pelanggan lain yang baru makan dan membuat pelayan bingung untuk melakukan clean up.
Pelanggan sering menuntut restoran agar memberikan pelayanan yang baik. Akan tetapi perilaku-perilaku buruk yang biasa dilakukan pelanggan saat makan justru memberikan dampak yang buruk bagai pelayanan. Pelayan yang tergolong baru atau pelayang dengan kondisi lelah saat restoran ramai membuat pelayanan menjadi buruk disebabkan perilaku buruk dari pelanggan itu sendiri. Kesadaran dari dalam diri pelanggan sangat diperlukan untuk menunjang kepuasan pelayanan. Mengerti situasi dan kondisi serta menghargai pelanggan lain adalah sikap yang terpuji. Sedangkan untuk petugas pelayan, memperhatikan dan mengedukasikan dengan ramah tamah kepada pelanggan khususnya yang mempunyai kebiasaan buruk merupakan langkah yang tepat. Terbangunnya sikap saling menghargai antara pelanggan dengan pelayan dan pelangga dengan pelanggan lain dapat menciptakan kepuasan pelayanan dalam suatu restoran.

Referensi:
Sumarwan, U. (2014). Modul l Model Keputusan Konsumen. Universitas Terbuka.

2 comments: