19.12.17

MODELLING (teori Albert Bandura)

Fahrunisa Yeni Astari
16.310.410.1156
(teori Albert Bandura)

         Salah satu proses belajar melalui observasi adalah peniruan atau modeling. Modeling pada proses belajar ini yaitu modeling melibatkan penambahan dan atau pengurangan tingkah laku yang teramati, menggeneralisir berbagai pengamatan sekaligus, melibatkan proses kognitif. Bandura mengungkapkan bahwa proses observasi ataupun perhatian sangat penting dalam pembelajaran (modeling) tingkahlaku karena tingkah laku yang baru (kompetensi) tidak akan diperoleh tanpa adanya proses observasi maupun perhatian pembelajar.

         Sebagai contoh pada penelitian terhadap tiga kelompok anak taman kanak-kanak: Kelompok pertama ditugaskan untuk mengobservasi model pada orang dewasa yang bertingkah laku agresif, baik fisik maupun verbal, terhadap boneka karet yang disediakan. Pada kelompok kedua ditugaskan mengobservasi model orang dewasa yang duduk tenang tanpa adanya perhatian khusus terhadap boneka karet didekatnya. Kemudian pada kelompok ketiga menjadi kelompok kontrol yang tidak ditugasi mengamati dua jenis model itu. Pada ketiga kelompok anak itu kemudian dibuat mengalami frustasi ringan, dan setiap anak sendirian ditempatkan di kamar yang ada boneka karet seperti yang dipakai penelitian. Ternyata tingkah laku setiap kelompok cenderung mirip dengan tingkah laku model yang diamatinya. Kelompok pertama bertingkah laku lebih agresif terhadap boneka dibanding kelompok lain. Kelompok kedua sedikit lebih agresif dibanding kelompok kontrol. Contoh lain, berdasarkan social learnig theory menyatakan bahwa tingkah laku manusia bukan semata – mata bersifat refleks atau otomatis, melainkan juga merupakan akibat dari reaksi yang timbul sebagai hasil interaksi antara lingkungan. Menurut bandura, sebagian besar tingkah laku manusia dipelajari melalui peniruan (imitation) maupun penyajian contoh perilaku (modelling). Dalam hal ini orang tua dan guru memainkan peranan penting sebagai seorang model atau tokoh bagi anak untuk menirukan perilaku tertentu. Ditamhakan pada penelitian bahwa hasil observasi dan wawancara menunjukkan dalam kehidupan sehari-hari, anak memunculkan perilaku agresivitas yang tinggi seperti perilaku kasar, menentang, sulit diatur, mencela, membentak, melempar, memukul, menendang, meludah, ataupun mengumpat. Bringham menegaskan bahwa ada tiga faktor yang mempengaruhi perilaku agresi (1) proses belajar, (2) penguatan (reinforcement) dan (3) imitasi peniruan terhadap model).

Unsur utama dalam peniruan :

Menurut teori belajar social, perbuatan melihat saja menggunakan gambaran kognitif dari tindakan, secara rinci dasar kognitif dalam proses belajar dapat diringkas dalam 4 tahap , yaitu : 

1. Perhatian ('Attention')
    Subjek harus memperhatikan tingkah laku model untuk dapat mempelajarinya. Subjek memberi perhatian tertuju kepada nilai, harga diri, sikap, dan lain-lain yang dimiliki. Contohnya, seorang pemain musik yang tidak percaya diri mungkin meniru tingkah laku pemain music terkenal sehingga tidak menunjukkan gayanya sendiri. Bandura & Walters(1963) dalam buku mereka "Sosial Learning & Personality Development"menekankan bahwa hanya dengan memperhatikan orang lain pembelajaran dapat dipelajari.

2. Mengingat ('Retention')
Subjek yang memperhatikan harus merekam peristiwa itu dalam sistem ingatannya. Ini membolehkan subjek melakukan peristiwa itu kelak bila diperlukan atau diingini. Kemampuan untuk menyimpan informasi juga merupakan bagian penting dari proses belajar.

3. Reproduksi gerak ('Reproduction')
Setelah mengetahui atau mempelajari sesuatu tingkahlaku, subjek juga dapat menunjukkan kemampuannya atau menghasilkan apa yang disimpan dalam bentuk tingkah laku. Contohnya, mengendarai mobil, bermain tenis. Jadi setelah subyek memperhatikan model dan menyimpan informasi, sekarang saatnya untuk benar-benar melakukan perilaku yang diamatinya. Praktek lebih lanjut dari perilaku yang dipelajari mengarah pada kemajuan perbaikan dan keterampilan.

4. Motivasi
Motivasi juga penting dalam pemodelan Albert Bandura karena ia adalah penggerak individu untuk terus melakukan sesuatu.
Jadi subyek harus termotivasi untuk meniru perilaku yang telah dimodelkan. Adapun ciri – ciri teori Pemodelan Bandura :
1.Unsur pembelajaran utama ialah pemerhatian dan peniruan
2.Tingkah laku model boleh dipelajari melalui bahasa, teladan, nilai dan lain – lain
3.Pelajar meniru suatu kemampuan dari kecakapan yang didemonstrasikan guru sebagai model
4.Pelajar memperoleh kemampuan jika memperoleh kepuasan dan penguatan yang positif
5.Proses pembelajaran meliputi perhatian, mengingat, peniruan, dengan tingkah laku atau timbal balik yang sesuai, diakhiri dengan penguatan yang positif.

Dan eksperimen Albert Bandura yang sangat terkenal adalah eksperimen Bobo Doll yang menunjukkan anak – anak meniru seperti perilaku agresif dari orang dewasa disekitarnya.Teori Belajar Sosial , Teori ini dikembangkan oleh Albert Bandura seorang ahli psikologi pendidikan dari Stanford University,USA. Teori pembelajaran ini dikembangkan untuk menjelaskan bagaimana seseorang mengalami pembelajaran dalam lingkungan sekitarnya.







Daftar Pustaka :

Personality Theories: Melacak Kepribadian Anda Bersama Psikolog Dunia/ George C. Boeree-jogjakarta: Prismasophie 2016
https://ahkammuhammad.wordpress.com/psikologi/teori/albert-bandura/
https://www.kompasiana.com/jokowinarto/teori-belajar-sosial-albert-bandura_550094558133119a17fa79fd
semuanya ini diakses pada tanggal 19 Desember 2017. Pukul 00.20





0 comments:

Post a Comment