21.6.18

KISAH PERJALANAN YANG AKU RASAKAN



Suasana petang menjelang malam,saya dan teman-teman satu kelas beranjak keluar dari kelas dan ada yang pergi kedepan kampus untuk duduk santai ada juga yang pergi mencari warung untuk makan dan berbuka puasa…
Ya 06 Juni 2018,tepatnya hari rabu bersamaan dengan bulan ramadhan diakhir pertemuan kelas semester 2 yang menandakan dimulainya babak baru kehidupan awal bernama liburan lebih tepatnya liburan ramadhan.Tapi…….bagi saya,mahasiswa semester 2,bukanlah berawalnya masa liburan namun berawalnya mengejar target nilai pada masing-masing matkul…
Dari awal perjalanan kuliah begitu terasa bahwa hidup itu butuh pengorbanan,perjuangan,dan kemauan.Dalam kamus saya tidak ada kata menyerah apalagi telah sampai pada tengah jalan,yang hanya ada 3 pilihan yaitu maju,berhenti atau mundur.Suatu pilihan yang sulit saat berada dalam tekanan,khususnya diri saya pribadi untuk itu renungkanlah sejenak dan pikirkanlah dengan matang segala hal yang akan kita lakukan.Apa sebenarnya yang saya cari dan apa tujuan saya berdiri disini???Hingga saat matahari terbenam langit akan berubah menjadi hitam,dan saya pun berharap ada bulan dan bintang yang bersinar,namun hidup tak semudah harapan awan hitam pun akan datang membawa tangisan…(((…hoooh jadi ngomongin apa ini???
Oya… yang saya rasakan dalam perjalanan kuliah hingga saat ini……Hmmmmm.Sedikit akan saya ceritakan.Setelah sekian lama terpuruk didunia hitam (hahaha tidak hitam-hitam banget siiih…) maksud saya setelah sekian lama saya tidak kuliah padahal pingin banget bisa lanjut S1, waktu demi waktu saya menjalani hidup diperantauan dengan bekerja yang ditempat kerja saya tidak mempunyai teman/tidak ada orang yang saya kenal sama sekali,yang terlintas dibenak saya bagaimana saya bisa bertahan dan beradaptasi ditempat baru,tapi saya yakin akan ada hal yang baik ditempat yang baru.Begitu juga terlintas dipikiran saya dan perasaan yang sama saat saya memutuskan masuk kuliah,dan keyakinan itu selalu muncul pasti akan ada hal yang baik ditempat yang baru.Berbagai pertimbangan antara bekerja dan kuliah akhirnya…….saya masuk UP 45…(hihihiha.,
Jadi ini sudah menjadi pilihan saya untuk kuliah sambil bekerja atau mukin bekerja sambil kuliah.Suatu pilihan yang tidak mudah bagi saya untuk saya jalani karena dimana saya harus mengutamakan pekerjaan saya dan disisi lain juga ada tuntutan tugas-tugas kuliah.Jujur diawal saya banyak mengalami kesulitan,bahkan kesulitan jauh dari keluarga dan teman-teman dekat serta harus bisa mengatur waktu antara bekerja dan dikampus.Disisi lain saya juga merasa iri dengan keadaan teman-teman yang hidup dengan kelapangan waktu,dekat dengan keluarga dan rizki yang berlebih,namun satu hal yang bisa saya ambil dari pedihnya perjalanan hidup ini yaitu tiada yang sia-sia didunia ini jika dilakukan dengan usaha dan keikhlasan,seperti pepatah mengatakan usaha tidak akan membohongi hasil.
Kini tak terasa waktu sulit yang saya rasakan sudah menjadi bagian kegiatan yang menyenangkan dalam keseharian saya sehingga hari-haripun terasa enjoy,hingga diujung semester 2 ini banyak hal yang saya hadapi bersama teman-teman seangkatan dan banyak pelajaran yang saya dapatkan dikampus ini.Perjalanan hidup yang keras telah membentuk diri saya yang tidak pesimis dan pantang menyerah,serta memperjuangkan masa depan.Karena perjalanan hidup memang sebuah pilihan,setiap diri kita masing-masing berhak menentukan dan mengambil pilihannya sendiri,walau sebenarnya kita sudah punya takdir namun tidak berarti kita pasrah dan tidak berbuat apa-apa.
“Ketika kita benar-benar menginginkan sesuatu,maka seluruh alam semesta akan bahu menbahu kita untuk mewujudkan mimpi kita menjadi nyata”.


                                                                                          SOBAR HIKMAH
                                                                                    FAKULTAS PSIKOLOGI

6.5.18

FrenPsi@UMP#Purwokerto


Pemberdayaan Individu dan Masyarakat Untuk Membangun Bangsa Yang Beradab


Ningnurani (16.1146 ) Fak: Psikologi UP 45 Yogyakarta



Pemberdayaan individu ataupun kelompok serta masyarakat bisa di lakukan dengan berbagai hal.
Salah satunya adalah adanya "Konferensi Nasional Psikologi" ( FrenPsi)  di UMP Puwokerto.  Konferensi ini diselenggarakan pada hari sabtu,  tanggal 5 Mei 2018 dari pukul 08.30 - 16.00 wib. Dari UP 45 mengirimkan 4 mahasiswa yang berangkat dari Yogyakarta menggunakan kereta api yang betangkat  pada pukul 07.10 menit dan tiba di UMP pukul 11.45 wib.  Semua akomodasi serta kontribusi call paper di subsidi oleh Bp. Wahyu widiantoro, Dosen Fak. Psikologi UP 45.

Kegiatan ini dihadiri dari berbagai elemen mahasiswa S1,  S2 maupun S3 dari Seluruh Indonesia,  diantaranya Universitas Islam Sultan Agung Semarang,  Universitas Muhammadiyah Semarang,  Univeritas Muhammadiyah Banjarmasin,  UTY Yogyakarta,  UAD Yogyakarta,  Universitas Persada Indonesia YAI Jakarta,  Universitas YARSI, UMP,  UII Yogyakarta,  IAIN Pekalongan dan UP 45 Yogyakarta. Dan di ikuti oleh kurang lebih 300-an peserta. 

Diawali seminar yang bertema " Pemberdayaan Individu dan Masyarakat Untuk Membangun Bangsa Yang Beradab ". Dengan pembicara Dr.  Bagus Riyono, M. A ( Dari UGM ), Rita Pranawati, M. A ( Komisi Pemberdayaan Anak Indonesia ), DR. Nur 'Aeni, Msi ( Fakultas Psikologi UMP ). Dilanjutkan presentasi dari Call Paper yang sudah diterima oleh pihak UMP. 

Presentasi Call Paper di bagi menjadi 2 sesi.  Sesi pertama di mulai dari pukul 09.00 - 12.00. Dan Sesi kedua dimulai pada pukul 13.00 -16.00 wib. Untuk presentasi paper dari UP 45 mendapatkan sesi kedua. Perwakilan dari UP 45 ada 2 tim. Tim I terdiri dari 2 orang yaitu Ningnurani ( Fak. Psikologi kls B'16)  dan Emilliano Domingos Lemos ( Fak. Psikologi Klas A'16 ) yang membawakan paper berjudul "  Mengenal Dan Mendampingi Anak Slow Learner: " Pemberdayaan Tenaga Pendamping Kelimpok Bermain Di Cokrokusuman Yogyakarta".  Tim 2 diwakili oleh Ana Istiqomah dan Meisy Bella Sari ( Fak.  Psikologi klas A'16 ) dengan tema paper " Peningkatan Kapasitas Bagi Kader Bina Keluarga Remaja, Kecamatan Danurejan Yogyakarta".

Presenter dari tim I dibawakan oleh Ningnurani, di ruang J. IV 03 dan presenter tim 2 oleh Ana Istiqomah di ruang J. IV 01. Di ruang J. IV 03 tim 1 berhadapan dengan 5 tim lain dari seluruh Indonesia.  Dan mendapatkan kesempatan pertama kali untuk presentasi.  Diskusi - Diskusi yang dilakukan berjalan sangat interaktif. Misal saja tim I harus menjawab pertanyaan-pertanyaan yang diajukan oleh Bp.  Gede yang notabene adalah mahasiswa S2 dari Jakarta. Karena persiapan yang matang  dan kemampuan presenter yang baik,  segala pertanyaan yang diajukan bisa dijawab dengan baik serta tepat pula. Dan di saat mahasiswa dari universitas yang ada di Jakarta presentasi, dari mahasiswa UP 45 juga mengajukan pertanyaan kepada presenter tersebut yang notabene sudah semester  8. Akan tetapi pertanyaan dari kami yang masih mahasiswa semester 4 tidak bisa terjawab dengan sempurna sehingga harus dibantu oleh moderator serta mahasiswa dari pihak lain untuk menjawab pertanyaan kami.  Itu menandakan jika,  kemampuan mahasiswa UP 45 dan mentalnya tidak kalah bersaing dengan mahasiswa yang lebih senior  dari universitas yang terbaik di Indonesia.  

Kemampuan,  kemauan,  rasa ingin tahu, dukungan, semangat belajar yang kuat serta didikan mental yang luar biasa dari para dosen UP 45 khususnya semua Dosen Fakultas Psikologi, sangat nyata hasilnya.  Walau kita dari Universitas yang  katanya masih dibilang belum terbaik,  namun pada kenyataannya mahasiswa Psikologi angkatan 2016 mampu membuktikan jika sarana,  prasarana,  dan kondisi kampus bukan suatu halangan untuk menunjukkan prestasi agar bisa setara dengan kampus -kampus lain yang dianggap jauh lebih baik.  Ini bisa di buktikan ketika presenter dari  tim 1 ( Ningnurani)  mendapat penghargaan dan gift dari panitia penyelenggara sebagai " Presenter Terbaik". 

Hanya orang - orang yang tidak mau maju dan merubah diri menjadi lebih baik  yang selalu membuat seribu alasan untuk menghindari tanggung jawab yang telah di berikan. 


Terimakasih kepada :
1. Bp.  Ir.Bambang Irjanto, Rektor UP 45 
2. Ib. Dra.  Muslimah Zahro R.  Msi,  Dekan UP 45
3. Ib.  Dewi H. Warek II UP 45
4. Ib.  Arundati Shinta,  Pembimbing dan Dosen UP 45
5. Bp. Fx.  Wahyu W,  Pembimbing dan Dosen UP 45
6. Bapak dan Ibu Dosen UP 45 
7. Teman- teman Tim I dan 2 atas kerjasamanya


Menunggu kereta untuk ke Purwokerto


Belajar materi walau di dalam kereta api
 Tiba Di UMP

Presentasi paper


Mendapat penghargaan dan gift sebagai presenter terbaik

Bersama Ibu Warti Dosen Fak.  Psikologi UMP



Submit Paper ke Jurnal UMP

Selfie di depan landmark UMP setelah acara selesai









4.5.18

psikologi berbagi di kelurahan klitren


PSIKOLOGI BERBAGI DI KELURAHAN KLITREN
fatkhul aziz 163104101141


KAUM MUDA YANG POTENSIAL
            Manusia adalah makhluk sosial, makhluk yang saling membutuhkan dan dibutuhkan. Kita membutuhkan orang lain begitu juga orang lain, juga membutuhkan kita. Oleh karena itu kita harus saling berbagi. Kita sebagai mahluk sosial sudah kewajiban untuk saling berbagi pada orang lain. Berbagi tidak harus berbentuk barang, apapun yang kita punya perlu di bagikan pada orang lain yang membutuhkan , sebagai kepedulian kita pada orang lain.
            Seperti yang kami lakukan bersama teman – teman dari fakultas psikologi UP 45 angkatan 2016 kelas karyawan, dengan berbagi kepada remaja di kelurahan klitren dalam bentuk  membagi ilmu yang kita terima dari kampus. Yang berupa memberi motivasi dengan tema KAUM MUDA YANG POTENSIAL.

            Apa itu pemuda, menurut  princeton bahwa pemuda adalah sebuah kehidupan yang berdiri rentang antara masa kanak – kanak dan masa dewasa yang mempunyai sifat labil, kontrol emosi dan kestabilan pendirian masih bisa dipengaruhi oleh pihak luar.
            Apa itu potensi, menurut myles munroe potensi adalah kekuatan yang terpendam yang belum dimanfaatkan, bakat tersembunyi atau keberhasilan yang belum di raih.
            Jadi pemuda potensial adalah seorang remaja yang bisa mengontrol emosi dan menstabilkan pendirian dari pengaruh luar untuk mengeksplor bakat – bakat terpendam dalam meraih keberhasilan.
            Psikologi berbagi dengan pemuda  kelurahan klitren yang kami laksanakan pada hari sabtu tanggal 28 april 2018 jam 19:30 dikelurahan klitren dengan tujuan membuka wawasan agar para pemuda berani menggali atau mengeksplor kemamapuan yang terpendam dalam pribadi para pemuda di kelurahan klitren.
            Dalam berbagi ini kami menghadirkan ratusan pemuda dengan di beri motivasi oleh pemateri yaitu mbak ani dan mas adi.para pemuda yang hadir sangat antusias dalam mengikuti acara itu di tambah dengan kelucuan para pemandu acara yaitu mas dana dan mbak yeni membuat para pemuda menjadi tidak ngantuk.
            Dalam acara ini, di akhir acara pemateri memberikan pertanyaan kepada para pemuda tentang pemuda yang bagaimana pemuda yang  potensial, dari sekian pemuda rata – rata menjawab bahwa pemuda potensial adalah pemuda yang bisa mengembangkan bakat – bakat yang kita punya seperti yang hobi main game perdalami dalam bermain game siapa tahu kita membuat game – game baru, yang hobi selfi perdalamilah siapa tahu bisa menjadi fotografer yang handal dan lain – lain.
            Dari jawaban – jawaban para pemuda, saya menyimpulkan bahwa  acara berbagi ini bisa mengena dalam pribadi – pribadi pemuda jadi acara ini tepat sasaran.  
           
matangkan acara