16.12.18

Semiloka#8#Psikologi

Persembahan Akhir Tahun, Fakultas Psikologi UP'45 Yogyakarta

Ningnurani, Fak : Psikologi

Memberikan karya itu tidak harus menunggu kita menjadi siapa dan mempunyai jabatan apa. Selama ada komitmen dan kemauan yang kuat, disertai motivasi yang tinggi, siapapun kita dan dimanapun kita,  akan mampu mempersembahakan karya terbaik untuk semua.

Hal ini nampak seperti yang dilakukan oleh mahasiswa/mahasiswi fakultas psikologi UP'45 Yogyakarta dari berbagai lintas tingkat mulai semester I, sampai semester V bahkan alumni yang  berkolaborasi menjadi satu dalam sebuah tim menyelenggarakan seminar yang digelar di ruang Soekarno 101-103, edisi ke -VIII yang mengangkat tajuk "Menjawab Berbagai Problematika Guru Dalam Melakukan Penelitian" yang dikemas dalam semiloka ( seminar dan loka karya ). 

Acara ini di hadiri oleh Pemateri handal, Dekan  dari fakultas Psikologi Universitas 
Ahmad Dahlan Yogyakarta, Ib. Dra. Elli Nurhayati Mph. P.hd serta dosen psikologi UP 45 Bp. Drs Indra Wahyudi. Peserta dari semiloka ini  berjumlah sekitar kurang lebih 100 orang  yang terdiri dari 80% guru SD, SMP, SMA, SMK, se-DIY, dan bahkan luar kota, serta 20% mahasiswa yang sedang melakukan tugas akhir ( skripsi ). 

Acara ini dimulai pada pukul 8.45 wib, dan berakhir pukul 11.45 wib, dengan pembawa acara (Ningnurani) dan diisi sambutan dari ketua panitia ( Nirbita ), sambutan dari rektor UP'45 Yogyakarta ( Bp. Ir. Bambang Irdjanto, MBA ), dilanjut dengan tarian tradisional jawa yang dibawakan oleh 3 penari profesional dari Kulon Progo. Dilanjut pemberian materi oleh Bp. Indra Wahyudi dan Ib. Doktor Elli.

" Dalam melaksanakan penelitian ada beberapa hal yang harus kita perhatikan, yaitu : siapa subyeknya, permasalahan, tempat dan siapa yang melakukan penelitian" seperti yang diungkapkan ibu Doktor Elli.

Sementara Bapak Indra Wahyudi menyampaikan jika dalam "Penelitian itu kita bisa menjadikan satu subyek untuk satu kasus".

Antusias dari peserta tetlihat dengan banyaknya pertanyaan yang diajukan. Seperti halnya yang disampaikan oleh guru dari TK UIN Yogyakarta , yang menanyakan "Bagaimana seharusnya menghadapi anak /subyek dalam penelitian tanpa harus ikut andil dalam eksperiment yang dilakukan tersebut".

" Hendaknya dalam melakukan penelitian, kita tidak usah patah semangat, terus belajar dan carilah pembimbing untuk melakukan penelitian." seperti clossing statment yang disampaikan oleh Dra. Elli Nur hayati Mph., Phd.


Ucapan terimakasih

1. Tuhan Yang Maha Esa
2. Ib. Dra. Elli Nur Hayati, Mph., Phd
3. Bp. Drs Indra Wahyudi Msi
4. Ib. Dra. Muslimah Zahro Romas Msi
5. Ib. Dewi Handayani 
6. Bp. Fx Wahyu Widiantoro
7. Yuda Andri
7. Seluruh sponsor yang tidak bisa kami sebutkan satu persatu
8. Rekan-rekan fakultas psikologi
9. Para guru-guru KB, Tk, SD, SMP, SMK 


Perform tari

Peserta semiloka

Tanya jawab oleh peserta

Pemberian materi

Penyerahan kenang-kenangan

Photo bareng peserta





30.11.18

KUNJUNGAN STUDI MAHASISWA PSIKOLOGI UP45 DI RUMAH SAKIT JIWA GRHASIA DIY



KUNJUNGAN STUDI MAHASISWA PSIKOLOGI UP45
DI RUMAH SAKIT JIWA GRHASIA DIY

 
 
Kunjungan Studi Mahasiswa Psikologi UP45 di Rumah Sakit Jiwa Grhasia DIY merupakan salah satu kegiatan rutin disetiap semester yang dilakukan oleh Fakultas Psikologi Universitas Proklamasi 45. Kehadiran 35 mahasiswa perwakilan dari Fakultas Psikologi disambut dengan hangat oleh Kabid. Pelayanan Perawatan Bapak Amin Subargus, SKm., M.Kes. Dijelaskan tentang Sejarah dan ruang lingkup pelayanan yang diberikan oleh Rumah Sakit Jiwa Grhasia, di Graha Litbang, RSJ Grhasia yang beralamatkan di Jl. Kaliurang KM. 17, Pakembinangun, Sleman, DIY, pada, 26 November 2018.

Kegiatan dilanjutkan dengan pemaparan materi oleh Psikolog RSJ Grhasia, Ibu Aril Halida M.Psi. Pemaparan tentang abnormalitas, serta sharing kasus pasien yang sering dihadapi oleh profesi psikolog yang bertugas di Rumah Sakit Jiwa. Salah satu pemaparan beliau yaitu mengenai tanda-tanda dari depresi, tanda-tanda ini muncul dengan terus menerus serta berlarut-larut, beberapa tanda tersebut yakni, mengenai mood atau suasana hati negatif dengan mudahnya berubah dalam jangka waktu yang singkat, individu kehilangan akan minatnya, individu selalu merenung dengan perasaan bersalah, selalu merasa putus asa dan merasa akan ketidakberhagaan akan dirinya di dunia, individu yang memiliki permasalahan akan sulitnya berkonsentrasi, individu yang memiliki kehilangan nafsu makan, individu yang kehilangan kesenangan, selalu mempunyai keinginan untuk membunuh diri, serta kemampuan memori yang menurun. “Dalam menghadapi pasien, mereka akan lebih mampu mengerti dan memahami apabila memperjelaskan masalahnya secara biologis, jadi sebagai seorang psikolog harus memiliki pengetahuan luas mengenai hal itu supaya mampu dalam menyampaikan atau menjelaskan akar permasalahan pada pasien” Ungap Ibu Aril Halida M.Psi.

Kegiatan selanjutnya mahasiswa diajak berkeliling bangsal yang ada di RSJ Grhasia untuk melakukan observasi dan wawancara langsung dengan pasien. Sebelumnya mahasiswa telah dibagi dalam beberapa kelompok untuk mempermudah kegiatan observasi dan wawancara. Saat melakukan observasi pada lingkungan RSJ Grhasia, terdapat 7 bangsal yang ada di sana salah satunya yaitu bangsal Drupadi, yang berisikan 12 orang wanita dewasa. Pada kesempatan itu, salah satu kelompok mahasiswa berkesempatan mewawancarai salah satu pasien yang ada di bangsal Drupadi, pasien merupakan seorang ibu-ibu yang berusia 47 tahun, beliau menceritakan mengenai latar belakangnya serta kegiatan-kegiatan yang dilakukan selama berada di bangsal. Secara sekilas pasien sangat terlihat normal tanpa menunjukkan gangguan-gangguan jiwa pada umunya, karena pasien mampu berkomunikasi dengan baik serta memandu para mahasiswa untuk berkeliling melihat ruangan yang berisikan kamar nya dan teman-temannya, namun ternyata ia menyadari bila pada malam hari ia mulai merasakan kekosongan, serta tidak bisa mengontrol diri dan emosinya apabila hal itu telah terjadi. 

Terakhir acara ditutup dengan diskusi hasil observasi yang dilakukan oleh para mahasiswa dengan petugas Rumah Sakit dan diakhiri pemberian cendramata dari Universitas Proklamasi 45 untuk RSJ Grhasia sebagai tanda terima kasih untuk kesempatan kunjungan kali ini. Mahasiswa merasa sangat terbantu untuk lebih memahami teori yang selama ini mereka pelajari. ”Dengan mengikuti kegiatan kunjungan ini saya dapat lebih memahami faktor-faktor penyebab, klasifikasi dan metode penanganan berupa terapi pada penderita gangguan jiwa”, ungkap Asep Singgih Wijanarko salah satu mahasiswa peserta kunjungan. Kunjungan ini pun dimanfaatkan Mahasiswa sebagai kuliah lapangan untuk langsung berinteraksi dengan para pasien yang berada di RSJ Grhasia, belajar memahami beberapa permasalahan yang dialami pasien sehingga memperbanyak sumber pengetahuan yang mampu di kaitkan dengan teori-teori perkuliahan
Fx. Wahyu Widiantoro, M.A., selaku dosen pendamping kegiatan menjelaskan bahwa tujuan kegiatan kunjungan diharapkan mampu mengajak mahasiswa agar dapat mengenal lebih dekat dan belajar pada  institusi yang berhubungan langsung dengan pengaplikasian ilmu Psikologi.



12.11.18

PENGERTIAN PSIKOLOGI KLINIS DAN RUANG LINGKUP PSIKOLOGI KLINIS

Pengertian Psikologi Klinis Menurut J.H.Resinck adalah bidang dalam psikologi yang meliputi riset, pelayanan dan pengajaran yang relevan dengan prinsip-prinsip, metode-metode dan prosedur aplikasi untuk memahami, meduga dan mengurangi maladjustmen, ketidaknyamanan dan ketidakmampuan, diterapkan pada populasi klien untuk rentang yang luas.

Menurut Witmer, Pengertian Psikologi Klinis adalah metode yang digunakan untuk mengubah atau mengembangkan jiwa seseorang berdasarkan hasil observasi dan eksperimen dengan menggunakan teknik penanganan pedagosis.

Corsini mengatakan bahwa Pengertian Psikologi Klinis merupakan cabang psikologi yang bersifat spesialis dalam studi, prevensi, diagnosis dan penanganan gangguan-gangguan perilaku dan gangguan mental dan tekanan-tekanan mental yang negatif.

Pengertian Psikologi Klinis Menurut American Psychological Association Clinical Section adalah suatu wujud psikologi terapan yang bermaksud memahami kapasitas perilaku dan karakteristik individu yang dilaksanakan melalui metode pengukuran, analisis dan pemberian saran serta rekomendasi agar individu mampu melakukan penyesuaian diri secara patut.

Dari pengertian psikologi klinis yang diungkapkan para pakar diatas, dapat disimpuLkan bahwa Pengertian Psikologi Klinis adalah cabang dari psikologi yang bersifat spesifik, dimana bertujuan untuk memahami periliaku individu yang dilaksanakan melalui metode pengukuran, analisis serta pemberian saran dan rekomendasi agar individu mampu melakukan penyesuaian.

Ada beberapa ciri atau sifat yang terdapat pada Psikologi Klinis, yaitu :
1. Memiliki orientasi ilmiah-profesional. Yang dimaksudkan dalam hal ini ialah adanya ciri berupa penggunaan kaidah psikologi dan metode ilmu, dalam pemberian bantuan terhadap individu yang menderita masalah-masalah psikologis melalui intervensi dan evaluasi psikologis.
2. Menampilkan kompetensi psikolog, sebab psikolog klinis terlatih di dalam menggunakan petunjuk dan pengetahuan psikologi dalam kerja profesionalnya.
3. Menampilkan kompetensi klinikus, karena berusaha mengerti orang lain dalam kompleksitas alamiah dan transformasi adaptif secara berkelanjutan.
4. Ilmiah, karena penggunaan metode ilmiah untuk mencapai presisi dan objektivitas untuk setiap individu yang ditanganinya.
5. Profesional, karena dalam hal ini lebih menyumbangkan pelayanan kemanusiaan yang penting bagi individual, komunitas dan kelompok sosial untuk memecahkan masalah psikososial dan meningkatkan kualitas hidup.

Ruang Lingkup Psikologi Klinis
Ruang lingkup psikologi klinis mencakup assesment, intervensi, dan penelitian.
1)      Assesment, merupakan proses pengumpulan informasi mengenai klien atau subyek untuk mendapatkan pemahaman yang lebih baik mengenai seseorang (Wiramihardja S.A., 2004: 38). Sedangkan menurut Bern dan Nietzel (Markam, 2003) assesmen dalam psikologi klinis, ialah pengumpulan informasi untuk digunakan sebagai dasar bagi keputusan yang akan disampaikan oleh penilaian.
2)       Intervensi, secara umum adalah upaya untuk mengubah perilaku, pikiran, perasaan seseorang. Kendall dan Norton Ford berpendapat bahwa intervensi klinis meliputi penggunaan prinsip-prinsip psikologi untuk menolong orang menangani masalah-masalah dan mengembangkan kehidupannya yang memuaskan.
3)      Penelitian, dalam psikologi klinis penelitian bertujuan untuk membuktikan kebenaran suatu teori dalam praktiknya, dan untuk lebih memahami keunikan perilaku, perasaan, dan pikiran individu klien, bukan untuk mengadakan generalisasi.tujuan dan penekanannya adalah untuk keperluan populasi khusus, misalnya
a)      mengetahui efektivitas suatu perlakuan pada kelompok tertentu,
b)       menentukan tes yang dapat meramalkan kerentanan seseorsng terhadap serangan stroke, dan lain-lain. Metode-metode yang digunakan ialah: metode observasi, penelitian epidemiologi, meode korelasi, eksperimen, penelitian longitudinal, dan desain satu kasus.
Konsep abnormalisasi
1. Abnormalitas menurut Konsepsi Statistik
Secara  statistik  suatu  gejala  dinyatakan  sebagai  abnormal  bila menyimpang dari mayoritas. Dengan demikian seorang  yang jenius sama-sama  abnormalnya  dengan  seorang  idiot,  seorang  yang jujur  menjadi abnormal diantara komunitas orang yang tidak jujur.
2. Abnormal menurut Konsepsi Patologis
Dinyatakan  tidak normal  bila  terdapat  simptom-simptom  klinis  tertentu,  misalnya  ilusi, halusinasi,  obsesi,  fobia,dst.  Sebaliknya  individu  yang  tingkah  lakunya tidak  menunjukkan  adanya  simptom-simptom  tersebut  adalah  individu yang normal.
3. Abnormal menurut Konsepsi Penyesuaian Pribadi
Seseorang  dinyatakan  penyesuaiannya  baik bila  yang  bersangkutan  mampu  menangani  setiap  masalah  yang dihadapinya  dengan  berhasil, itu  menunjukkan  bahwa  dirinya memiliki jiwa yang normal. Tetapi bila dalam menghadapi maslah dirinya menunjukkan  kecemasan,  kesedihan,  ketakutan,  dst.  yang  pada akhirnya  masalah  tidak  terpecahkan,  maka  dikatakan  bahwa penyesuaian  pribadinya  tidak  baik,  sehingga  dinyatakan  jiwanya  tidak normal.
4. Abnormalitas menurut Konsepsi Sosio-kultural
Seperangkat  norma  yang berfungsi  sebagai  pengatur  tingkah  laku .Individu sebagai  anggota  masyarakat  dituntut  untuk  menyesuaikan  diri  dengan norma-norma sosial dan susila di mana dia berada. Bila tingkah lakunya  menyimpang  dari  norma-norma  tersebut,  maka  dirinya dinyatakan sebagai individu yang tidak normal.
5. Abnormalitas menurut Konsepsi Kematangan Pribadi
Menurut konsepsi kematangan pribadi, seseorang dinyatakan normal jiwanya bila dirinya telah menunjukkan kematangan pribadinya, yaitu bila dirinya mampu berperilaku sesuai dengan tingkat perkembangannya.

Sutardjo A. Wiramihardja, 2007. Pengantar Psikologi Klinis. Yang menerbitkan PT Refika Aditama : Bandung.

http://edwinmunip.blogspot.com/2013/10/definisi-dan-ruang-lingkup-psikologi.html