13.8.17

LANGKAH AWAL SEMINAR INTERNASIONAL DI UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PURWOKERTO (12 Agustus 2017)




LANGKAH AWAL
SEMINAR INTERNASIONAL DI UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PURWOKERTO
                                                       (12 Agustus 2017)
 



Irwanto
NIM. 163104101125

Perwakilan dari Fakultas Psikologi Universitas Proklamasi 45 Yogyakarta, untuk mengikuti seminar internasional di Universitas Muhammadiyah Purwokerto, Fakultas Psikologi pada Jurusan Psikologi. Pengalaman demi pengalaman harus dilewati untuk mau menjadi aktualisasi diri. Sehingga saya mengucapkan Alhamdulillah pada tanggal 12 Agustus merupakan hari yang saya tunggu-tunggu untuk mengikuti seminar dalam rangka presentasi call for paper dalam rangka seminar Internasional di UMP Purwokerto, berjalan dengan lancar. Di saat presentasi saya satu rombongan dengan beberapa Universitas lain diantaranya Universitas Islam Sultan Agung, Universitas Muhammadiyah Purwokerto, Universitas Muhammadiyah Purwokerto, Universitas Tarumanegara, Universitas Padjajaran, Universitas Sultan Ageng Tirtayasa dan Universitas Bunda Mulia.  

12.8.17

BISAKAH TRAINING / PERKULIAHAN MENGUBAH KUALITAS SDM?



RESENSI ARTIKEL ”BRING IN COMPASSION IN TRAINING
SESSIONS, PLEASE”

Arundati Shinta
Fakultas Psikologi Universitas Proklamasi 45
Yogykarta


Problem utama semua organisasi dari dulu sampai dengan sekarang adalah interaksi sosial manusia (pimpinan, karyawan) selalu tidak harmonis. Perilaku karyawan selalu dianggap tidak sejalan dengan keinginan organisasi / pimpinan atau budaya organisasi. Contoh persoalan:
1)    Mengapa karyawan tidak menunjukkan kepedulian yang tinggi pada organisasi, karyawan kurang mempunyai rasa memiliki organisasi.
2)    Bagaimana menjembatani gap antar unit kerja yang punya kepentingan yang berbeda-beda?
3)    Bagaimana caranya agar semua karyawan termotivasi sehingga target organisasi tercapai? Karyawan dianggap bermotivasi rendah padahal mereka sudah menerima gaji. Ini sungguh tidak adil.

Untuk mengatasi berbagai persolan klasik dalam organisasi tersebut, maka didatangkanlah fasilitator / trainer. Tugas mereka adalah organisasi ingin mengubah perilaku semua karyawan, dengan melalui training. Dalam hal ini fasilitator dianggap sebagai nabi / malaikat yang mempunyai kekuatan supra natural. Benarkah fasilitator / trainer itu begitu saktinya?

29.7.17

Tes HTP (House, Tree, Person)



Tes HTP (House, Tree, Person)


IRWANTO
NIM. 163104101125
Kesan / Detail
Deskripsi
Indikasi

1. KesanUmum

a. Lokasi
Kanan
Orientasi pada lingkungan, ekstrovet perilaku relatif stabil.

b. Posisi
Jarak berjauhan
Perasaan tidak mudah didekati/tidak ada jalan.keinginan untuk melarikan diri.



c. Proporsi
Baik
Masih ada keterkaitan

d. Komposisi
Lebih baik orang
Lebih menghargai peran

e. Penyelesaian
Semuaunsurlengkap
Keluarga yang utuh

Gambar pemandangan yang luas,HTP sebagai bagian yang kecil saja
Adanya perasaan suka berkhayal






2. Bagian-bagian

a. Pohon
Besar dan dominan
Ayah yang dominan otoriter, menguasai,galak,kurang memberi kesempatan.

b. Rumah
Kondisiumumrumah
Kembar dan kabur
Ada kekaburan peran dan fungsi ibu

DindingRumah
Garisbatasdindingditekan
Kecemasan, oposisi, kecenderungan pengendalian diri sedikit sekali.

JendelaRumah
Jendeladaun rumah terbuka sedikit
regresif




PintuRumah


Pintutertutup
Penerimaan yang kurang dari ibu atau lingkunagn sosial

c. Orang
Kondisi Umum
Kecil
Didrinya tidak/kurang berperan dalam keluarga

Orang bersandar


Aktivitas orang
Melakukan sesuatu yang tidak ada hubungannya dengan keluarga
Tekenan lebih besar keadaan luar keluarganya

Kesimpulan:
1.      Aspek Kognitif
Subjek cenderung memiliki kecerdasan tersembunyi dan takut untuk. meluapkannya
2.         Aspek Emosi
Subjek cenderung memiliki kecemasan dan oposisi.
3.      Aspek Sosial
Subjek memiliki pengendalian diri sedikit sekali,tekanan dari keluarganya dan sosial.
A.    Keterangan Subjek dari Gambar Tes Baum, DAP dan HTP
1.      Tes Baum
2.      Tes DAP.
3.      Tes HTP
B.     Dinamika Psikologis hasil Tes Baum, DAP dan HTP
Subjek cenderung memiliki pengendalian diri sedikit sekali ia juga cenderung lebih menutupi diri dan memiliki kecemasan yang tinggi.