5.6.20

Kebencian dikalangan anak-anak


Beatrice. A. J. C. Randan / 19310410040
Fakultas Psikologi 
Universitas Proklamasi 45 Yogyakarta
Dosen Pengampu: Dr. Arundati Shinta, MA.

Dalam kamus Webster (2012) kebencian didefinisikan sebagai “permusuhan yang intens dan penolakan yang biasanya berasal dari rasa takut, marah, atau rasa terluka. Ini adalah ketidaksukaan yang ekstrem”.  seringkali rasa benci itu berlanjut dengan munculnya hal-hal buruk kepada orang yang dibenci. Kebencian merupakan sesuatu yang normal dan manusiawi walaupun sebenarnya hal tersebut merupakan sikap negatif. Benci adalah katalisator untuk kerusakan manusia dan kerusakan pribadi. Dasar dari kebencian dimulai pada masa remaja, mereka mulai berkembang di awal kehidupan seorang anak dan merupakan dasar  pada ketidakpedulian di antara orang-orang. Ketika insiden menakutkan dan kekerasan terjadi, anak-anak dan orang dewasa dapat mengalami berbagai emosi termasuk ketakutan, kebingungan, kesedihan dan kemarahan. Untuk mengatasi rasa takut dan memberikan kepastian, anggota keluarga dewasa, guru, dan penyedia penitipan anak dapat memberikan kesempatan bagi anak-anak untuk mengekspresikan perasaan mereka dan menyalurkan perasaan mereka ke dalam tindakan positif.


Menurut Joseph E. Mc. Grath (1965) menyatakan bahwa : “Psikologi sosial adalah ilmu yang menyelidiki tingkah laku manusia sebagaimana dipengaruhi oleh kehadiran, keyakinan, tindakan, dan lambang-lambang dari orang lain”. Jika sempat terbangun rasa kebencian di dalam diri individu dan kelompok masyarakatnya, maka mereka sudah merusak hubungan kemanusiaannya.
Sudah tidak asing lagi di telinga kita, orangtua menurunkan warisan permusuhan kepada anak-anak mereka yang masih kecil entah itu secara sadar ataupun tidak. Melarang anak-anak mereka bergaul dengan individu yang selama ini dianggap musuh. Dengan menanamkan bibit permusuhan dan kebencian pada anak-anak, jiwa mereka sudah dibebani . Mereka tidak lagi bebas dalam menikmati masa kanak kanak dan remaja dengan ceria dan tawa, karena sudah dirancuni dengan warisan permusuhan dan kebencian oleh orang tua,yang seharusnya melindungi dan membimbing anak anak mereka kejalan yang benar. Anak-anak yang diajar untuk membenci, baik secara tersirat maupun melalui tindakan proyeksi, dipaksa untuk hidup dalam pertentangan yang konstan. Dan memiliki peluang lebih besar untuk mengubah sudut pandang ideologis mereka, daripada seseorang yang telah mencapai usia dewasa. Mengatasi emosi atau pola pikir negatif membutuhkan usaha yang disengaja. Melalui upaya yang disengaja dan disadari dari individu, kebencian dapat dihilangkan dari pikiran dan sangat disadari dari individu tersebut.


Benci menghambat kemampuan mereka untuk menjalani kehidupan yang diliputi cinta dan keamanan. Dan juga tidak hanya secara permanen merusak persepsi kognitif mereka tentang dunia, tetapi juga menyebabkan tekanan pribadi yang kemudian meninggalkan noda pada sudut pandang ideologis seseorang. Kebencian tumbuh dari moral dan kepercayaan rumah seorang anak. Sangat penting untuk diingat bahwa anak-anak adalah spons informasi yang kecil dan orangtua yang menanam benih untuk pandangan mereka tentang dunia di sekitar mereka.



Referensi:

Referensi Gambar:

ATASI SEMANGAT KERING SAAT BELAJAR DARING

Atasi Semangat Kering Saat Belajar Daring 

ERLYNA RAHMA SARI (19.310.410.084)

Mata Kuliah : Psikologi Sosial I

Dosen Pengampu : Dr. Arundati Shinta, MA

Sejak kasus virus corona mulai meningkat, sekolah atau universitas saat ini tidak lagi melakukan aktivitas seperti biasanya, karena pemerintah memberlakukan sistem di rumah saja maka kegiatan belajar mengajar baik formal atau informal yang setiap hari dilakukan peserta didik semuanya harus di lakukan di rumah. Pembelajaran secara daring (dalam jaringan) dianggap menjadi solusi kegiatan belajar mengajar tetap jalan di tengah pandemi corona. Sudah satu bulan lebih metode belajar daring diterapkan. Mulai dari absen, pemberian tugas, hingga diskusi dilakukan secara daring. Belajar daring adalah pembelajaran jarak jauh melalui media internet. Banyak aplikasi yang bisa digunakan untuk belajar daring. Metode ini, memang membantu kegiatan belajar mengajar. Namun di sisi lain, belajar daring kurang optimal. Lama-lama membuat semangat kering karena pemberian tugas yang dua kali lebih banyak dari biasanya, jaringan internet tidak stabil, banyaknya aplikasi belajar daring yang digunakan, dan individu belum bisa mengatur waktu dengan baik. Hal ini, tidak bisa dibiarkan begitu saja. Pemberian motivasi dan pengoptimalan belajar daring menjadi kunci utama mengembalikan semangat.


Kerap kali rasa malas datang saat belajar. Semangat pun ikut luntur. Motivasi belajar diperlukan agar semangat mencari ilmu. Semangat juga harus dipupuk setiap harinya sehingga dapat mengikuti belajar daring dengan optimal. Bagaimana cara mengembalikan semangat belajar daring? Salah satu cara mengembalikan semangat belajar daring adalah dengan memberikan motivasi dan tips belajar daring secara optimal.


Pemberian kata-kata motivasi bisa menjadi penunjang semangat. Kata-kata motivasi ini bisa diberikan kepada saudara, teman, atau bahkan bisa anda katakana kepada diri sendiri, sehingga semangat belajar selalu ada.  Berikut kata-kata motivasi yang sudah dipilih:

1.      Mengubah dunia

"Pendidikan adalah senjata paling ampuh yang bisa digunakan untuk mengubah dunia." -Nelson Mandela

2.      Demi masa depan

"Pendidikan adalah paspor untuk masa depan, untuk hari esok yang dimiliki oleh mereka yang mempersiapkannya hari ini." -Malcolm X, Aktivis Muslim AS

3.      Bodoh sepanjang hidup

"Barangsiapa tidak mau merasakan pahitnya belajar, ia akan merasakan hinanya kebodohan sepanjang hidupnya." -Imam Syafi'i rahimahullah

4.      Jangan pernah berhenti belajar

"Jangan pernah berhenti belajar, karena hidup tak pernah berhenti mengajarkan." –Anonim

5.      Usaha

"Jika kau menginginkan sesuatu dalam hidupmu yang tak pernah kau punya. Kau harus melakukan sesuatu yang belum pernah kau lakukan." -JD Houson

6.      Membuka dunia

"Pendidikan adalah satu-satunya kunci untuk membuka dunia ini, serta paspor untuk menuju kebebasan." -Oprah Winfrey

7.      Ikhlas

"Ikhlaslah belajar. Bahkan yang paling berilmu dan bijak di antara kita masih rajin belajar." –Mario Teguh (Liputan6).


Merangkum dari laman resmi Guru Berbagi Kemdikbud RI, ini 6 tips selama di rumah belajar daring:

 Motivasi diri;
Ciptakan motivasi untuk belajar dengan cara berikut:

Buat perjanjian dengan diri sendiri kalau kamu baru bisa melakukan aktivitas favoritmu (seperti nonton atau main game) setelah semua target belajar tercapai.

Tulis dan pajang pepatah motivasi favorit kamu di dekat meja belajar. Kamu juga bisa minta bantuan dari keluarga atau teman-temanmu untuk mengingatkan kamu.

 Atur waktu;

Pergunakan waktu belajarmu dengan efektif dengan teknik Pomodoro berikut. Tentukan target harian dan jam belajar kamu setiap paginya. Buat daftar tugas dan komunikasikan jadwal belajar kamu kepada keluarga atau temanmu supaya bisa ikut memonitor dan membantu kamu. Mulailah bekerja dengan mengikuti teknik mengatur waktu Pomodoro berikut: 

  • Buat daftar tugas yang harus dikerjakan
  • Kerjakan tugas selama 25 menit
  • Centang daftar tugas yang sudah terlaksana
  • Istirahatlah selama 5 menit
  • Bali bekerja selama 25 menit + 5 menit istirahat. Ini adalah satu kegiatan Pomodoro
  • Kembali bekerja selama 25 menit + 5 menit istirahat. Ini adalah satu kegiatan Pomodoro
  • Setelah melaksanakan teknik 4 Pomodoro, lakukan istirahat panjang (30 menit).
  • Setelah semua tugas di daftarmu selesai, lakukan aktivitas lain untuk pengembangan diri kamu.

3.      Mengerjakan tugas dengan hobi;

Pastikan kamu dapat mengerjakan tugas yang diberikan dengan tepat dengan langkah berikut:

  • Baca penugasan dari guru dengan teliti. Jika belum mengerti, bertanyalah kepada guru atau teman kamu melalui aplikasi chat, SMS, atau telepon.
  • Untuk pembelajaran daring, pastikan kamu sudah menyiapkan HP atau laptop, koneksi internet yang stabil, kuota yang cukup, dan aplikasi belajar yang dibutuhkan.
  • Untuk pembelajaran berbasis proyek, pastikan alat dan bahannya sudah tersedia di rumahmu. Jika ada kendala, langsung laporkan ke orangtua, guru, atau komunikasikan kepada teman.
  • Setelah selesai, laporkan atau kirimkan hasil kerjamu kepada guru dan orangtuamu. Supaya tidak bosan, setelah mengerjakan tugas sekolah, kamu bisa menyegarkan diri dengan berolahraga, memasak, atau melakukan aktivitas favoritmu.

4.      Tanya orang;

Meskipun tidak bertemu langsung, bukan berarti kamu tidak berinteraksi dengan orang lain. Kamu bisa tetap berkomunikasi dengan orang-orang terdekatmu untuk membantu proses belajarmu dan memastikan kamu tahu apa yang terjadi di sekelilingmu.

  • Orangtua: kamu bisa berdiskusi tentang proyekmu atau isu-isu terkini.
  • Guru: kamu bisa bertanya tentang tugas atau meminta masukan atas hasil tugas yang dikerjakan.
  • Teman-teman sekelas: kamu bisa saling memberi kabar, berdiskusi tentang tugas dan isu-isu terkini.
  • Website sumber belajar dan platform berita: kamu bisa mencari referensi tugas dan membaca berita-berita terkini.

5.      Ulang materinya lagi;

Mengerjakan tugas saja kadang tidak cukup untuk memahami materi pembelajaran. Cara berikut bisa kamu coba untuk benar-benar memahami pelajaran dengan mengulang materinya kembali.

  • Nonton video-video pembelajaran online. Diskusikan materi yang dipelajari dengan teman-teman kamu di group chat.
  • Buat rangkuman atau peta konsep materi tersebut yang dapat membantu kamu mengulang kembali materi tersebut di masa depan.
  • Kerjakan soal-soal tambahan kalau kamu butuh tantangan lebih.

6.     Lanjut dan perbaiki;

Setelah mencoba strategi belajar ini, renungkan kembali apakah pola ini berhasil bagi kamu:

  • Jika sudah berhasil, bagaimana supaya lebih optimal? (Kompas)

Demikian Pembahasan mengenai motivasi dan tips belajar daring. Motivasi belajar sangat membantu untuk mengembalikan semangat mencari ilmu. Belajar daring perlu strategi yang baik agar terlaksana dengan optimal.

Referensi:

https://m.liputan6.com/citizen6/read/3873054/kata-kata-motivasi-belajar-singkat-agar-semangatmu-kembali-membara (diakses pada 3 Juni 2020)

https://amp.kompas.com/edukasi/read/2020/04/28/174620771/ingin-belajar-di-rumah-lebih-optimal-ini-6-tips-bagi-siswa (diakses pada 3 Juni 2020)

Referensi gambar:

https://m.liputan6.com/citizen6/read/4216626/3-tokoh-peduli-pendidikan-ini-berbagi-cara-belajar-daring-yang-seru-dan-efektif (diakses pada 3 Juni 2020)

https://www.koranmadura.com/2020/04/corona-belum-berlalu-masa-belajar-daring-di-sampang-diperpanjang/ (diakses pada 3 Juni 2020)

https://www.kompasiana.com/amp/khairunazri/5ea97d4cd541df34f35ec4e7/peran-pembelajaraan-daring-dan-peran-guru-di-masa-covid-19 (diakses pada 3 Juni 2020)

Atasi Stres Kerja pada Karyawan di Tempat Kerja

Atasi Stres Kerja pada Karyawan di Tempat Kerja


Rifdah Nur Aqilah (19.310.410.061) 
Mata Kuliah : Psikologi Industri dan Organisasi 1
Dosen Pengampu : Dr. Arundati Shinta, MA. 

     Mengalami stres memanglah hal yang wajar. Terutama stres di tempat kerja yang dapat memengaruhi siapa saja dan bisa dipicu oleh siapa saja. Pada umumnya, stres di tempat kerja terjadi karena tidak dapat memenuhi tuntutan dan kebutuhan dari pekerjaannya. Stres di tempat kerja juga memengaruhi perubahan emosi yang tidak stabil. Hal ini akan berdampak buruk terhadap keberhasilan sebuah organisasi terutama dalam kesejahteraan dan produktivitas kerja. 

     Umumnya, stres kerja berawal dari kelelahan kerja yang sering disebut dengan burnout. Istilah burnout ini pertama kali diperkenalkan oleh Bradley pada tahun 1969, namun penemu dan penggagasnya adalah Herbert Freudenberger. Menurut King, kejenuhan kerja atau burnout adalah keadaan stress psikologi yang sangat berat pada seseorang yang mengalami kelelahan emosional dan sedikit motivasi untuk bekerja. Sedangkan menurut Ivancevich, kejenuhan kerja atau burnout adalah suatu proses psikologis pembawaan stres kerja yang tidak hilang, menghasilkan kelelahan emosi, perubahan kepribadian, dan perasaan penurunan pencapaian pribadi (Retno, Machmuroch, Priyatama, 2014).

    Namun, tidak menutup kemungkinan bahwa faktor eksternal (lingkungan kerja) dan internal (diri sendiri) individu yang menyebabkan stres dan burnout. Apabila kondisi stres ini tidak dikelola dengan baik, maka tingkat stres akan semakin meningkat dan menyebabkan kinerja karyawan semakin buruk. Apapun tekanan dan tuntutan pekerjaan seorang karyawan, harus ada langkah-langkah yang perlu dilakukan untuk melindungi diri dari stres, memperbaiki kepuasan kerja, dan mendorong kesejahteraan di dalam dan di luar tempat kerja. Lalu, bagaimana cara mengelola stres yang baik bagi karyawan?


     Mulailah dengan mengenali batas kemampuan diri dan mencari dukungan rekan kerja karena dengan memiliki sistem support yang solid dapat membantu mengalihkan stres pada pekerjaan. Mengambil inisiatif dengan mencoba untuk mengidentifikasi aspek-aspek dari berbagai situasi, ketahuilah juga ruang lingkup psikologi dalam dunia kerja dan cara melatih mental agar berani. Jernihkan pikiran ketika mulai merasa lelah dan tegang dengan mengatur napas agar mengembalikan keseimbangan. Mungkin diri kita tidak dapat mengontrol gangguan yang datang, namun setidaknya kita tahu bagaimana diri kita menangani dan mengatasi gangguan itu, dengan menerima gangguan tapi dipikirkan tingkat kepentingannya dan buatlah rencana (Devita Retno, 2018).

    Kemudian, buatlah jadwal keseharian, menjaga pola makan, dan menjaga pola tidur. Mengubah sudut pandang terhadap permasalahan di tempat kerja yang dapat menyebabkan stres dengan mengevaluasi dan melihat masalah melalui pandangan yang lebih objektif. Mengetahui apa yang membuat diri kita merasa stres dan bagaimana cara kita merespon hal tersebut dengan mengembangkan respon positif. Tentukan prioritas dengan fokus diri pada satu proyek yang memiliki dampak paling kuat dan sejalan dengan tujuan kerja. Terakhir, kendalikan kepanikan dan selalu introspeksi diri (Devita Retno, 2018). 


Referensi : 
Retno, Devita. (2018). Dosen Psikologi : 16 Cara mengatasi Stres Pada Karyawan di Tempat Kerja. Diakses dari : https://dosenpsikologi.com/cara-mengatasi-stres-pada-karyawan 
Retno, N. W., Machmuroch, & Priyatama, A. N. (2014). Tingkat Burnout Ditinjau Dari Strategi Koping dan Efikasi Diri Pada Perawat Rumah Sakit Jiwa Surakarta. Jurnal Ilmial Psikologi Candrajiwa, 3(3).

Referensi Gambar :
Daniel. (2018, Juni 6). Gogobli : Tips Mengatasi Stres Kerja. Diakses dari : https://www.gogobli.com/artikel-880-tips-mengatasi-stres-kerja.html