26.12.17

TEORI DASAR: HARRY STACK SULLIVAN



TEORI DASAR: HARRY STACK  SULLIVAN

I R W A N T O
NIM. 163104101125

Pembimbing: Fx. Wahyu Widiantoro, S. Psi., MA.

Fakultas Psikologi Universitas Proklamasi 45Yogyakarta

SEJARAH PRIBADI
Harry Stack Sullivan lahir di sebuah kota peternakan di Norwich, New york pada Februari 21, 1982, satu-satunya anak yang hidup dari sebuah keluarga Irlandia Katolik miskin. Ibunya, Ella Stack Sullivan, berumur 32 tahun ketika menikahi Timothi Sullivan dan berumur 39 ketika Harry lahir. Dia telah melahirkan dua putra lainnya, tidak satupun yang hidup melampaui umur setahun. Sebagai akibatnya, dia memanjakan dan menjaga anak satu-satunya, yang mana keselamatannya dianggap sebagai kesempatan terakhir dari keibuannya. Ayah Harry, Timothy Sullivan, adalah seorang pria yang pemalu, suka menyendiri, pendiam yang tidak pernah membangun hubungan dekat dengan anaknya hingga setelah istrinya meninggal dan Sullivan menjadi dokter terkenal. Timothy Sullivan sudah menjadi pekerja peternakan dan pabrik yang tinggal bersama peternakan keluarga istrinya diluar desa Smyrna, 10 mil dari Norwich sebelum ulang tahun ketiga Harry. Pada waktu yang sama, Ella Stack Sullivan secara misterius tidak ada di rumah, dan Sullivan dipelihara oleh nenek dari ibunya, yang aksen Gaelicnya tidak bisa dimengerti oleh anak tersebut. Setelah berpisah lebih dari setahun, ibunya Harry - yang kemungkinan berada di rumah sakit jiwa - pulang ke rumah. Akibatnya, Sullivan kemudian punya dua ibu yang merawatnya. Bahkan setelah neneknya meninggal, dia terus memiliki dua ibu karena bibinya yang belum menikah kemudian tinggal bersamanya untuk membantu tugas membesarkan anak.

Walau kedua orang tuanya berasal dari keturunan Irlandia yang miskin, ibunya menganggap keluarga Stack lebih superior secara sosial dibandingkan keluarga Sullivan. Sullivan menerima supremasi sosial keluarga stack di atas keluarga Sullivan hingga ia menjadi seorang psikiater yang mengembangkan teori interpersonal yang menekankan kesamaan diantara orang dibandingkan perbedaannya. Dia kemudian menemukan kejelekan klaim ibunya.
Sebagai anak prasekolah, Sullivan tidak punya teman atau kenalan seumurnya. Setelah memulai sekolah, ia tetap merasa seperti orang luar, menjadi seorang anak Katolik Irlandia di sebuah komunitas Protestan. Aksen Irlandianya dan otaknya yang encer membuat dia tidak populer diantara teman sekelasnya selama dia bersekolah di Smyrna.
Ketika Sullivan berumur 8 setengah tahun, dia membentuk hubungan yang erat dengan seorang anak berumur 13 tahun di peternakan tetangga. Anak ini adalah Clarence Bellinger, yang hidup satu mil dari Harri di sebuah distrik sekolah lain, tapi kini baru mulai sekolah SMA di Smyrna. Walau kedua anak itu tidaklah sebaya, mereka memiliki banyak kesamaan secara sosial dan intelektual. Keduanya tidak bisa bersosialisasi tapi sangat pandai; keduanya kemudian menjadi psikiater dan keduanya tidak pernah menikah. Relasi antara Harry dan Clarence memiliki pengaruh yang besar pada hidup Sullivan. Relasi tersebut membangkitkan di dalamnya kekuatan intimasi, yaitu, kemampuan untuk mencintai orang lain yang mirip dengan dirinya. Dalam teori kepribadian Sullivan yang sudah rampung, dia menekankan kekuatan relasi intim yang sangat terapis dan memiliki kekuatan yang hampir magis pada umur-umur preadolescent. Kepercayaan ini bersama dengan hipotesis Sullivan lainnya, sepertinya tumbuh dari pengalamannya pada masa kecil.
Sullivan tertarik dengan buku dan sains, tapi tidak dengan peternakan. Walau dia adalah satu-satunya anak yang tumbuh di peternakan yang membutuhkan banyak kerja keras, Harry bisa menghindari banyak tugasnya dengan berpura-pura "lupa" untuk melakukannya. Taktik ini sangat sukses karena ibu yang memanjakannya kemudian menyelesaikan tugas-tugasnya sembari mengatakan bahwa Sullivan yang melakukannya.
Seorang murid yang pandai, Sullivan lulus dari SMA sebagai pembicara pada saat kelulusannya di umur 16 tahun. Dia kemudian masuk di Cornell University untuk menjadi seorang ahli fisika, walau dia juga tertarik dengan psikiatri. Performa akademisnya di Cornell adalah sebuah bencana, dan dia menerima suspensi setelah satu tahun. Suspensinya mungkin tidak hanya karena kekurangan akademisnya. Dia mendapat masalah dengan hukum di Cornell, mungkin karena penipuan surat. Dia kemungkinan menjadi kambing hitam dari murid yang lebih tua, lebih dewasa darinya yang menggunakan dia untuk mengambil beberapa bahan kimia yang dipesan melalui surat secara ilegal. Selama dua tahun kedepan, Sullivan menghilang dari peredaran. Perry (1982) melaporkan bahwa dia mungkin menderita breakdown schizophrenic pada masa ini dan harus menjalani perawatan di rumah sakit jiwa. Alexander (1990) memperkirakan bahwa Sullivan menghabiskan masa ini dibawah panduan seorang pria yang lebih dewasa darinya yang membangunay mengatasi kepanikan seksualnya dan yang membangkitkan ketertarikannya pada psikiatri. Apapun jawaban dari misteri kehilangan Sullivan dari 1909 hingga 1911, pengalamannya sepertinya membuat ia lebih dewasa secara akademis dan mungkin secara seksual.
Pada tahun 1911, Sullivan masuk di Chicago College of Medicine and Surgery, dimana nilainya, walau hanya biasa-biasa saja, adalah kemajuan yang besar dari yang dia dapat di Cornell. Dia menyelesaikan studi medisnya pada tahun 1915 tapi tidak mendapat gelarnya hingga 1917. Sullivan mengatakan bahwa penundaan ini adalah karena dia belum membayar uang kuliahnya, tapi Perry (1982) menemukan bukti bahwa dia belum menyelesaikan syarat akademisnya pada tahun 1915 dan juga membutuhkan sebuah internship. Bagaimanakah Sullivan bisa mendapat gelar kedokteran kalau dia kekurangan semua prasyaratnya? Tidak ada seorangpun biografer Sullivan yang memiliki jawaban yang memuaskan untuk pertanyaan ini. Alexander (1990) menghipotesiskan bahwa Sullivan, yang sudah bekerja di bidang medis selama hampir setahun, menggunakan kemampuan persuasifnya untuk meyakinkan pihak yang berotoriter di Chicago College of Medicine and Surgery untuk menerima pengalaman tersebut untuk menggantikan internship. Defisiensi lainnya mungkin juga diabaikan bila Sullivan setuju untuk mendaftar di kemiliteran. (Amerika Serikat pada saat itu baru memasuki Perang Dunia I dan membutuhkan perwira medis).
Setelah perang, Sullivan terus melayani sebagai perwira militer, pertama untuk Federal Board for Vocational Education dan kemudian untuk Public Health Service. Namun periode hidupnya pada masa itu masih membingungkan dan tidak stabil, dan dia tidak begitu menjanjikan kehidupan dengan karier gemilang yang akan kemudian dijalaninya (Perry, 1982)
Tahun 1921, tanpa pelatihan formal di psikiatri, dia bergabung dengan St. Elizabeth di Washington, DC, dimana dia kenal dekat dengan William Alanson White, neuropsikiater paling terkenal di Amerika. di St. Elizabeth, Sullivan mendapat kesempatan pertamanya untuk bekerja dengan pasien schizophrenic dalam jumlah besar. Ketika tinggal di Washigton, dia mulai berhubungan dengan sekolah medis di University of Maryland dan dengan Shepard and Enoch Pratt Hospital di Towson, maryland. Pada periode Baltimore di hidupnya, dia mempelajari Schizophrenia secara intensif, yang memberikan dugaan-dugaan awal tentang pentingnya relasi interpersonal. Dalam mencoba mengambil makna dari perkataan pasien schizophrenic, Sullivan menyimpulkan bahwa penyakit mereka adlaah cara untuk menyesuaikan diri dengan anxiety yang disebabkan lingkungan sosial dan interpersonal. Pengalamannya sebagai dokter klinis secara perlahan berubah menjadi awal mulanya teori psikiatri interpersonal.
Sullivan menghabiskan banyak waktu dan tenaga di Sheppard memilih dan melatih perawat rumah sakit. Walau dia hanya sedikit melakukan terapi, dia mengembangkan sebuah seistem diamana perawat pria non profesional yang simpatis merawat pasien schizophrenic dengan kepedulian dan rasa hormat yang manusiawi. Program inovaitif ini memberikan dia reputasi sebagai penyihir klinis. Tapi, dia menjadi tidak suka dengan iklim politis di Sheppard ketika dia tidak diangkat menjadi kepala pusat resepsi yang dia advokasikan. Pada bulan Maret 1930, dia mengundurkan diri dari sheppard.
Pada tahun itu juga, dia pindah ke New York City dan membuka praktik swasta, berharap untuk memperluas pengertiannya akan relasi interpersonal dengan menyelidiki kelainan non schizophrenic, terutama yang bersifat obsesif. (Perry, 1982). Waktu itu adalah masa sulit, dan klien kaya yang diharapkannya tidak datang dalam jumlah yang diperlukannya untuk menutup pengeluarannya.
Walau demikian, dengan tinggal di New York, dia berhubungan dengan beberapa psikiater dan ilmuwan sosial dengan latar belakang Eropa. Diantaranya adalah Karen Horney, Erich Fromm, dan Frieda Fromm Reichmann yang, bersama dengan Sullivan membentuk Zodiac group, sebuah organisasi informal yang bertemu secara rutin secara informal untuk membicarakan ide baru dan lama dalam psikiatri dan ilmu sosial yang berhubungan. Sullivan, yang sudah bertemu dengan Thompson sebelumnya, menghasutnya untuk mengunjungi Eropa untuk mendapatkan latihan analisis dari Sandor Ferenczi, seorang murid Freud. Sullivan belajar dari semua anggota Zodiac group, dan melalu Thompson, dan Ferenczi, teknik terapisnya secara tidak langsung dipengaruhi oleh Freud. Sullivan juga berterimakasih pada dua praktisi lainnya, Adolf Meyer dan William Alanson White, untuk pengaruh mereka pada praktik terapinya. Walau memiliki pengaruh Freudian pada teknik terapinya, teori Sullivan tentang psikiatri interpersonal tidaklah psikoanalistis ataupun neo-Freudian.
Pada saat ia tinggal di New York, Sullivan juga dipengaruhi beberapa ilmuwan sosial dari University of Chicago, yang merupakan pusat dari studi sosiologikal Amerika pada tahun 1920 dan 1930an. Disana ada psikolog sosial George Herbert Mead, sosiolog Robert Ezra Park, W.I. Thomas, antropolog Edward Sapir, dan ilmuwan politik Harold Lasswell. Sullivan, Sapir dan Lasswell terutama bertanggung jawab untuk mendirikan William Alanson White Psychiatric Foundation di Washington, DC, untuk menggabungkan psikiatri dan ilmu sosial lainnya. Sullivan kemudian menjabat sebagai presiden yayasan ini dan juga sebagai editor jurnal yayasan tersebut, Psychiatry. Dibawah panduan Sullivan, yayasan tersebut memulai institusi pelatihan yang dikenal sebagai Washington School of Psychiatry. Karena aktivitas ini, Sullivan menutup aktivitas praktik swastanya, yang lagipula tidak menguntungkan, dan pindah kembali ke Washington, DC, diana dia secara dekat berasosiasi dengan sekolah dan jurnal tersebut.
Pada bulan Januari 1949, Sullivan menghadiri pertemuan World Federation for Mental Health di Amsterdam. Dalam perjalanan kembali, pada Januari 14, 1949, dia wafat karena radang otak di kamar hotelnya di Paris, beberapa minggu sebelum ulang tahunnya yang ke 57. Sesuai dengan karakternya, dia sedang sendiri pada saat itu.
Di sisi personalnya, Sullivan tidak nyaman dengan seksualitasnya dan memiliki perasaan ambivalen tentang perkawinan (Perry, 1982). Sebagai seorang dewasa, ia membawa ke rumahna seorang pria berumur 15 tahun yang mungkin adalah seorang bekas pasiennya (Alexander, 1990). Pria muda ini -James Inscoe- tinggal bersama Sullivan selama 22 tahun, mengurus keuangannya, mengetik manuskrip dan mengurus rumah tangganya. Walau Sullivan tidak pernah mengadopsi jimmie secara resmi, dia menganggapnya sebagai seorang anak dan bahkan merubah namanya menjadi James I. Sullivan.
Sullivan juga memiliki sifat ambivalen tentang agamanya. Terlahir kepada orang tua Katolik yang menghadiri gereja secara tidak rutin, dia meninggalkan katolikisme pada awal hidupnya. Dalam kehidupan berikutnya, kawan dan kenalannya menganggap dia tidak religius bahkan anti katolik, tapi secara mengejutkan, Sullivan menulis di surat wasiatnya bahwa ia ingin menerima penguburan secara katolik. Secara kebetulan, permintaan ini dikabulkan walaupun tubuh Sullivan sudah dikremasi di Paris. Abunya kemudian dikembalikan di Amerika Serikat, dimana abunya diletakkan di dalam peti dan menerima penguburan secara Katolik, lengkap dengan misa requiem.
Kontribusi utama Sullivan ke teori kepribadian adalah konsepsinya tentang tingkat perkembangan. Sebelum berbalik ke ide Sullivan tentang tahap-tahap perkembangan, kita akan menjelaskan beberapa terminologi uniknya.
Struktur Kepribadian
Meskipun Sullivan memandang tegas sifat dinamis kepribadian, namun menurutnya ada beberapa aspek kepribadian yang nyata-nyata stabil dalam waktu yang lama: dinamisme, personifikasi, sistem self, dan proses kognitif.
a.    Dinamisme (The Dynamism)
Dinamisme adalah pola khas tingkahlaku (transformasi energi, baik terbuka maupun tersembunyi) yang menetap dan berulang terjadi yang menjadi ciri khusus seseorang. Dinamisme yang melayani kebutuhan kepuasan organisme melibatkan bagian tubuh, yakni alat reseptor, efektor dan sistem syaraf. Misalnya, dinamisme makan melibatkan otot mulut dan leher.
b.    Personifikasi (Personification)
Personifikasi adalah suatu gambaran─mengenai diri atau orang lain─yang dibangun berdasarkan pengalaman yang menimbulkan kepuasan atau kecemasan. Hubungan yang memberi kepuasan akan membangkitkan image positif, sebaliknya jika melibatkan kecemasan akan membangkitkan image negatif. Misalnya, personifikasi yang dikembangkan oleh bayi mengenai ibunya adalah gambaran ibu baik (good mother) yang diperoleh dari pengalaman ibu menyusui dan merawatnya sehingga menimbulkan kepuasan atau gambaran ibu buruk (bad mother) yang diperoleh dari pendekatan ibu yang menimbulkan kecemasan dan takut).
Ketika bayi mulai membedakan diri dengan lingkungannya, mulai terbentuk personifikasi diri dan orang lain. Gambaran tentang diri sendiri yang berkembang adalah saya baik (good-me) yang dikembangkan dari pengalaman dihadiahi, dimulai dengan hadiah kepuasan makan. Personifikasi saya buruk (bad-me) dikembangkan dari pengalaman kecemasan akibat perlakuan ibu atau pengalaman ditolak atau dihukum. Baik good-me maupun bad-me bergabung ke dalam gambaran diri.
Personifikasi diri yang ketiga, bukan saya (not me) dikembangkan dari pengalaman kecemasan yang sangat, seperti kekerasan fisik atau mental. Not me menggambarkan aspek yang dipisahkan dari self dan disertai dengan emosi unkani (uncanny) atau emosi yang mengerikan dan berbahaya. Not me tidak pernah diintegrasikan ke dalam kepribadian, dan tetap dipertahankan sebagai sistem terpisah, yang bagi orang normal kadang muncul dan dianggap “mimpi buruk.” Sedang orang yang menderita gangguan mental yang serius, mungkin berhadapan dengan bukan saya sebagai sesuatu yang sangat nyata.
c.    Sistem Self (Self-System)
Sistem self adalah pola tingkahlaku yang konsisten yang mempertahankan keamanan interpersonal dengan menghindari atau mengecilkan kecemasan. Sistem ini mulai berkembang pada usia 12-18 bulan, usia ketika anak mulai belajar tingkahlaku mana yang berhubungan─meningkatkan atau menurunkan─kecemasan.
Ketika sistem self mulai berkembang, orang mulai membentuk gambaran diri atau personifikasi diri yang konsisten. Setiap pengalaman interpersonal yang dipandang bertentangan dengan sistem dirinya berarti mengancam keamanan diri. Dampaknya, orang berusaha mempertahankan diri melawan tegangan interpersonal itu memakai operasi keamanan (security operation); suatu proses yang bertujuan untuk mereduksi perasaan tidak aman atau perasaan akibat dari ancaman terhadap sistem self. Beberapa macam sistem keamanan yang dipakai sejak usia bayi antara lain:
1.disosiasi, adalah mekanisme menolak impuls, keinginan dan kebutuhan muncul ke kesadaran. Disosiasi tidak hilang, tapi ditekan ke ketidaksadaran dan mempengaruhi tingkahlaku serta kepribadian dari sana.
2.inatensi, yaitu memilih mana pengalaman yang akan diperhatikan dan yang tidak perlu diperhatikan. Terhadap pengalaman yang mengancam personifikasi diri, orang dapat berpura-pura tidak merasakannya.
3.apati dan pertahanan dengan tidur (somnolent detachment), mirip dengan inatensi. Pada apatis, bayi tidak memilih objek mana yang harus diperhatikan, semuanya diserahkan pada pihak luar. Pada pertahanan tidur, bayi tidak perlu memperhatikan stimulasi manapun.
d.    Proses Kognitif (Cognitive Process)
Menurut Sullivan, proses atau pengalaman kognitif dapat dikelompokkan menjadi tiga macam;
1.prototaxis (prototaksis), adalah rangkaian pengalaman yang terpisah-pisah yang dialami pada bayi, dimana arus kesadaran (penginderaan, bayangan, dan perasaan) mengalir ke dalam jiwa tanpa pengertian “sebelum” dan “sesudah.” Semua pengetahuan bayi adalah pengetahuan saat itu, di sini dan sekarang.
2.parataxis (parataksis). Sekitar awal tahun kedua, bayi mulai mengenali persamaan-persamaan dan perbedaan peristiwa, disebut pengalaman parataksis atau asosiasi.
3.syntaxis (sintaksis), adalah berpikir logis dan realistis, menggunakan lambang-lambang yang diterima bersama-sama, khususnya bahasa-kata-bilangan.
Tiga model pengalaman kognitif itu terjadi sepanjang hayat. Normalnya, sintaksis mulai mendominasi sejak usia 4-10 tahun.
Dinamika Kepribadian
Sullivan memandang kehidupan manusia sebagai sistem energi, yang perhatian utamanya adalah bagaimana menghilangkan tegangan yang ditimbulkan oleh keinginan dan kecemasan. Energi dapat terwujud dalam bentuk-bentuk di bawah ini;
a.    Tegangan (Tension)
Tension adalah potensi untuk bertingkahlaku yang disadari atau tidak disadari. Sumber tegangan tersebut ada dua;
1. kebutuhan (needs)
Kebutuhan yang pertama muncul adalah tegangan yang timbul akibat ketidak seimbangan biologis dalam diri individu. Kebutuhan ini dipuaskan dengan mengembalikan keseimbangan. Kepuasannya bersifat episodik, sesudah memperoleh kepuasan tegangan akan menurun/hilang, namun setelah lewat beberapa waktu akan muncul kembali. Kebutuhan yang muncul kemudian berhubungan dari hubungan interpersonal. Kebutuhan interpersonal yang terpenting adalah Kelembutan kasih sayang (tenderness). Kelembutan kasih sayang adalah kebutuhan yang umum bagi setiap orang seperti halnya kebutuhan oksigen, makan, dan air. Kebalikannya adalah kebutuhan khusus yang muncul dari bagian tubuh tertentu (oleh Freud disebut “erogenic zone”. Kebutuhan biologis juga dapat dipuaskan melalui transformasi energi yakni; kegiatan fisik-tingkahlaku, atau kegiatan mental mengamati, mengingat dan berpikir. Memuaskan kebutuhan dapat menghilangkan tension, sedangkan kegagalan memuaskan need yang berkepanjangan bisa menimbulkan keadaan apathy (kelesuan), yaitu bentuk penundaan kebutuhan untuk meredakan ketegangan secara umum.
2. kecemasan (anxiety)
Menurut Sullivan, kecemasan merupakan pengaruh pendidikan terbesar sepanjang hayat, disalurkan mula-mula oleh pelaku keibuan kepada bayinya. Jika ibu mengalami kecemasan, akan dinyatakan pada wajah, irama kata, dan tingkahlakunya. Proses ini oleh Sullivan dinamakan empati. Biasanya bayi menangani kecemasannya dengan operasi keamanan, bisa pertahanan tidur atau somnolent detachment (bayi menolak berhubungan dengan pemicu kecemasan dengan cara tidur), menyesuaikan tingkahlakunya dengan kemauan dan tuntutan orang tua, dan atau dengan memilih mana yang harus tidak diperhatikan (selective inattention)─menolak menyadari stimulus yang mengganggu. Tension karena kecemasan ini unik, berbeda dengan tension lain dalam hal kecenderungannya untuk bertahan tetap dalam kecemasan dengan segala kerusakan yang diakibatkannya. Kalau tegangan lain menghasilkan tingkahlaku untuk mengatasinya, kecemasan justru menghasilkan tingkahlaku yang menghambat agar orang tidak belajar dari kesalahannya, terus-menerus menginginkan rasa aman yang kekanak-kanakan, dan membuat orang tidak belajar dari pengalamannya sendiri.
b. Transformasi Energi (Energy Transformation)
Tegangan yang ditransformasikan tingkahlaku, baik tingkahlaku yang terbuka maupun tertutup, disebut transformasi energi. Tingkahlaku yang ditransformasi itu meliputi gerakan yang kasatmata, dan kegiatan mental seperti perasaan, pikiran, persepsi, dan ingatan. Bentuk-bentuk kegiatan yang dapat mengurangi tegangan me-nurut Sullivan dipelajari dan ditentukan oleh masyarakat tempat orang itu dibesarkan.


Tahap  Perkembangan Kepribadian
Periode
Orang Penting
Proses Interpersonal
Pencapaian Utama
Perkembangan Negatif
Infancy
0-1,5
Lahir-berbicara
Pemeran Keibuan
Kelembutan kasih sayang
Awal mengorganisasi pengalaman, belajar memuaskan beberapa kebutuhan diri
Rasa aman beroperasi melalui aparthy dan somnolent detachment
Childhood
1,5-4
Berbicara-hubungan sebaya
Orang tua
Melindungi rasa aman melalui imaji teman sebaya
Belajar melalui identifikasi dengan orang tua; belajar sublimasi mengganti suatu kepuasan dengan kepuasan yang lain
Perfomansi as if, rasionalisasi preokupansi transformasi jahat
Juvenile
4-8/10
Hubungan sebaya-chum
Teman bermain seusia
Orientasi menuju kehidupan sebaya
Belajar bekerja sama dan bersaing dengan orang lain, belajar berurusan dengan figur otoritas
Stereotip
Ostrasisme
Disparajemen
Pra-adolesen
8/10-12
Chum-pubertas awal
Chum tunggal
Intimasi
Belajar mencintai orang lain seperti atau melebihi mencintai diri sendiri
Loneliness
Adolesen Awal
12-16
Pubertas-Seks mantap
Chum jamak
Intimasi dan nafsu seks ke orang yang berbeda
Integrasi kebutuhan Intimasi dengan kepuasan seksual
Pola tingkahlaku seksual yang tidak terpuaskan
Adolesen Akhir
16-20
Seks mantap
Tanggung jawab sosial
Kekasih
Menggabung Intimasi dengan nafsu
Integrasi ke dalam masyarakat dewasa,
self-respect
Personifikasi yang tidak tepat
Keterbatasan hidup
Maturity
20 <


Konsolidasi pencapaian setiap tahap

               
DAFTAR PUSTAKA
Gabbard, G.O, 2004, Long Term Psychodynamic Psychotherapy a Basic Text, London, American University Press.
Sabur, Alex, 2003,  Psikologi Umum, Bandung, Pustaka Setia. 
Rahayu, Siti, 2006, Psikologi Perkembangan dalam Berbagai Bagiannya, Yogyakarta, UGM Press.
Alwisol, 2005, Psikologi Kepribadian, Malang, Penerbit Universitas Muhammadiyah Malang.
Semiun, Yustinus, 2006, Teori Kepribadian & Terapi Psikoanalitik Freud, Yogyakarta, Kanisius.
Sumadi Suryabrata, 2005, Psikologi Kepribadian, Jakarta, CV. Rajawali.
Koeswara, E, 1991,  Teori-teori Kepribadian, Bandung,  Eresco.
Bischof, Ledford J, 1970, Interprening Personality Theories,  Harper and Row Publisher, 2nd Edition, New York.
Jaali, H, 2008, Psikologi Pendidikan. Bumi Aksara, Jakarta.
Rahayu, Siti, dkk. 2006, Psikologi Perkembangan dalam Berbagai Bagiannya, Yogyakarta, UGM Press
Koeswara, E, 1991,  Teori-teori Kepribadian, Bandung,  PT. Eresco.
Masrun, 1977,  Aliran-aliran Psikologi, Yogyakarta,  Fakultas Psikologi Universitas Gadjah Mada.
Berry, Ruth, 2001, Freud: Seri Siapa Dia, Jakarta, Erlangga. 
Boeree, C.G, 2005, Sejarah Psikolog,  Dari Masa Kelahiran Sampai Masa Modern (Alih Bahasa: Abdul Qodir Shaleh),  Yogyakarta, Primasophie.
Boeree, C. G, 1997, Personality Theories,  Melacak Kepribadian Anda Bersama Psikolog Dunia, (Alih bahasa, Inyiak Ridwan Muzir),  Yogyakarta,  Primasonhie.
Koeswara, E, 1991, Teori-teori Kepribadian, Bandung,  Eresco.
Supratik, 1993, Teori-teori Psikodinamik (Klinis), Yogyakarta,  Kanisius.
Alwisol, 2005,  Psikologi Kepribadia,  Malang,  Penerbit Universitas Muhammadyah Malang.  
Payne, Malcolm, 2005, Modern Social Work Theory, Edisi Ketiga, New York, Palgrave Macmillan.
Rahayu, Siti, dkk,  2006,  Psikologi Perkembangan dalam Berbagai Bagiannya,  Yogyakarta, UGM Press.
Bimo Walgito, 2010, pengantar psikologi umum, Andi, Yogyakarta.
Neil J. Salkin, 2009, Teori-Teori Perkembangan Manusia, Bandung, Nusa Media.
Calvin s. Hall dan Garden Lindzey, 1993, Teori-Teori Psikodinasmika (klinis),Yogyakarta, Kanisius




0 comments:

Post a Comment