24.12.23

Essay Prestasi Pelayanan Masyarakat : Memberi Les Kepada Anak Disekitar Rumah

 

 

ESSAY PRESTASI PELAYANAN MASYARAKAT

PSIKOLOGI INOVASI

Dosen Pengampu : Dr., Dra. Arundati Shinta, MA

Nama : Alwiyah Dwi Pratiwi

NIM : 21310410034

Fakultas Psikologi

Universitas Proklamasi 45 Yogyakarta

 


Pelayanan Masyarakat : Memberi Les Kepada Anak Disekitar Rumah

Salah satu manfaat utama pelayanan masyarakat adalah menciptakan hubungan sosial yang kuat di antara tetangga. Dalam era di mana koneksi manusia sering kali diabaikan, memberikan les kepada anak-anak disekitar lingkungan rumah dapat menjadi jembatan untuk membangun kepercayaan dan menjalin hubungan sosial di antara anggota masyarakat.

Memberikan les kepada anak tetangga adalah salah satu contoh konkret dalam pelayanan masyarakat. Hal ini melibatkan waktu, keterampilan, dan energi untuk membantu anak-anak dalam pencapaian akademis mereka. Ketika seseorang berkomitmen untuk berbagi ilmu pengetahuan dan keterampilan mereka dengan anak-anak di sekitarnya, mereka secara tidak langsung menciptakan iklim pendidikan yang lebih mendukung.

Penting untuk diingat bahwa memberikan les kepada anak tetangga bukanlah sekadar tindakan sosial, tetapi juga investasi jangka panjang dalam masa depan. Dengan memberikan bimbingan kepada anak-anak, kita membantu menciptakan generasi yang lebih terdidik, mampu menghadapi tantangan, dan siap berkontribusi pada masyarakat secara lebih produktif.

Sementara memberikan les dapat membentuk ikatan sosial, konsep “jendela rusak” yang diungkapkan oleh James Q. Wilson dan George L. Kelling juga relevan. Dalam konteks ini, memberikan perhatian pada pendidikan anak-anak dapat dianggap sebagai cara untuk mencegah timbulnya masalah sosial yang lebih besar di masa depan.

Penelitian oleh Mark A. Musick dan John Wilson juga mendukung bahwa pelayanan masyarakat, termasuk memberi les, dapat memiliki dampak positif pada kesejahteraan mental dan emosional individu. Ini menunjukkan bahwa memberikan waktu dan perhatian kepada orang lain tidak hanya memberikan manfaat pada penerima, tetapi juga pada pemberi.

Ketika saya memutuskan untuk menjadi mentor bagi anak-anak tetangga, saya menyadari betapa kecilnya tindakan ini bisa memberikan dampak yang besar. Saya membawa pengetahuan dan keterampilan yang saya miliki, berharap dapat membantu mereka melewati rintangan pendidikan mereka. Melalui pertemuan kami, bukan hanya materi pelajaran yang saya bagikan, tetapi juga kisah hidup, nilai-nilai, dan pengalaman pribadi yang dapat menginspirasi mereka.

Peran saya bukan hanya sebagai pengajar, tetapi juga sebagai sahabat belajar. Saya menciptakan lingkungan yang ramah, di mana anak-anak tetangga merasa nyaman untuk bertanya dan belajar. Proses belajar bukan lagi sebuah beban, tetapi petualangan yang menyenangkan di mana kami saling mendukung dan tumbuh bersama.

Saya menyadari bahwa memberikan les kepada anak tetangga juga membuka pintu bagi saya untuk membangun hubungan sosial yang lebih baik. Setiap pertemuan adalah kesempatan untuk mengenal mereka lebih baik, memahami kebutuhan individu, dan meresapi keunikan setiap anak. Dalam proses ini, kami tidak hanya menjadi tetangga yang berbagi lingkungan tempat tinggal, tetapi menjadi keluarga kecil yang peduli satu sama lain.

Saya merasa senang dalam berkontribusi pada pendidikan anak-anak tetangga. Setiap langkah kecil yang saya ambil, setiap ilmu yang saya bagikan, merupakan bagian dari upaya bersama membangun masyarakat yang lebih baik.  

 


Referensi :

Wilson, J. Q., & Kelling, G. L. (1982). Broken Windows: The Police and Neighborhood Safety. The Atlantic Monthly, 249(3), 29–38.

Musick, M. A., & Wilson, J. (2003). Volunteering and Depression: The Role of Psychological and Social Resources in Different Age Groups. Social Science & Medicine, 56(2), 259–269.

 

0 komentar:

Posting Komentar