2.11.23

Essay Ujian Tengah Semester Psikologi Inovasi

 

Essay Ujian Tengah Semester Psikologi Inovasi

Maliqazuhra Iqbal (21310410003)

Kelas SJ / Semester 5

Dosen Pengampu : Dr. Dra. Arundati Shinta,

Fakultas Psikologi

Universitas Proklamasi 45 Yogyakarta

Nasution (2010:28) mengemukakan,  resistensi    terhadap    perubahan    merupakan   reaksi   emosional   dan   perilaku   terhadap  perubahan  kerja  riil  atau  imajinatif  dari organisasi. Reaksi tersebut bersifat alamiah terhadap sesuatu yang menyebabkan gangguan dan hilangnya  keseimbangan (Tarsan, 2018).

Penolakan-penolakan dari para mahasiswa tersebut ada hubungannya dengan teori-teori keengganan untuk berubah. Teori-teori keengganan untuk berubah menjelaskan bahwa manusia memiliki kecenderungan untuk menolak perubahan, baik secara sadar maupun tidak sadar. Hal ini disebabkan oleh berbagai faktor, antara lain:

  • Ketidaknyamanan. Perubahan seringkali menimbulkan ketidaknyamanan, baik secara fisik maupun psikologis. Misalnya, perubahan metode belajar dari tatap muka menjadi daring dapat menimbulkan ketidaknyamanan bagi mahasiswa yang belum terbiasa dengan teknologi.
  • Ketidak pastian. Perubahan seringkali menimbulkan ketidakpastian tentang apa yang akan terjadi di masa depan. Hal ini dapat membuat orang merasa khawatir dan takut. Misalnya, mahasiswa yang dipaksa untuk mengikuti program magang di luar kota mungkin akan merasa khawatir tentang bagaimana mereka akan menyesuaikan diri dengan lingkungan baru.
  • Kekhawatiran akan kehilangan. Perubahan seringkali dikaitkan dengan kehilangan sesuatu yang berharga, baik secara materi maupun nonmateri. Misalnya, mahasiswa yang dipaksa untuk lulus tepat waktu mungkin akan merasa kehilangan kesempatan untuk menikmati masa kuliahnya.

Film "How to build Resilience? The Story of the Donkey. From The Resilience Dynamic" bercerita tentang seekor keledai yang dipaksa untuk keluar dari lobang sumur. Keledai tersebut awalnya menolak untuk keluar karena merasa takut. Akan tetapi, setelah dipaksa berulang kali, akhirnya keledai tersebut berhasil keluar dari sumur tersebut.

Resilience (daya tahan) merupakan kemampuan untuk mengatasi kesulitan dan tantangan. Dalam konteks film tersebut, keledai tersebut menunjukkan resilience karena ia mampu mengatasi rasa takutnya dan akhirnya berhasil keluar dari sumur tersebut untuk melanjutkan kehidupan.

Hubungan antara resilience saya pada organisasi pemaksa tersebut dengan film tersebut adalah bahwa saya juga menunjukkan resilience dalam menghadapi kesulitan. Saya awalnya menolak untuk mengubah diri, namun setelah dipaksa berulang kali, akhirnya saya berhasil mengubah diri.

Bukti bahwa biasanya mengatakan setuju untuk mengubah diri, namun perilaku saya terkadang tidak mencerminkan persetujuan itu adalah sebagai berikut:

  • Saat mengikuti kelas Psikologi Inovasi, saya mengatakan setuju untuk mengubah diri menjadi lebih kreatif dan inovatif. Namun, dalam praktiknya, saya masih sering males-malesan dalam melaksanakannya dikarenakan membangun kebiasaan akan suatu hal yang baru butuh waktu.
  • Saat diminta untuk menjadi delegasi mengikuti pelatihan kepemimpinan, saya mengatakan setuju. Namun, setelah pelatihan selesai, saya tidak menerapkan apa yang saya pelajari dalam pekerjaan sehari-hari.

Saya bersedia mengubah diri meskipun tidak ada reward, dikarenakan berbagai hal positif yang diperoleh dari, Perubahan untuk menjadi lebih baik adalah hal yang penting, terlepas dari ada atau tidaknya reward. Perubahan diri dapat membawa manfaat bagi diri sendiri, orang lain, dan lingkungan sekitar. Misalnya, perubahan diri menjadi lebih disiplin dapat meningkatkan produktivitas kerja, perubahan diri menjadi lebih kreatif dapat menghasilkan ide-ide baru, dan perubahan diri menjadi lebih peduli terhadap lingkungan dapat menciptakan lingkungan yang lebih baik.

Perubahan yang saya lakukan bukan hanya untuk diri saya sendiri, tetapi juga untuk orang lain dan lingkungan sekitar. Oleh karena itu, saya merasa bertanggung jawab untuk melakukan perubahan, meskipun tidak ada reward yang diberikan.

Saya percaya bahwa perubahan yang saya lakukan akan memberikan manfaat bagi diri saya sendiri, orang lain, dan lingkungan sekitar, meskipun tidak ada reward yang diberikan. Misalnya, perubahan diri menjadi lebih sehat dapat meningkatkan kualitas hidup saya, perubahan diri menjadi lebih jujur dapat meningkatkan kepercayaan orang lain terhadap saya, dan perubahan diri menjadi lebih peduli terhadap sesama dapat membuat dunia menjadi tempat yang lebih baik.

References

Tarsan, V. (2018). Memahami dan mengelola resistensi atas perubahan. JIPD (Jurnal Inovasi Pendidikan Dasar), 2(1). Retrieved Oktober 2023

 

 

0 komentar:

Posting Komentar