9.10.23

WAWANCARA MENGENAI DISONANSI KOGNITIF PERILAKU MEROKOK PADA MAHASISWA

 


PSIKOLOGI INOVASI (Essay 3)

Semester Ganjil T.A 2023/2024

Oleh :

Anisa Zakiatun Nufus (21310410083)

Kelas A (Reguler)

FAKULTAS PSIKOLOGI

UNIVERSITAS PROKLAMASI 45 YOGYAKARTA

Dosen Pengampu:

Dr. Arundati Shinta, M.A.


Persentase perokok di Indonesia kian meningkat setiap tahunnya, Berbagai upaya kampanye anti rokok telah dilakukan sejak lama oleh pemerintah,  organisasi kesehatan maupun komunitas sosial untuk mengurangi angka perokok yang dapat berdampak bagi kesehatan. Membuat para perokok mengetahui adanya bahaya yang ditimbulkan oleh rokok, yang mengakibatkan munculnya disonansi kognitif.

Disonansi kognitif merupakan hubungan yang tidak selaras antara elemen-elemen kognitif yang menimbulkan disonansi (kejanggalan). Disonansi kognitif akan menimbulkan desakan untuk mengurangi disonansi tersebut dan menghindari peningkatannya. Hasil dari desakan tersebut dapat terwujud dalam perubahan pada kognisi, sikap, keyakinan, serta tingkah laku. Salah satu contoh disonansi kognitif adalah perokok. Seorang perokok akan tetap merokok meski tahu bahwa rokok berbahaya bagi kesehatannya. Perilaku merokok tidak hanya terjadi pada orang dewasa saja, melainkan bisa terjadi pada semua kalangan, seperti perempuan, remaja, hingga dikalangan mahasiswa. Merokok dikalangan mahasiswa merupakan hal yang biasa terjadi, hal ini sangat bertolak belakang dengan pengetahuan mahasiswa tentang bahaya yang ditimbulkan dari merokok serta kurangnya kesadaran mahasiswa akan kesehatan diri sendiri dan orang disekitar yang terpapar asap rokok.

Untuk memahami dan mendapatkan informasi yang lebih dalam tentang disonansi kognitif, terutama disonansi kognitif pada perokok dikalangan mahasiswa, dilakukan wawancara dengan narasumber seorang perokok yang berstatus sebagai mahasiswa disalah satu perguruan tinggi swasta yang ada di Yogyakarta, berinisal MAR, dan berusia 20 tahun. Dari wawancara yang dilakukan, didapatkan hasil:

A.   Bagian l : Pengetahuan Tentang Rokok

Apa yang anda ketahui tentang rokok?                        

“Rokok merupakan gabungan dari berbagai zat adiktif yang dihisap”

Zat-zat berbahaya apa saja yang terkandung dalam rokok ?

“Terdapat nikotin dan tar, dan itu berbahaya bagi tubuh”

Apa yang anda ketahui tentang bahanya merokok bagi kesehatan anda ?

“Banyak bahaya yang ditimbulkan dari merokok, seperti kecanduan dan tidak sehat bagi paru-paru”

Menurut anda, seberapa besar akibat buruk yang ditimbulkan asap rokok pada orang di sekitar anda ?

“Mengakibatkan orang disekitar mengalami sesak nafas, dan berdampak pada kesehatan”

B.    Bagian ll: Perilaku Merokok

Apakah anda merokok ?

“Iya, perokok aktif”

Apa yang memotivasi anda untuk merokok ?

“Karena melihat lingkungan, dan sudah menjadi kebiasaan”

Sejak kapan anda mulai merokok ?

“Awal mencoba rokok saat masih SD, Berlanjut ke SMP, walaupun belum terlalu sering, baru pada waktu SMA benar-benar menjadi perokok aktif hingga saat ini"

Berapa batang rokok yang anda hisap per hari ?

“Bisa 1 bungkus rokok perhari, 1 bungkus berisi 16 batang rokok”

Apakah ada keinginan untuk berhenti merokok ?

“Sebenarnya sudah ada keinginan untuk berhenti merokok sejak lama, pernah berhenti merokok selama setahun, karena pengaruh lingkungan jadi merokok lagi”

Menurut anda, siapa yang paling punya peranan untuk bisa menghentikan kebiasaan merokok seseorang?

“Yang pertama adalah keinginan dari diri sendiri, lalu dukungan dari orang tua, dan pasangan”

Menurut anda, bagaimana cara seseorang bisa berhenti merokok?

“Harus memiliki kemauan untuk berhenti merokok dari diri sendiri, mengurangi frekuensi merokok secara bertahap, alihkan dengan kegiatan lain seperti olahraga, dan menyadari bahaya rokok bagi kesehatan”

          Dari wawancara yang telah dilakukan, Narasumber sudah memiliki pengetahuan tentang rokok, seperti kandungan rokok, zat-zat berbahaya yang terkandung didalam rokok, serta menyadari bahaya yang ditimbulkan dari rokok, narasumber menyatakan bahwa lingkungan berpengaruh pada keinginan untuk merokok, narasumber juga sudah lama memiliki motivasi dan keinginan untuk dapat berhenti merokok, tetapi masih sulit untuk benar-benar bisa terbebas dari rokok. Menurut narasumber, kemauan dan keinginan dari diri sendiri serta dukungan dari keluarga dan pasangan akan sangat berpengaruh untuk mendukung seseorang agar dapat terbebas dari rokok.

 

 

 

 

Referensi:

Fadholi, F., Prisanto, G. F., Ernungtyas, N. F., Irwansyah, I., & Hasna, S. (2020). Disonansi Kognitif Perokok Aktif di Indonesia. Jurnal RAP (Riset Aktual Psikologi Universitas Negeri Padang)11(1), 1-14.




0 komentar:

Posting Komentar