10.10.23

Motivasi Belajar dan Tingkat Belajar Mandiri Dalam Kaitannya Dengan Prestasi Belajar Mahasiswa

 


Fika Yuliyanti (21310410007)

Psikologi Inovasi

Essay 2

Dosen Pengampu

Arundati Shinta

 

 

Review Jurnal

Nama Jurnal

Jurnal Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial Indonesia

Judul Jurnal

Motivasi Belajar dan Tingkat Belajar Mandiri Dalam Kaitannya Dengan Prestasi Belajar Mahasiswa

Tahun Terbit

2020

 

Peringkas

Fika Yuliyanti (21310410007)

Penulis Jurnal

Budiman Tampubolon

Topik

Topik dalam penelitian ini adalah bagaimana hubungan antara motivasi belajar dan tingkat belajar mandiri dengan prestasi belajar mahasiswa. Dalam kata lain, penelitian atau pembahasan akan mencari tahu bagaimana motivasi untuk belajar dan kemampuan belajar mandiri mahasiswa dapat memengaruhi hasil belajar mereka di lingkungan perguruan tinggi

Sumber

Tampubolon, B. (2020). Motivasi belajar dan tingkat belajar mandiri dalam kaitannya dengan prestasi belajar mahasiswa. Jurnal PIPSI (Jurnal Pendidikan IPS Indonesia), 5(2), 34.

Permasalahan

 

Tujuan

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui motivasi dan keterampilan belajar mandiri mahasiswa Program Studi Pendidikan Geografi Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Tanjungpura Pontianak

Isi

Belajar mandiri merupakan salah satu kemampuan yang harus dimiliki oleh mahasiswa. Definisi belajar mandiri bukan berarti belajar sendiri, yaitu hanya memegang setumpuk buku yang coba dibaca semua dan diselesaikan sendiri. Kata kunci dari belajar mandiri adalah “inisiatif sendiri”. Belajar mandiri berarti belajar secara berinisiatif, dengan ataupun tanpa bantuan orang lain. Sebagai mahasiswa yang mandiri tidak harus mengetahui semua hal, juga tidak diharapkan menjadi mahasiswa jenius yang tidak membutuhkan bantuan orang lain. Salah satu prinsip belajar mandiri adalah mahasiswa mampu mengetahui kapan mahasiswa membutuhkan bantuan atau dukungan pihak lain, termasuk mengetahui kapan perlu bertemu dengan teman mahasiswa, kelompok belajar. Bantuan/dukungan dapat berupa kegiatan kegiatan saling memotivasi untuk belajar, memotivasi, diri untuk giat belajar. Bantuan/dukungan dapat juga berarti buku literatur pendukung, kasus dari koran, perpustakaan, dan hal lain yang tidak berhubungan dengan orang.

Metode

Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif dengan pendekatan kuantitatif.

Hasil

1.      Motivasi belajar mahasiswa semester 2 dengan

IPK < 5,50 umumnya berada pada kategori

tinggi, namun belum diikuti dengan perolehan

prestasi belajar (IPK) yang tinggi.

2.        Umumnya mahasiwa semester IV dengan IPK

<5,50 sudah memiliki motivasi belajar dengan

kategori tinggi tetapi tidak diikuti dengan

perolehan IPK yang tinggi.

3.      Berdasarkan perhitungan korelasi ganda dengan

uji F pada mahasiswa semester II tidak ada

hubungan yang signifikan antara motivasi

belajar dengan tingkat belajar mandiri secara

bersama-sama dengan prestasi belajar

mahasiswa. Oleh sebab itu mahasiswa perlu

dibimbing untuk meningkatkan motivasi belajar

mandiri dan tingkat belajar mandiri untuk

mencapai prestasi belajar yang tinggi.

4.       Berdasarkan perhitungan korelasi ganda dengan

uji F pada mahasiswa semester IV koefisien

korelasi ganda yang ditemukan signifikan

(dapat diberlakukan untuk populasi dimana

sampel diambil). Jadi ada hubungan yang

signifikan antara motivasi belajar dengan

tingkat belajar mandiri secara bersama-sama

dengan perolehan prestasi belajar.

Diskusi

Tidak dapat di pungkiri bahwa motivasi belajar merupakan salah satu aspek yang berperan signifikan dalam proses tercapainya tujuan pembelajaran dan motivasi belajar juga akan mempengaruhi dan dipengaruhi oleh aspek kognitif, afektif dan psikomotor peserta didik. motivasi belajar dan belajar mandiri sangat penting untuk mencapai pretasi belajar mahasiswa,


0 komentar:

Posting Komentar