7.10.23

KAIN PERCA MENJADI BROS HIJAB YANG DAPAT MENAMBAH PENGHASILAN

 

Tugas Berperilaku Inovasi (Essay 4)

Mata Kuliah Psikologi Inovasi

Oleh:

Alfiantika Prastiwi (21310410094)

Dosen Pengampu:

Dra. Arundati Shinta,M.A


Topik

Kain perca menjadi bros hijab

Pendahuluan

Sampah merupakan hasil buangan dari suatu produksi baik domestik (rumah tangga) maupun industri. Menurut Undang-undang No 18 Tahun 2008 tentang pengelolaan sampah bahwa sampah merupakan sisa kegiatan sehari-hari yang tebentuk padat atau semi padat berupa organik atau anorganik bersifat terurai atau tidak dapat terurai. Limbah kain merupakan salah satu jenis limbah yang sulit diolah karena limbah kain termasuk limbah anorganik yang tidak mudah terurai (Rifaldi, et al., 2023). Limbah kain jika diolah dengan pembakaran akan menimbulkan asap dan gas beracun yang berbahaya bagi lingkungan. Limbah kain menempati urutan ke4 limbah terbanyak yakni 6,36 % secara berat dan 5,1 % secara volume (Susilo & Karya, 2017). Masih banyak industri yang tidak mengolah limbah kain dibandingkan kertas, plastik dan lain-ain. Pengolahan limbah kain saat ini dengan cara daur ulang. Beberapa industri mengambil limbah kain seperti perca, kancing, benang dan menjadikan produk baru seperti boneka, bantal, keset, dan sebagainya. Sampah yang banyak di jumapai adalah kain perca. Kain perca merupakan kain sisa pembuatan pakaian. Kain sisa dapat dimanfaatkan menjadi produk yang berguna seperti barang- barang kerajinan tangan diantaranya bross, tas, sarung bantal, keset, boneka dan lain sebagainya. Kerajinan tangan dari kain perca merupakan salah satu contoh karya seni rupa terapan 3 dimensi. Kain perca di pandang masyarakat hanyalah sebuah sampah yang tidak terpakai dan sering di bakar setelah digunakan. Banyak hal yang bisa dibuat menggunakan kain perca dan mampu menjadi sebuah penghasilan. Pemanfaatan kain perca masih jarang dilakukan generasi muda yang kurang memperhatikan hal- hal seperti kreativitas kerajinan tangan dengan memanfaatkan sisa kain yang ada di sekitar (Rifaldi, et al., 2023).

Tujuan

Memanfaatkan kain percaya yang tidak terpakai dan menjadi usaha sampingan yang menghasilkan.

Permasalahan

Banyak kain perca yang terdapat di rumah dan sudah tidak terpakai, sehingga dimanfaatkan menjadi bros yang dapat dijual

Bahan dan Alat

·         Bahan:

-          Kain perca

-          Benang

-          Manik-manik

-          Peniti bros

-          Lem tembak

·         Alat:

-          Gunting

-          Meteran

-          Kapur jahit

-          Jarum pentul

-          Jarum jahit

Cara pembuatan

-          Siapkan kain perca, gunting, meteran, kapus kain, jarum pentuk, jarum jahit, benang, manik-manik dll

-          Siapkan model yang ingin di buat

-          Ukur dengan meteran di kain perca memakai kapur jahit

-          Potong sesuai dengan ukuran, jika tidak ingin kain bergerak-gerak pasangkan jarum pentul di sebelah kain yang ingin di potong

-          Gunting sesuai model

-          Jahit mengikuti model yang dibuat

-          Pasang manik manik di bagian yang sesuai model

-          Setelah jadi pasangkan jarum di belakang bros menggunakan lem tembak

Promosi

Dipromosikan melalui media sosial, seperti Instagram dan WhatsApp. Hal ini karena media tersebut banyak digunakan dan memiliki sasaran kepada kaum muda. Sehingga jangkauan promosi meluas bahkan peluang terjual juga besar.

Link Promosi

https://www.instagram.com/p/CyDrC4UPsCQ/?igshid=NzZhOTFlYzFmZQ==

 

 

References

Rifaldi, R., Sulpa, S., Agustina, S., Zwarsnara, N., Resky, R., Paosan, A., & Jusrianti, J. (2023). Pemanfaatan kain perca menjadi bros bunga. Community Development Journal, 4(2), 4366-4367.

Susilo , R., & Karya, A. (2017). Pemanfaatan limbah kain perca untuk membuat furnitur. Jurnal Tingkat Sarjana Senirupa dan Desain, 1-2.


0 komentar:

Posting Komentar