23.10.23

Essay 3 Wawancara Tentang Disonansi Kognitif

 

Disonansi Kognitif

Muhammad Nurul Yulianto

23310420076

Psikologi Inovasi

Essay 3 Wawancara Tentang Disonansi Kognitif

Dosen Pengampu Dra. Arundati Shinta, M.A.




 

 

Partisipan
Nama                 : AJ (nama samara)

Usia                    :20 tahun

Jabatan             : Mahasiswa

 

IR

Selamat siang kak, perkenalkan saya anto. Kebetulan saat ini saya sedang mendapatkan tugas mengenai seputar rokok nih kak. Kak, boleh perkenalan dong. Sekalian kakak ini sudah ngerokok sejak kapan

IE

Hallo mas, aku AJ sekarang usianya 20 tahun. Aku mulai ngerokok dari SMP kalau nggak salah inget. Umur 14an kayaknya

IR

Wah, udah dari usia segitu ya kak buat ngerokok. Terus kenapa sih kok kakak bisa mulai ngerokok?

IE

Iya mas, dari umur segitu. Karena memang lingkungan banyak yang ngerokok ya mas. Jadi aku juga ikut ngerokok.

IR

Berarti karena lingkungan akhirnya jadi ikutan yaa. Tapi kakak sendiri tahu nggak sih bahaya merokok ini?

IE

Sebenarnya tahu ma. Apalagi setelah SMA dan kuliah ini kan juga semakin sering lihat berita dan jug abaca-baca ya mas. Jadi juga tahu bahayanya itu gimana. Makanya kalau sekarang aku lebih milih buat mengurangi intensitas merokok dan juga nggak negrokok di lingkungan ramai terutama banyak yang bukan perokok

IR

Berarti sebenarnya tahu bahaya merokok ya kak. Cuman sekarang masih tetap merokok dan menguranginya. Kalau boleh tahu nih kak. Dulu dan sekarang perbedaannya berap sih kak dalam merokok sehari

IE

Iya mas. Dulu saya bisa saja habis 1 bungkus satu hari mas. Cuman kalau sekarang ya maksimal cuman habis 5 batang sehari

IR

Ohhh,, hebat dong kak sudah berusaha menekan bahkan sampai sebanyak itu pengurangannya. Tapi ada keinginan untuk berhenti nggak sih kak?

IE

Ada sih mas. Tmakanya saya mulai mengurangi sedikit-sedikit. Soalnya susah kalau mau langsung. Rasanya tuh mulutnya asem kalau sehari nggak ngerokok

IR

Baiklah mas kalau begitu. Semoga bisa segera berhenti ya kak dengan pelan-pelan. Kalau begitu makasih ya kak untuk waktu dan sharingnya

IE

Iay mas, sama-sama

 

 

Melalui proses wawancara terrsebut kita dapat mengetahui bahwa partisipan mulai merokok sejak usai 14 tahun karena lingkungan yang banyak perokok. Hingga akhirnya setelah partisipan cukup dewasa dan juga mengetahui bagaimana bahaya dalam merokok, partisipan mulai merasa tidak nyaman dan ingin berhenti merokok. Hal ini yang dinakan dengan Disonansi kognitif adalah situasi yang mengacu pada konflik mental, yang terjadi ketika keyakinan, sikap, dan perilaku seseorang tidak selaras.Sehingga partisipan ingin berhenti merokok secara perlahan-lahan. Kondisi ini juga menjadikan partisipan merasa bersalah ketika partisipan harus merokok di sekitar orang lain yang tidak merokok. Karena itu partisipan masih merokok akan tetapi mulai mengurangi intensitas merokok yang sebelumnya dikisaran 1 bungkus sehari menjadi 5 batang dalam sehari

0 komentar:

Posting Komentar