8.10.23

Essai 3 : Wawancara Disonansi Kognitif Perokok Aktif

 

Wawancara Disonansi Kognitif Perokok Aktif




Nisa Nur Lathifah

21310410068

Kelas Sabtu Pagi

Dosen Pengampu  Dr. Arundati Shinta, MA

Psikologi Inovasi

Universitas Proklamasi 45 Yogyakarta

 

                Merokok merupakan salah satu faktor resiko penyebab masalah kesehatan yang ada di Indonesia, seperti kanker paru – paru, penyakit saluran pernafasan, stroke, dan masih banyak lainnya yang menyebabkan kematian. Di negara maju, kebiasaan merokok semakin menurun, sedangkan di negara yang berkembang justru kebiasaan merokok semakin naik.

            Meskipun ada banyak dokumentasi tentang dampak negatif dari merokok dan kematian yang diakibatkannya, namun hingga hari ini angka merokok di Indonesia semakin meningkat dan semakin muda umur mulai merokok. Perokok yang berasal dari kelompok jumlah perekonomian yang kurang mampu semakin meningkat. Masalah ini disebabkan oleh dampak kecanduan nikotin, selain pengetahuan tentang dampak kesehatan dari merokok masih kurang dan dampak dari rokok belum dirasakan segera, tetapi baru akan dirasakan dalam jangka waktu yang cukup lama.

            Berikut identitas, pertanyaan, dan jawaban dari narasumber yang merupakan perokok aktif yang saya wawancarai  :

Inisial             : PS

Usia                 : 28 tahun

Jenis Kelamin : Laki – laki

Pekerjaan        : Karyawan swasta

Berikut merupakan jawaban dari narasumber :

NO.

Pertanyaan

Jawaban

1

Kapan Anda mulai merokok?

Saya mulai mencoba merokok saat kelas tiga SMP, namun belum aktif, hanya coba -coba saja karena ikut – ikut teman. Aktif merokok saat kelas dua SMA.

2

Kenapa Anda merokok?

Awalnya merokok karena ikut – ikut teman dan akhirnya keterusan dan kecanduan.

3

Apakah Anda mengetahui bahaya merokok?

Tahulah, yang jelas nggak baik untuk paru – paru dan pernafasannya jadi nggak sehat. Dulu sebelum merokokkan kalau olahraga seperti futsal atau main sepak bola masih kuat nafasnya, tapi setelah jadi perokok aktif  jadi kerasa lebih engap dan gampang ngos-ngosan, nafas jadi kerasa lebih pendek.

4

Apakah pernah ada keinginan untuk berhenti merokok?

Sering, setiap hari ada keinginan untuk berhenti merokok. Tahun 2018 sudah pernah mencoba berhenti sekitar satu bulanan lebih, bisa berhenti. Tapi ya belum bisa karena udah kecanduan dan pengen aja ngerokok gitu.  

5

Apa hal yang Anda rasakan setelah merokok?

Pernafasannya jadi lebih engap, lebih mudah ngos-ngosan. Selain itu kaya udah jadi kebiasaan kalau lagi galau, lagi mikir, lagi bengong itu harus sambal ngerokok, jadi bukan ngerokok jadi bikin tenang itu engga, tapi udah kebiasaan aja kalau ada waktu – waktu tertentu yang harus dilakukan sambal merokok. Merokok jadi bikin lebih boros, karena ibaratnya seperti membakar uang.

6

Berapa batang rokok yang Anda habiskan dalam sehari?

Rata - rata dalam sehari habis satu bungkus rokok.

Berdasarkan  hasil wawancara dengan narasumber tersebut, PS memahami bahwa merokok tidak baik untuk kesehatannya dan merugikan diri sendiri. Namun, sikap yang ditujukan PS tidak sejalan dengan pemikiran dan pemahamannya, karena sudah merokok sudah menjadi kebiasaan dan pelampiasannya agar tidak bosan dan membuat lebih tenang.



Sumber : 

Sirait, A. M., Pradono, Y., & Toruan, I. L. (2002). Perilaku merokok di Indonesia. Buletin Penelitian Kesehatan30(3). https://repository.badankebijakan.kemkes.go.id/id/eprint/1113/

0 komentar:

Posting Komentar