6.1.23

MENABUNG DI BANK SAMPAH DAN MEMBUAT TABUNGAN DARI KARDUS ESSAY UJIAN AKHIR PSIKOLOGI LINGKUNGAN



 

MENABUNG DI BANK SAMPAH DAN MEMBUAT TABUNGAN DARI KARDUS

ESSAY UJIAN AKHIR PSIKOLOGI LINGKUNGAN

Dosen Pengampu : Dr.Dra. Arundati Sintha

 Disusun Oleh : Binti Nadhifah\21310410118

Fakultas Psikologi Universitas Proklamasi 45 Yogyakarta.

 

Sampah merupakan material sisa yang sudah tidak digunakan lagi dan belum memiliki nilai ekonomis. Sampah sendiri adalah masalah bagi setiap negara terutama bagi negara-negara berkembang termasuk Indonesia, dimana negara berkembang masih mengalami kesulitan dalam mengatasi permasalahan sampah.Sampah selalu dihasilkan setiap harinya, dan di Indonesia sendiri jumlah sampah terus bertambah dari tahun ke tahun. Sampai sekarang masalah sampah belum bisa teratasi, banyak sampah yang belum bisa dikelola dengan baik. Jika masalah sampah terus dibiarkan, maka akan bertampak pada kelangsungan hidup manusia dan mengakibatkan kerusakan lingkungan. Banyak faktor penyebab masalah sampah di Indonesia, salah satu penyebabnya adalah kurangnya kesadaran masyarakat untuk tidak membuang sampah sembarangan. Hal ini disebabkan karena kebiasaan hidup dan budaya masyarakat di Indonesia. Sampah sendiri dinilai sebagai sesuatu yang tidak bermanfaat yang harus dibuang, sementara masyarakat sendiri tidak memikirkan bagaimana cara penanganan sampah. Selain itu, rendahnya menajemen sampah dan kurangnya tempat pembuangan sampah juga mengakibatkan masalah sampah terus meningkat. Jika masalah sampah belum dapat dikelola dengan baik, maka ini akan menyebabkan dampak negatif. Contohnya seperti pembakaran sampah dapat mengakibatkan pencemaran udara. Lalu sampah bisa mengakibatkan pencemaran air, pencemaran tanah, dan pencemaran udara. Dengan terjadinya pencemaran lingkungan, maka ekosistem juga akan terganggu. Selain itu, sampah juga merusak pemandangan. Bahkan lebih parahnya, sampah juga bisa menyebabkan masalah kesehatan. Hal ini dikarenakan sampah yang menumpuk menjadi sarang dan tempat berkembang biaknya kuman-kuman, bakteri, tikus dan lainnya. Ini tentu saja akan menyebabkan kualitas lingkungan di Indonesia menurun. cara yang dapat dilakukan masyarakat untuk membantu mengurangi masalah sampah, salah satu upaya yang dapat dilakukan adalah dengan mengelola sampah. Pengelolaan sampah sangat membantu dalam meminimalkan jumlah sampah. Pengelolaan sampah dapat dilakukan berdasarkan prinsip 4R, yaitu reduce (mengurangi), reuse (memakai kembali), recycle (daur ulang), dan replace (mengganti). Reduce adalah upaya untuk mengurangi jumlah sampah yang kita hasilkan. Reuse yaitu menggunakan barang-barang yang bisa digunakan/dimanfaatkan kembali. Lalu recycle yaitu mendaur ulang/mengolah barang-barang yang tidak terpakai menjadi bermanfaat. Dan prinsip yang terakhir yaitu replace, replace adalah mengganti barang-barang sekali pakai dengan barang yang lebih tahan lama atau barang yang dapat digunakan berkali-kali.

Dalam upaya untuk mengurangi jumlah sampah yang kita hasilkan pada essay ke 3 maka saya memilih untuk menabung di bank sampah

Kegiatan yang di pilih pada essay 3 ?

Menabung di bank sampah

Alasan menabung di bank sampah ?

Karna lokasi bank sampah yang berdekatan dengan rumah dan memanfaatkan sampah non organic yang menumpuk di rumah sehingga mampu mengurangi  penumpukan sampah dan mencegah pencemaran lingkungan dan menjadikan barang yang di buang menjadi uang

Bagaimana caranya agar kegiatan menabung di bank sampah tersebut berkelanjutan meski sudah tidak mengambil mata kuliah psikologi lingkungan  ?

Dengan menanamkan kesadaran terhadap diri sendiri akan bahaya pencemaran lingkungan yang  di sebabkan oleh sampah sehingga mampu menjaga kebersihan lingkungan di antaranya dengan memisahkan sampah non organic dan organic sehingga  sampah non organic bisa di di manfaatkan dengan menabung di bank sampah dan mampu mengrangu jumlah sampah yang akan masuk ke TPA.

 

 Adapun hubungan antara menabung di bank sampah yang saya lakukan dengan hierarki prioritas pengelolaan limbah adalah pemanfaatan dengan cara penggunaan kembali (reuse) yaitu penggunaan kembali limbah dengan tujuan tanpa melalui proses tambahan kimia,fisika,biologi, sehingga sampah yang saya tabung bisa di daur ulang  kembali seperti membuat tabungan dengan kardus Penerapan prinsip hirarki limbah yang konsisten dapat mengurangi jumlah limbah sehingga bisa menekan biaya pengolahan limbah dan juga dapat meningkatkan kemanfaatan bahan baku yang pada gilirannya dapat mengurangi kecepatan pengurasan sumber daya alam. Bagi perusahaan dan masyarakat, penerapan prinsip hirarki pengelolaan limbah dapat berarti efisiensi biaya dan keuntungan secara ekonomi.



SUMBER REFERENSI

https://bsilhk.menlhk.go.id/index.php/2022/06/02/ikn-tantangan-kelola-sampah-standar-minimal-harus-berjalan/#:~:text=Data%20Kementerian%20Lingkungan%20Hidup%20dan,tahun%20atau%2072%2C95%25.

http://et-konsultanlingkungan.blogspot.com/2012/01/prinsip-hirarki-pengelolaan-limbah.html?m=1

 

SOAL 3B.

Alasan tidak memilih kegiatan kompos ?

Karna memanfaatkan sampah non organic yang sering menumpuk di pekarangan rumah di antaranya, botol plastic yang tiap hari menumpuk karena lokasi rumah yang berdekatan dengan sekolah sehingga banyak anak-anak sekolah yang membuang botol plastik dan posisi bank sampah yang lokasi tidak jauh dari rumah dan di buka setiap hari sehingga ada inisiatif untuk memilih menabung di bank sampah dari pada membuat kompos.

 

 

0 komentar:

Posting Komentar