28.12.22

Pembuatan Kompos Dari Limbah Rumah Tangga

 Nama    : Ferianto Aryo Nugroho

NIM    : 21310410049

Dosen Pengampu    : Dr., Dra. Arundati Shinta MA

Kelas    : Psikologi SJ





Kompos adalah salah satu cara untuk menangani limbah rumah tangga yang efektif dan ramah lingkungan. Dengan membuat kompos, kita dapat mengubah sampah organik menjadi bahan yang berguna untuk meningkatkan kualitas tanah dan memberi nutrisi kepada tanaman. Selain itu, membuat kompos juga dapat mengurangi jumlah sampah yang dibuang ke tempat pembuangan akhir, seperti tpa (tempat pembuangan akhir). Dengan demikian, kompos merupakan salah satu solusi yang dapat kita terapkan untuk menangani masalah limbah rumah tangga secara efektif dan ramah lingkungan.

            Pada kesempatan kali ini, penulis menyempatkan diri untuk membuat kompos dari limbah dapur berupa kulit buah dan sisa sayuran. Berat dari limbah – limbah organik ini mencapai kurang lebih 50 gram. Waktu pembuatan kompos ini dimulai pada tanggal 4 Desember 2022 dan selesai pada tanggal 25 Desember 2022. Langkah pertama penulis menyiapkan wadah yang berlubang di bawahnya. Kemudian mengalasi pot dengan daun kering sebagai starter. Setelah itu mengisi pot dengan tanah dan pupuk kandang yang membantu untuk memanaskan kompos. Idealnya kompos harus memiliki suhu 40 – 60 derajat celcius. Setelah itu penulis memasukkan  limbah organik yang telah dicacah terlebih dahulu. Kemudian diisi lagi dengan sekam padi.

            Pot berisi kompos tadi lalu diletakkan di atas ember untuk menampung air lindinya. Kemudian ditambah bioaktivator berupa EM4. EM4 ini berfungsi untuk menambah bakteri pengurai dan mempercepat proses fermentasi. Setelah semua proses di atas ember kemudian ditutup untuk menjaga kelembaban selama proses fermentasi. Setelah 3 hari, penulis mengecek apakah kompos berjalan atau tidak. Penulis kemudian melanjutkan proses setelah mengetahui bahwa kompos terlihat hitam, hangat dan tidak berbau.

            Setelah minggu pertama berlalu penulis menambahkan sampah dapur seperti sisa sayuran dan kulit buah. Setelah itu kompos kemudian diaduk agar sampah yang baru ikut terkena komposter yang ada di bawah. Komposter ini merupakan sistem aerob yang membutuhkan oksigen. Proses pengadukan ini diperlukan untuk membantu kompos mendapatkan oksigen yang membantu proses penguraian. Setelah ditutupi dengan daun kering lagi kemudian tinggalkan kompos sampai minggu keempat dengan pengecekan berkala setiap minggunya.

            Minggu kedua penulis mengecek kembali kompos yang dibuat. Setelah memastikan bahwa kompos terlihat hitam dan hangat kemudian penulis melanjutkan prosesnya. Begitu juga di minggu ketiga. Pada minggu keempat, yaitu tanggal 25 Desember 2022 adalah waktu untuk memanen kompos yang telah dibuat empat minggu yang lalu. Disini terlihat sayuran yang dulu dimasukkan ke dalam kompos sudah menghitam. Kompos juga tidak berbau dan tidak ada binatang tanah. Ini tandanya bahwa kompos berhasil dibuat. Penulis memanen ait lindi yang bisa digunakan sebagai pupuk cair. Kompos padat tidak bisa langsung digunakan dan harus diangin anginkan terlebih dahulu selama beberapa hari agar bisa dipakai.

            Setelah membahas tentang pembuatan kompos dari limbah rumah tangga, dapat disimpulkan bahwa kompos merupakan salah satu solusi yang efektif dan ramah lingkungan untuk menangani masalah limbah rumah tangga. Dengan membuat kompos, kita dapat mengubah sampah organik menjadi bahan yang berguna untuk meningkatkan kualitas tanah dan memberi nutrisi kepada tanaman. Selain itu, membuat kompos juga dapat mengurangi jumlah sampah yang dibuang ke tempat pembuangan akhir, seperti tpa (tempat pembuangan akhir). Dengan demikian, pembuatan kompos dari limbah rumah tangga merupakan solusi yang dapat kita terapkan untuk mengurangi dampak negatif limbah rumah tangga terhadap lingkungan.


0 komentar:

Posting Komentar