6.11.22

MENGIKUTI LOMBA DALAM RANGKA HARI KESEHATAN MENTAL SEDUNIA

 

MENGIKUTI LOMBA DALAM RANGKA HARI KESEHATAN MENTAL SEDUNIA

Oleh:

Alfiantika Pratiwi (21310410094)

Kelas A (Reguler)

Dosen Pengampu:

Dr. Arundati Shinta, M.A

Psikologi Lingkungan (Essay Prestasi)

FAKULTAS PSIKOLOGI

UNIVERSITAS PROKLAMASI 45 YOGYAKARTA

Semester Ganjil T.A 2022/2023


Pada tanggal 10 Oktober 2022 adalah Hari Kesehatan Mental Sedunia. Pada tanggal tersebut juga Universitas Gadjah Mada Fakultas Psikologi mengadakan sebuah lomba Instagram Reels dalam rangka Hari Kesehatan Mental Sedunia. Ada banyak Mahasiswa Psikologi Universitas Proklamasi 45 yang juga mengikuti lomba tersebut, termasuk saya. Dalam lomba tersebut menjunjung tema Kesehatan Mental: Prioritas bagi Semua. Lomba tersebut diadakan secara bertahap, pada tanggal 28 September sampai 10 Oktober adalah waktu registrasi dan pendaftaran, dan tanggal 11 Oktober sampai 20 Oktober adalah hari penjurian, sedangkan tanggal 21 Oktober adalah hari pengumuman. Sudah pada tahu belum kesehatan mental itu apa? Menurut WHO kesehatan mental yaitu dimana kondisi individu yang dapat mengelola stres dalam kehidupan yang wajar untuk bekerja secara produktif dan menghasilkan, serta berperan dalam komunitasnya (Aula, 2019). Dalam hal ini menjadi poin utama dalam kita menjaga diri kita diluar dari fisik kita. Banyak sekali sekarang kasus-kasus yang terjadi akibat dari kesehatan mental yang terganggu. Maka dari itu keshehatan mental itu menjadi poin penting dalam menjaga tubuh kita, meskipun hal tersebut membutuhkan waktu dan sebuah proses. Dalam perlombaan yang diadakan kemarin sangat dipenuhi antusias oleh semua orang, karena lomba tersebut diadakan secara gratis dan hadiah yang diberikan sangat lumayan besar. Banyak sekali kontestan-kontestan yang membuat Instagram Rell dengan menarik sesuai kreatifitasnya masing-masing. Perlombaan ini tergolong cukup mudah karena kami tinggal membuat sebuah video dan di upload di rell instagram. Bahkan ketentuan-ketentuan dalam perlombaan tidak terlalu rumit. Sebelum mengikuti saya merasa minder dalam membuatnya dikarenakan saya membuat video tersebut sangat minim waktu dengan penutupan perlombaan. Video saya pun bisa dikatankan tidak terlalu menarik, saya hanya membuat video biasa tanpa ada tambahan sesuatu yang kreatif, karena mengingat waktu yang sudah minim. Meskipun video saya tampil biasa saja saya tetap percaya diri untuk mengirimkan video perlombaan tersebut. Tepat pada tanggal pengumuman kemarin saya mengecek bahwa saya tidak mendapatkan juara dalam perlombaan tersebut. Tapi hal itu tidak membuat saya putus asa karena masih ada kesempatan-kesempatan diluar sana yang menanti untuk dipertarungkan lagi. Jadi dari cerita ini ada sebuah pesan yang perlu teman-teman pahami, yaitu sebuah Kesehatan Mental yang harus dijaga dan dipentingkan diluar dari kesehatan fisik. Salam sehat dari saya untuk semuanya 😊

 

 

Referensi

Aula, A. G. (2019). Paradigma Kesehatan Mental . Jurnal UNAIRNEWS.

 

 

 

 

0 komentar:

Posting Komentar