9.11.22

ANDIL PEREMPUAN DALAM PELESTARIAAN LINGKUNGAN

                     

                            ESSAY UJIAN TENGAH SEMESTER PSIKOLOGI LINGKUNGAN 

Dosen Pengampu : Dr. Arundati Shinta, MA 

Disusun Oleh  : ALITA DWI NUR’AINI

Nim   : 21310410080

Fakultas Psikologi 

Universitas Psikologi 45 yogyakarta

 






Pembuangan sampah yang tidak diurus dengan baik, akan mengakibatkan masalah besar. Karena penumpukan sampah atau membuangnya sembarangan ke kawasan terbuka akan mengakibatkan pencemaran tanah yang juga akan berdampak ke saluran air tanah. Demikian juga pembakaran sampah akan mengakibatkan pencemaran udara, pembuangan sampah ke sungai akan mengakibatkan pencemaran air, tersumbatnya saluran air dan banjir (Sicular 1989).

Selain itu, Eksploitasi lingkungan adalah menjadi isu yang berkaitan dengan pengurusan terutama sekitar kota Oleh sebab itu, banyak negara besar melakukan incineration atau pembakaran, yang menjadi alternatif dalam pembuangan sampah. Sementara itu, permasalahan yang dihadapi untuk proses ini adalah biaya pembakaran lebih mahal dibandingkan dengan sistem pembuangan akhir. Apabila sampah ini digunakan untuk pertanian dalam jumlah yang besar, maka akan menimbulkan masalah karena mengandung logam berat.

Sampah adalah suatu bahan yang terbuang atau dibuang dari sumber hasil aktifitas manusia maupun alam yang belum memiliki nilai ekonomis. Sampah berasal dari rumah tangga, pertanian, perkantoran, perusahaan, rumah sakit, pasar, dan sebagainya. Secara garis besar, sampah dibedakan menjadi: 1). Sampah organik/basah, Contoh : Sampah dapur, sampah restoran, sisa sayuran, rempah-rempah atau sisa buah dan lain-lain yang dapat mengalami pembusukan secara alami.2) Sampah anorganik/kering, Contoh : logam, besi, kaleng, plastik, karet, botol, dan lain-lain yang tidak dapat mengalami pembusukan secara alami. 3). Sampah berbahaya, Contoh : Baterai, botol racun nyamuk, jarum suntik bekas dan lain-lain.

Permasalahan sampah di Indonesia antara lain semakin banyaknya limbah sampah yang dihasilkan masyarakat, kurangnya tempat sebagai pembuangan sampah, sampah sebagai tempat berkembang dan sarang dari serangga dan tikus, menjadi sumber polusi dan pencemaran tanah, air, dan udara, menjadi sumber dan tempat hidup kuman-kuman yang membahayakan kesehatan.

Langkah langkah perempuan dalam pengelolaan sampah diantaranya adalah pembuatan kompos. Pengomposan adalah perubahan fisik dari sampah organik menjadi kompos, menggunakan proses biologis yaitu dengan bantuan mikro dan makro organisme. Bahan baku yang diperlukan untuk pembuatan pupuk kompos adalah sampah dapur, sampah kebun, sampah pertanian, peternakan, pertukangan dan sampah pasar. Sedangkan model pengomposan bisa disesuaikan dengan besarnya lahan yang ada, diantaranya adalah; lubang tanah, lubang biopori, lubang biopot, komposter, bak kompos komunal, model open window dan komposter elektrik.

Selanjutnya yaitu dengan pemanfaatan sampah plastik bekas minuman Plastik merupakan jenis sampah yang paling sulit untuk diurai dan sekaligus paling banyak mencemari lingkungan. Butuh waktu sampai 500 tahun untuk mengurai plastik bekas botol air mineral. Pencemaran limbah plastik tidak hanya ada di daratan, di laut pun banyak pencemaran limbah plastik sehingga mengganggu ekosistem yang ada di laut. Yaitu membuat air laut tercemar dan banyak hewan laut yang tertelan sampah plastik yang menyebabkan kematian. Degan memanfaatkan limbah plastik kita juga bisa turut andil dalam menyelamatkan lingkungan. Sekarang ini banyak sekali usaha daur ulang sampah plastik, selain menyelamatkan lingkungan, dari daur ulang plastik itu juga tentunya bernilai materiil. Disekitar kita tentunya banyak sekali sampah plastik, baik dari plastik snack, plastik bekas belanja, bekas sabun, pewangi ataupun botol mineral.

Selain itu peranan dari bank sampah tak kalah penting Bank Sampah berdiri karena adanya keprihatinan masyarakat akan lingkungan hidup yang semakin lama semakin dipenuhi dengan sampah, baik organik maupun anorganik. Semakin banyak sampah, akan menimbulkan semakin banyak masalah. Oleh karenanya, diperlukan pengolahan seperti membuat sampah menjadi bahan yang berguna. Pengelolaan sampah dengan sistem Bank Sampah ini diharapkan mampu membantu pemerintah dalam menangani sampah dan eningkatkan ekonomi masyarakat.8 Tujuan utama pendirian Bank Sampah adalah untuk membantu menangani pengolahan sampah di Indonesia. Tujuan selanjutnya adalah untuk menyadarkan masyarakat akan lingkungan yang sehat, rapi, dan bersih. Bank Sampah juga didirikan untuk mengubah sampah menjadi sesuatu yang lebih berguna dalam masyarakat. seperti yang terjadi di bank sampah "SUROLARAS" di daerah kraton.

Referensi ;

Suryani, A. S. (2014). Peran bank sampah dalam efektivitas pengelolaan sampah (studi kasus bank sampah Malang). Aspirasi: Jurnal Masalah-masalah Sosial5(1), 71-84.

Saputro, Y. E., Kismartini, K., & Syafrudin, S. (2016). Pengelolaan sampah berbasis masyarakat melalui bank sampah. Indonesian Journal of Conservation4(1).

0 komentar:

Posting Komentar