Laporan Kuliah Lapangan Psikologi Lingkungan
Pengampu: Arunati Shinta
Oleh: Fariha Aulia Syahda (21310410092) Muslimin (21310410065)
Fakultas Psikologi Universitas Proklamasi 45
Yogyakarta
Kompos adalah hasil pelapukan dari berbagai bahan yang berasal dari makhluk hidup seperti daun, cabang tanaman, kotoran hewan dan sampah. Prosesnya dapat dipercepat dengan bantuan manusia dan penggunaan kompos sekarang lebih banyak digunakan dibandingkan dengan penggunaan pupuk kandang, karena kompos sangat mudah dibuat. Sedangkan pengomposan itu sendiri adalah proses penguraian mikrobiologis alami dari bahan buangan/ limbah ataupun bagian dari tumbuhan. Kompos sengaja dibuat karena proses tersebut jarang terjadi secara alami karena kemungkinan besar kondisi kelembapan dan suhu yang tidak cocok untuk proses biologi yang terlalu rendah maupun terlalu tinggi. Hubungannya dengan perilaku tentu saja sangat berhubungan, dengan kita mencoba membuat kompos sudah berapa banyak kita membantu lingkungan yang mungkin tercemar karena tidak memperhatikan masyarakat terhadap sampah. |
Cara-cara membuat kompos menurut film youtube. 1) bahan: - Nasi - Daun kering - bara udara - Tali rapiah 2) Peralatan yang dibutuhkan: - karung - Tali rapiah - Bara - Kayu 3) Langkah-langkah membuat kompos : - Buatlah solusi dekomposisi: pernikahan nasi dalam satu ember lalu campurkan dan aduk. - Setelah tuang daun kering setengah karung lalu siram dengan larutan dekomposisi tadi. Lalu aduk sampai lembab. - Daun kering yang sudah disiram kembali ke dalam karung setelah itu siram dengan larutan dekomposisi tadi sampai melembab rata ke bawah. - Langkah terakhir, ikat karung tersebut dengan tali rapiah. 4) Kompos dipanen pada 4 minggu kedepan proses pelembapan yang ada dalam kompos dilakukan secara bertahap karena perminggunya 5) Anda dapat menggunakan kompos dengan mencampurkannya pada tanah di pot, menaburkannya di atas permukaan tanah, atau sebagai ganti mulsa (bahan-bahan kering seperti jerami). Anda juga dapat merendam sedikit kompos selama 24-48 jam, kemudian menyemprotkan air saringannya untuk menyuburkan tanaman. |
||
|
Kesimpulan:
terdapat perbedaan antara youtube dan lapangan. Berdasarkan video youtube bahan utama yang digunakan adalah nasi dan daun kering, dan bahannya lebih sedikit dari kuliah lapangan, dan dari cara pembuatannya pun berbeda dan menurut kelompok kami lebih mudah yang berdasarkan youtube. |
Daftar pustaka: |
Siregar, I., Sri, D. dan Budi, W. (2006). PARTISIPASI PROYEK ITTO
PEMBENTUKAN KOLABORASI PENGELOLAAN HUTAN LESTARI DI DUSUN ARO, JAMBI NRP : PD 210/03 Pdt. 3 (P) FAKULTAS KEHUTANAN IPB . [online] Tersedia di: https://repository.ipb.ac.id/jspui/bitstream/123456789/65538/8/6.%20Module%20pelatihan%20KOMPOS%2C%20Iskandar%20Z.%20Siregar%20dan%20Sri% 20Wilarso%20Budi%20R.pdf.
Kuliah Lapangan Psikologi Lingkungan
0 komentar:
Posting Komentar