19.10.22

MERINGKAS ARTIKEL KORAN & OPINI SAYA TENTANG GAYA HIDUP NOL SAMPAH KIAN POPULER

PEMANFAATAN KEMBALI BARANG YANG TIDAK DIGUNAKAN

MENJADI BARANG YANG LAYAK PAKAI

Exwati Miatari (19310410030)

Fakultas Psikologi Universitas Proklamasi 45 Yogyakarta

2022


Topik

Gaya Hidup Nol Sampah Kian Populer

Sumber

Eren, M. (2022). Gaya Hidup Nol Sampah Kian Populer. Kompas. 2 Oktober 2022, hal. 4.

Ringkasan

       * Dalam kehidupan modern saat ini, kesadaran untuk perduli terhadap masa depan Bumi talah tumbuh dan berkembang dengan beragam konsep. Jejak pendapat Litbang Kompas yang dilakukan terhadap 504 responden nasional menangkap besarnya antusiasme publik untuk ambil bagian menerapakan perilaku bijak dalam mengelola sampah. Survei mengungkapakan tak kurang dari 5 bagian responden tertarik dengan sampah.

           * Konsep nol sampah menekankan pada upaya untuk meminimalkan buangan sampah, mulai dari hulu saat produksi hingga digunakan sehari-hari. Prinsip dasar yang paling lumrah dikenal sejak lama dalam menerapakan gaya hidup nol sampah ini berupa reduce (mengurangi), reuse (menggunakan ulang), dan recyle (mendaur ulang) atau 3R. Seiring perkembangannya, penerapan 3R diperluas menjadi 4R atau 5R, yaitu replace (mengganti), dan rot (membusukan sampah).

     * Publik menaruh keyakinan yang besar terhadap gaya hidup nol sampah sebagai cara efektif untuk menjaga masa depan kehidupan di Bumi. Tidak kurang dari sepuluh responden menyatakan keyakinan tersebut. sekitar 39,2 persen responden menilai bahwa pemerintahan secara nyata telah menunjukkan peran besar dalam menggalangkan perilaku zero waste. Meskipun ada separuh lebih bagian responden yang justru berpendapat sebaliknya.

           * Salah satu cara memanfaatkan barang yang sudah tidak digunakan lagi yaitu dengan melakukan desain ulang bentuk sehingga dapat berubah fungsi dan juga alat kegunaanya. Sebagain dari masyarakat telah menerapakan adanya pemanfaatan barang yang sudah tidak digunakan untuk melakukan daur ulang produk yang tidak lagi terpakai.

Permasalahan

Upaya menerapakan gaya hidup nol sampah seharusnya bukan hanya menjadi tren sesaat yang kemudian euforianya akan terkikis karena tak ada lagi yang merawat kebiasaan itu. Adanya perilaku nol sampah perlu didukung dengan kesadaran setiap individu untuk bersama-sama bertanggung jawab akan perilaku bijak dalam mengolah sampah. Yang menjadi permasalahan saat ini ialah masyarakat yang kurang menyadari kebersihan akan lingkungannya seperti masih saja meninggalakan sampah ditempat-tempat umum ketika mereka sudah selesai memakan makanannya, namun tidak langsung membuang sampah dan masyarakat kurang memanfaatkan adanya barang-barang yang sudah tidak digunakan untuk didaur ulang kembali.

Opini saya

         *  Adanya perilaku gaya hidup nol sampah ini tentunya sangat mendukung adanya sikap perduli akan lingkungan serta pemanfaatan kembali barang yang sudah tidak digunakan, namun masih didaur ulang untuk dimanfaatkan kembali kegunanaanya

         * Perlunya kesadaran untuk masyarakat dalam upaya pengurangan sampah dengan melakukan kebiasaan-kebiasaan sederhana dalam kesehariannya, seperti membawa botol minum sendiri, membawa tas belaja sendiri, membeli makanan sesuai dengan porsi kapasitas diri sendiri, dan juga perlunya kreativitas masyarakat untuk memodifikasi atau mendaur ulang barang yang sudah tidak digunakan kembali

         * Hal yang sudah saya lakukan upaya meminimalisir adanya sampah yaitu menggunkan tempat minum sendiri yang bisa dibawa kemana saja, tanpa harus membeli di toko-toko yang pada akhirnya nanti jika sudah habis makan akan menjadi sampah yang menumpuk, kemudian memodifikasi gelas-gelas bekas minuman untuk dijadikan tempat pensil dan pulpen, kemudian kardus sepatu dimanfaatkan kembali menjadi sebuah tempat untuk menaruh barang-barang kecil. Hal tersebut saya lakukan dalam upaya pengurangan dan juga penimbunan sampah yang tidak teratasi.


0 komentar:

Posting Komentar