19.7.22

PERILAKU EGOIS DALAM SEBUAH ORGANISASI DAN LANGKAH APA YANG SEBAIKNYA DI AMBIL OLEH ANGGOTA/KARYAWAN

ESSAY UJIAN AKHIR PSIKOLOGI INDUSTRI DAN ORGANISASI

Oleh:

Arya Apolonio (21310410109)

Kelas (Reguler)

Dosen Pengampu: Dr. Arundati Shinta, M.A


FAKULTAS PSIKOLOGI

UNIVERSITAS PROKLAMASI 45 YOGYAKARTA



"PERILAKU EGOIS DALAM SEBUAH ORGANISASI DAN LANGKAH APA YANG SEBAIKNYA DI AMBIL OLEH A
NGGOTA/KARYAWAN"


Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KKBI), "Egois" atau ego·is atau ├ęgois atau  1). Psi orang yang selalu mementingkan diri sendiri; 2). Fil penganut teori egoisme. Dapat di simpulkan bahwa egois sendiri merupakan sebuah sifat dan perilaku yang di miliki manusia dalam segala aspek kehidupan, dimana orang-orang yang bersifat egois sering kali selalu mementingkan keinginannya tanpa melihat dan memperhatikan kepentingan orang lain. 

Sifat egois juga menjadi salah satu permasalahan yang sering kali di hadapi dalam dunia kerja. Namun banyak di antara kita yang tidak sadar bahwa perilaku egois sering kali di lakukan tanpa di sadari. Bahkan banyak orang di luar sana  ketika sudah bekerja di suatu tempat, baik itu instansi pemerintahan maupun swasta mereka menganggap memilih karir yang kurang tepat bahkan salah sekali kemudian mengundurkan diri karena merasa sudah tidak cocok. Padahal pekerjaan tersebut merupakan pekerjaan impiannya sejak dulu, bahkan sudah di persiapkan dengan sangat matang untuk dapat mencapai pekerjaan tersebut. Hanya karena merasa tidak cocok akhirnya pekerjaan yang di impikan lenyap begitu saja. Namun tanpa di sadari sistematis dan juga tekanan yang di berikan  sering kali menjadi pemicu seseorang merasa tidak cocok dengan pekerjaan nya.

Permasalahan yang sering kali  terjadi dalam  ruang lingkup kerja. Dimana pimpinan memberikan tekanan kerja berupa aturan-aturan yang sulit di terima oleh Karyawan, jam kerja yang tidak sesuai (SOP) standar operasional prosedur dalam perusahaan tempat bekerja, bahkan sampai melampiaskan segala permasalahan hidup nya kepada bawahan yang sebenarnya tidak tahu-menahu akan salah apa yang telah di perbuat. Padahal karyawan selalu berusaha bekerja secara profesional dan teliti. Nah aturan-aturan yang muncul akibat sifat egois tersebutlah yang membuat karyawan kemudian merasa salah dalam berkarir bahkan ada di antara mereka yang lebih memilih berhenti dan mencari kerja lain karena merasa apabila terus menerus bekerja dalam ruang lingkup kerja yang penuh tekanan akan membuat semangat bekerja menghilang.

Selain memilih untuk berkarir dalam bidang lain atau berhenti bekerja  pada dasarnya terdapat solusi lain untuk mengatasi permasalahan yang sering di hadapkan dalam dunia pekerjaan. Nah, untuk upaya yang dapat di lakukan dan di terapkan antara lain, mampu mengambil hati pimpinan dalam artian berbaur dan memberikan prestasi yang terbaik dalam setiap pekerjaan yang di jalani, mengingatkan secara baik apabila jam kerja telah selesai karena pekerjaan yang belum selesaikan dapat di selesaikan esok hari, sebisanya  hindari melakukan kesalahan-kesalahan yang berdampak buruk bagi perusahaan dan yang terpenting berteman baik dengan semua rekan kerja agar tidak munculnya sifat dan perilaku egois ketika bekerja. Apabila setiap individu mampu untuk mengontrol diri dengan baik, maka kejadian-kejadian yang tidak di inginkan ketika bekerja dan menjalani hidup akan selalu baik lupa sejalan dengan kontrol diri.


Daftar pustaka:

1. https://kbbi.web.id/egois

2. Habibullah Jimad, S.E., M.Si. 2016.FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PERILAKU ANGGOTA ORGANISASI (ORGANIZATIONAL CITIZENSHIP BEHAVIOR) .

3. Yukl. Gary. 1998. Kepemimpinan dalam Organisasi: Leadership in Organizations 3e. Edisi Bahasa Indonesia. Jakarta: Prenhallindo.



0 komentar:

Posting Komentar