18.7.22

PENGARUH ORGANISASI : DAMPAK SERTA PERAN KARYAWAN DALAM MENGHADAPI KEBIJAKAN YANG EGOIS/SELFISH

 PENGARUH ORGANISASI : DAMPAK SERTA PERAN KARYAWAN DALAM MENGHADAPI KEBIJAKAN YANG EGOIS/SELFISH

Essay untuk Ujian Akhir PIO

Semester Genap

Tahun Akademik 2021/2022

Dosen Pengampu : Dr. Arundati Shinta, M.A

 

Nama : Meylita Ayu Herbafalony

NIM : 21310410084



PENDAHULUAN

Organisasi sangat menentukan bagi manusia untuk berkarya, menciptakan suatu pengharapan, dan memenuhi kebutuhan hidup seseorang yang mendedikasikan dirinya pada suatu organisasi. Melalui organisasi juga dapat mempengaruhi perilaku manusia dan perilaku manusia dapat mengubah organisasi dengan membentuk suatu kebiasaan yang lama kelamaan bisa menjadi suatu budaya.

Di samping itu, pasti sosok karyawan sebagai tenaga yang menjalankan setiap aktivitas yang ada dalam organisasi perusahaan sangat dibutuhkan. Karyawan merupakan aset terpenting yang memiliki pengaruh sangat besar terhadap kesuksesan sebuah organisasi perusahaan. Pengertian karyawan sendiri adalah setiap orang yang menyediakan jasa pikiran maupun tenaga dan mendapatkan balas jasa ataupun kompensasi yang besarannya telah ditentukan terlebih dahulu (Hasibuan, 2002).

Persoalan yang mungkin sering terjadi di beberapa organisasi yaitu, kebijakan organisasi yang tidak memikirkan karyawannya atau bisa dibilang egois/selfish. Sebagai contoh, kebijakan yang sama sekali tidak bersedia membantu keinginan karyawan untuk menuntut ilmu yang lebih tinggi, disitu organisasi tidak memberikan bea-siswa, cuti kerja ketika sedang menjalankan ujian kampus, tidak memberikan izin menuntut ilmu lanjutan, serta tidak peduli dengan keinginan menggali potensi diri para karyawan. Akan tetapi dengan ketidak adilan, jika karyawan tersebut berhasil dalam studinya, organisasi bersedia mempromosikan karir karyawan tersebut. Idealnya, karyawan memiliki cita-cita dan tujuannya masing-masing dalam hidupnya demi masa depan yang akan datang, untuk membahagiakan dirinya serta orang-orang disekitarnya.

Terdapat beberapa pertanyaan yang harus dijawab di dalam tulisan ini, dan dapat menambah pemahaman akan sesuatu hal yang sedang dibahas, yaitu yang pertama apa jadinya dengan dunia kerja pada masa depan yang selalu mendambakan tenaga kerja yang berkualitas, namun kebijakannya selfish / egois tersebut?. Kemudian, yang kedua apa yang akan lakukan bila Anda menjadi karyawan pada organisasi tersebut. Anda bersedia / tidak bersedia menuntut ilmu lanjutan?. Hal ini penting untuk dibahas karena, jika suatu organisasi memiliki kebijakan yang seperti itu dan tidak ada perubahan untuk memperbaiki kebijakan tersebut, lama-kelamaan produktivitas organisasi perusahaan menurun, bahkan bisa mengakibatkan karyawan terbaik justru memilih untuk mengundurkan diri.

Dampak Buruk bagi Suatu Organisasi yang Memiliki Kebijakan Egois/Selfish kepada Karyawan :

1.     Memiliki karyawan yang semangat kerjanya tidak maksimal. Suatu organisasi yang memiliki kebijakan egois seperti itu biasanya akan berakibat karyawan menjadi kurang produktif sehingga kualitas pekerjaan pun akan turun juga dan akan berimbas ke nama baik organisasi perusahaan.

2.     Tingkat kedisiplinan karyawan menurun mengakibatkan suatu pekerjaan tidak terkontrol dengan baik dalam organisasi.

3.     Kurangnya diskusi antara karyawan. Hal ini dikarenakan karyawan tidak mampu berkomunikasi satu sama lain dengan mudah. Seakan ada sekat-sekat dan persaingan di antara karyawan. Akibatnya, kerja tim tidak mampu diciptakan dengan baik dalam suatu organisasi perusahaan.

 

Peran Karyawan terhadap Kebijakan Organisasi :

1.     Menjaga stabilitas pekerjaan.

2.     Meningkatkan kualitas kerja lewat potensi masing-masing karyawan serta harus dikembangkan.

3.     Inovatif dan mempunyai kreativitas yang tinggi.

4.     Menjalin komunikasi yang baik dengan pihak intern maupun ekstern.

5.     Tetap menjaga nama baik perusahaan, meskipun ada masalah sekalipun. Jika ada masalah, maka kita sebagai karyawan harus berani dan tegas terhadap pimpinan agar dapat merubah dan memperbaiki kebijakan yang ada menjadi lebih baik lagi.

 

PENUTUP

Menerapkan atau mengembangkan perilaku pada suatu organisasi harus melibatkan semua orang di perusahaan mulai dari pimpinan hingga karyawan. Sehingga tidak akan lepas dengan yang namanya kebijakan pada suatu organisasi, kita sebagai karyawan harus mampu untuk meluruskan kebijakan-kebijakan yang tidak baik dalam perusahaan. Semakin perusahaan menghargai kinerja pekerjanya, maka pekerjanya pun akan semakin produktif, serta akan meningkatkan profit perusahaan kedepannya. Pada akhirnya, produktivitas kita sebagaai karyawan meningkat dan mendorong kinerja perusahaan untuk lebih baik lagi.

Daftar Pustaka

Rahadi, Dedi Rianto,. Susilowati, Etty,. 2021. Perilaku Organisasi : Konsep dan Implementasi. PT.  Filda Fikrindo.

Syamsu, Q. Badu,. Djafri, Noviianti,. 2017. Kepemimpinan dan Perilaku Organisasi. Ideas Publishing.

18 Agustus 2021. Apa Jadinya Perusahaan Memiliki Budaya Organisasi yang Buruk?.  Internet:https://www.kompasiana.com/rembulanpermata9622/611ca5be06310e35374c9bd2/apa-jadinya-perusahaan-memiliki-budaya-organisasi-yang-buruk

 






0 komentar:

Posting Komentar