18.7.22

PENGARUH KEBIJAKAN ORGANISASI YANG EGOIS TERHADAP PERKEMBANGAN DIRI KARYAWAN

Essay untuk Ujian Akhir Psikologi Industri dan Oraganisasi

FAKULTAS PSIKOLOGI

UNIVERSITAS PROKLAMASI 45 YOGYAKARTA

Semester Genap T.A 2021/2022

Dosen Pengampu:

Dr. Arundati Shinta, M.A

Disusun Oleh:

Alfiantika Prastiwi

 NIM : 21310410094


 

PENDAHULUAN

Organisasi merupakan suatu wadah untuk perkumpulan dua orang atau lebih yang memiliki tujuan yang sama dengan sebuah ikatan (Utami , 2020) . Dalam organisasi sumber daya manusia atau karyawan merupakan hal paling utama. Karyawan merupakan sumber daya manusia sebagai aset atau kekayaan yang utama dalam sebuah organisasi atau perusahaan yang harus dikelola dengan baik.

Dalam hal keberadaan sumber daya manusia ini sangat penting dalam hal mengelola, mengatur, dan menggurus. Sehingga karyawan dapat berfungsi secara produktif, efektif, dan efesien untuk mencapai sebuah tujuan organisasi. Keberhasilan suatu oragnisasi dipengaruhi oleh sumber daya manusia atau karyawannya dengan menjalankan tugas yang diberikan. Semakin meningkatnya kualitas karyawan maka hal tersebut membantu oragnisasi dalam mencapai tujuannya. Karyawan yang berkualitas ditentukan oleh beberapa faktor, salah satunya kepuasan dalam bekerja (Dewi, 2022).

Persoalan yang sering terjadi berhungan dengan karyawan adalah sebuah kebijakan yang tidak mementingkan karyawan atau juga disebut egois/selfish. Contohnya seperti  dalam kebijakan organisasi yang tidak bersedia membantu karyawannya dengan mewujudkan keinginan untuk meneruskan belajar yang lebih tinggi, bahkan sampai halnya tidak memberikan beasiswa, tidak memberikan cuti, tidak memberikan ijin untuk menuntut ilmu, dan tidak peduli dengan  keinginan dalam hal mengali potensi diri. Padahal menurut saya jika karyawan diberi kebebasan untuk mengembangkan diri dengan meningkatkan potensi dan pemahaman itu akan berdampak positif bagi sebuah organisasi yang memberikan dukungan yang baik, yaitu menciptakan karyawan yang berkualitas dan memperngaruhi perkembangan organisasi dalam mencapai tujuan.  Akan tetapi adanya ketidak adilan jika seorang karyawan tersebut berhasil dan sukses, sedangkan organisasi bersedia mempromosikan karir karyawan tersebut, yang padahal pencapaian dalam karirnya menuntut ilmu dilakukan tanpa campur tangan organisasi. Idealnya sebuah organisasi memberikan sebuah wadah untuk mengembangkan diri, mengasah skill, mewujudkan cita-citanya, memberi pelajaran, dan contoh yang baik. Semua orang memiliki mimipi yang ingin dicapainya, seharusnya organisasi itu menyediakan yang dibutuhkan oleh karyawan. tidak hanya memetik hasilnya tapi tidak menanamnya.

Jadi pertanyaan yang harus dijawab dalam tulisan ini adalah Apa jadinya dengan dunia kerja pada masa depan yang selalu mendambakan tenaga kerja yang berkualitas, namun kebijakan selfish/egois tersebut? Jelaskan apa yang akan lakukan bila Anda menjadi karyawan pada organisasi tersebut. Anda bersedia / tidak bersedia menuntut ilmu lanjutan? Menurut H. Horne pendidikan adalah proses yang terus menerus (abadi) dari penyesuaian yang lebih tinggi bagi makhluk manusia yang telah berkembang secara fisik dan mental (Ihsan , 2021). Oleh karena itu melanjutkan sebuah pendidikan itu penting yang akan mengajarkan berkembang dan berproses secara fisik maupun mental.

Dalam hal ini semua organisasi memang membutuhkan karyawan yang berkualitas, tetapi dari segi organisasi juga harus memberikan sesutu yang membuat karyawan menjadi lebih berkualitas dan semangat dalam bekerja. Dan jika sebuah organisasi  masih bertahan dengan kebijakan selfish atau egois maka kemungkinan akan menurunya minat karyawan dalam pekerjaan dan itu akan mengakibatkan berdampak pada organisasi. Jika hal itu terus menurun maka akibatnya organisasi akan mengalami kebangkrutan, bahkan kehancuran. Mungkin yang saya lakukan memilih untuk meneruskan pada menuntut ilmu sehingga saya bisa membantu setiap permasalahan yang ada di organisasi. Dan karyawan-karyawan yang lain juga merasakan kebebasan untuk melanjutkan dan mengejar mimpinya. Mungkin dalam hal ini tidak akan mudah tetapi, memberikan sebuah jaminan bahwa jika organisasi mendukung maka akan menghasilkan karyawan yang memiliki skill dan kualitas yang bagus dan memperngaruhi perkambangan organisasi juga.

Menurut saya terdapat dampak yang terjadi pada organisasi yang memiliki kebijakan selfish atau egois, yaitu menurunnya minat dan semangat karyawan dalam bekerja, menurunnya kualitas organisasi, dan paling parahnyan akan mengalami kebangkrutan. Adapaun strategi atau solusi untuk mengatasi masalah dalam hal selfish/egois di ruang lingkup kebijakan organisasi, yaitu dengan menganti kebijakan menjadi yang baru, lebih mengutamakan kemajuan organisasi melalui pemgembangan diri oleh karyawan agar menghasilkan yang berkualitas, mendiskusikan hal tersebut dengan karyawan lain dan atasan, jika kebijakan terasa berat dan membuat tertekan lebih baik mengundurkan diri.

 

PENUTUP

Organisasi memang membutuhkan karyawan yang berkualitas, tetapi dari segi organisasi juga harus memberikan sesutu yang membuat karyawan menjadi lebih berkualitas. Jika hal itu terus menurun maka akibatnya organisasi akan mengalami kebangkrutan, bahkan kehancuran. Sebagai seorang karyawan akan mementingkan untuk melanjutkan pendidikan dan mengembangkan diri menjadi lebih baik. Agar bisa menyelesaikan masalah dalam organisasi dan menjadikan organisasi menjadi lebih maju dengan karyawan yang memiliki kemampuan yang baik. Dan karyawan-karyawan yang lain juga merasakan kebebasan untuk melanjutkan dan mengejar mimpinya.

 

 

 

DAFTAR PUSTAKA

Dewi, K. T. (2022). Peran Komunikasi, Kompetensi dan Gaya Kepemimpinan Terhadap Semangat Kerja Pegawai di Kebun Raya Eka Karya Bali . Artha Satya Dharma , 77.

Ihsan , M. (2021, January 27). Retrieved from Arti dan Tujuan Pendidikan Menurut Pakar: https://unjkita.com/arti-dan-tujuan-pendidikan-menurut-pakar/

Utami , N. W. (2020, July 18). Retrieved from Pengertian Organisasi Perusahaan dan Sturktur : https://ajaib.co.id/pengertian-organisasi-perusahaan-dan-strukturnya/

 

 

0 komentar:

Posting Komentar