5.6.22

USAHA MIKRO KECIL MENENGAH YANG DIJALANKAN MAHASISWA SECARA ONLINE


USAHA MIKRO KECIL MENENGAH YANG DIJALANKAN MAHASISWA SECARA ONLINE

Oleh:

Alfiantika Pratiwi (21310410094)

Kelas A (Reguler)

Dosen Pengampu:

Dr. Arundati Shinta, M.A

Psikologi Industri dan Organisasi (Essay 3)  

FAKULTAS PSIKOLOGI

UNIVERSITAS PROKLAMASI 45 YOGYAKARTA

Semester Genap T.A 2021/2022


UMKM merupakan unit usaha produktif yang berdiri sendiri, serta dilakukan oleh orang perorangan atau badan usaha di semua sektor ekonomi (Febriani, 2020). Pada masa pandemi seperti saat ini masyarakat lebih dibatasi dalam melakukan aktivitas di luar rumah, dan aktivitas seperti bekerja dan belajar dilakukan dengan daring atau online. Masa pandemi memberikan dampak yang luar biasa pada aspek ekonomi, terutama pada para pelaku usaha baik usaha besar, usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM). Penurunan dalam penjualan dan pendapatan serta terganggunya distribusi bahan baku sebagai imbasnya yang menyebabkan pelaku usaha mengurangi kegiatan produksi bahkan menghentikan produksi .  Apalagi dengan mahasiswa yang tidak bisa belajar secara tatap muka. Banyak dari mahasiswa untuk mengisi waktu luangnya, mereka memutuskan untuk usaha sebagai sampingan yang menguntungkan, bahkan untuk perbaikan kondisi ekonomi mereka (Khoiron, Anis, Kusumastuti, & Indrianingrum, 2021). Usaha yang dijalankan mahasiswa biasanya mengunakan sosial media supaya penjualannya tidak hanya dilihat lingkungan sekitar tetapi secara meluas. Dan dari penjualan melalui online lebih menguntungkan dan omset penjualan lebih banyak.  

Saya telah melakukan wawancara dan mendatangi usaha (UMKM) yang dijalankan mahasiswa, yaitu menjual produk lilin aroma terapi yang diracik sendiri. Usaha itu bernama “nepenthe candle” yang sudah dijalankan selama satu tahun ini. Usaha ini didirikan oleh Novia Dina Ramadhani yang berusia 21 tahun, yang juga masih sebagai mahasiswa. Dalam memproduksi usaha ini masih dilakukan di tempat tinggalnya sendiri.

Hasil wawancara :

Bagaimana cara anda menjualkan produk- produk anda?

“ Saya menjualnya melalui Tokopedia, Shopee, Instagram, dan WhatsApp”

Apakah ada kendala dalam proses produksi dan penjualan?

“Mungkin saat pengiriman yang biasanya sudah dikemas rapi tapi sampai pada pembeli barangnya sudah rusak, biasanya para kuir dalam melakukan pengiriman tidak menjaga dengan baik”

Apa rencana selanjutnya untuk memajukan usaha anda?

“ Dengan mengadakan promosi dan membuat produk yang lebih bervariasi agar terlihat menarik”

Motifasi apa yang bikin anda memilih untuk membuat usaha produk lilin aroma terapi?

“Sebenarnya karena saat pandemi Covid-19 banyak orang yang berisolasi dan merasa stres di dalam rumah, makanya saya membuat produk ini untuk lebih menetralisir, mengurangi dan bikin lebih rileks”

Apakah usaha ini tidak menganggu proses belajar anda?

“ Sedikit menganggu jika jadwal kuliah berbenturan dengan pesanan”

Dari hasil wawancara di atas menunjukkan bahwa mahasiswa bisa melakukan wirausaha dengan fasilitas media sosial yang sudah mulai berkembang pesat. Namun dalam berusaha tidak terus menerus akan mudah karena pesaing di era sekarang mulai marak dengan kemampuan berwirausaha juga semakin meningkat. Meskipun penuh dengan tantangan, sektor UMKM masih memiliki harapan dan peluang untuk meningkatkan skala bisnisnya. Cara bersaing di era sekarang yaitu, kuasai strategi digital marketing, lebih kreatif dan inovasi dalam membuat produk, menguasai dunia digital atau aplikasi yang berguna dalam berwirausaha, dan memberikan pelayanan terbaik pada pembeli (Anonim, 2021).

 

 



DAFTAR PUSTAKA

 

Anonim. (2021, Juli 23). Suara Resmi QNET. Retrieved from https://www.qnetindonesia.com/strategi-bisnis-untuk-bersaing-di-era-digital/

Febriani, T. (2020). Strategi Pengembangan UMKM di Tengah Pandemi Covid-19. 3-11.

Khoiron, A. M., Anis, S., Kusumastuti, A., & Indrianingrum, L. (2021). Strategi Pengembangan Wirausaha Mandiri Mahasiswa di Masa Pandemi Covid-19 . ABDI, 125-127.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

0 komentar:

Posting Komentar