6.6.22

UMKM SEBAGAI TINDAK PRODUKTIVITAS

 UMKM SEBAGAI TINDAK PRODUKTIVITAS

Diajukan untuk Memenuhi Ujian Akhir Semester 



Oleh:

Arnoldina Leki (21310410050)


Dosen Pengampu:

Dr.  Arundati Shinta, M.A


Fakultas Psikologi

Program Studi Psikologi 

Universitas Proklamasi 45 Yogyakarta 


Kebijakan membangun usaha dalam struktur perekonomian, menjadi salah satu tindak produktivitas sebagai daya guna meningkatkan usaha masyarakat maupun individu dalam rangka mengembangkan satuan tingkat pendapatan kebutuhan. Cara strategis dari sektor usaha ini memberikan begitu banyak peluang, serta sistem usahanya yang fleksibel lebih mudah untuk dikelola dan direlisasikan.


Konsep usaha berdasarkan pola  penerapannya menjadi salah satu model usaha dalam perdagangan yang biasanya dilakukan perindividu atau sekelompok badan pengelola yang ruang lingkupnya cukup lebih kecil. Sehingga, sering kali disebut sebagai Usaha, Mikro, Kecil, dan Menengah atau lebih dikenal dengan UMKM.


Sektor UMKM menerapkan berbagai macam jenis usaha dalam skala kecil, sebagai salah satu kegiatan penunjang kebutuhan ekonomi rakyat. Berikut 3 jenis usaha yang termasuk dalam UMKM yakni, usaha kuliner, usaha fashion, dan usaha agribisnis. Sebagai salah satu modal pemasukan yang banyak peminat, dengan hasil usaha atau besar masukan yang diperoleh cukup sangat membantu. Dalam menjalankan sektor usaha UMKM individu telah memenuhi syarat sebagaimana pelaku usaha mikro.


Berdasarkan sistem pengelolaan UMKM yang telah ada, berikut beberapa manfaat yang diperoleh sebagai pelaku UMKM atau badan usaha yang menjalankannya yakni, dapat memperluas jaringan atau networking sehingga memperoleh peluang dalam mengembangkan usaha yang telah dijalankan, upaya mengenalkan kelebihan hasil produksi atau jasa dari usaha yang dirintis (Unique Selling Point), membangun kerja sama bisnis yang terarah. Sehingga, mampu menciptakan brand awareness dari hasil usaha yang telah dikelola.


Adapun, tanggapan pelaku UMKM terhadap sektor usaha yang diperoleh selama menjalankan usahanya yakni, "Sebagai seorang mahasiswa di salah satu perguruan tinggi swasta Kupang. Saya memiliki motivasi untuk menjalankan bisnis tersendiri guna menambah pengalaman dalam berbisnis dan mengisi kesenjangan di waktu luang. Hasil produksi yang dijalankan berupa usaha kuliner seperti aneka jenis kue basah dan kue kering." 


Dalam membagi waktu antara kuliah dan mengurus usahanya Linda cenderung menghadapi beberapa kesulitan yang terjadi. "Untuk manajemen waktu antara kuliah dan mengelola usaha, sering kali saya mengalami kesulitan karena pesanan yang datang bertabrakan dengan waktu kuliah. Meskipun masih daring waktu yang ada sangat terbatas lantas kurang sesuai dengan plan yang dibuat. Sehingga, banyak tugas kuliah yang telat dikumpulkan. Namun, saya tetap berusaha mengatur waktu sebaik mungkin walaupun membutuhkan kesabaran yang penuh."


Manfaat yang diperoleh sebagai pelaku UMKM bagi Linda menjadikannya tetap semangat untuk terus berkarier. "Banyaknya kesulitan yang ada tidak pernah meletakan diri saya pada posisi menyerah. Akan tetapi, saya jadikan itu sebagai landasan karier, jatuh bangun tentu tidak masalah. Begitu banyak manfaat yang selama ini saya peroleh dalam merintis usaha kuliner ini. Banyak teman yang saya temui dalam berbisnis, dengan itu usaha saya semakin terbantu. Sehingga, memperoleh peluang untuk terus mengembangkan usaha kuliner saya.” tutupnya.



DAFTAR PUSTAKA

Blog.amartha.com. 21 November 2021. Alasan Pentingnya Gabung Komunitas UMKM Bagi Pelaku Usaha. Diakses pada 5 Juni 2022, dari https://blog.amartha.com/alasan-pentingnya-gabung-komunitas-umkm-bagi-pelaku-usaha/


0 komentar:

Posting Komentar