18.5.22

BERINTERAKSI CIPTAKAN KEBERSAMAAN

 BERINTERAKSI CIPTAKAN KEBERSAMAAN

Oleh :

Rahayu Nur Kholifah (21310410079)

Essay Ujian Tengah Semester (Genap)

Psikologi Sosial

Dosen Pengampu : Dr. Arundati Shinta, M.A

Fakultas Psikologi 

Universitas Proklamasi 45 Yokgyakarta



Kebersamaan adalah salah satu hal yang sudah tidak asing lagi kita dengar.

 Entah itu bersama keluarga, sahabat, atau orang-orang yang kita sayangi dan kita cintai.

Kebersamaan tidak bisa terbentuk begitu saja, ada proses yang dilalui untuk mencapai itu yaitu dengan saling mengenali satu sama lain, dan berinteraksi di dalamnya.

Kata interaksi berarti saling mempengaruhi, saling menarik, saling meminta, dan memberi. Artinya dengan adanya interaksi maka hubungan yang bertujuan untuk menciptakan kebersamaan akan terjalin dengan baik dan terbentuk dengan sendirinya.

Pada foto diatas terlihat saya bersama rekan-rekan sedang makan bersama saat acara idul fitri, makan bersama dengan teman-teman yang dicintai adalah pilihan saya karena saya sedang tidak bersama keluarga dikampung halaman ,maka ada proses yang dilalui untuk bisa membentuk dan menjadikan rasa kebersamaan itu ada. Sebelumnya saya dan rekan-rekan yang lain melakukan adanya interaksi, kami saling berinteraksi satu sama lain untuk membuat dan menciptakan satu moment kebersamaan yang tidak hanya sebagai formalitas saja, tetapi juga ada maknanya dan merasakan makna kebersamaannya.

Berinteraksi dengan orang-orang dengan cara yang  menyenangkan adalah sesuatu yang sangat berrati karena kita memerlukan interaksi dan itu sudah menjadi kodrat manusia sebagai makhluk sosial yang tidak dapat hidup tanpa adanya bantuan dari manusia lainnya, oleh karena itu interaksi diperlukan agar manusia dapat bertahan hidup.

Menemukan pintu untuk berinteraksi dengan orang lain tentunya harus ada dorongan juga dari diri sendiri, misalkan seperti kita menemukan rasa yang menyenangkan saat berinteraksi dengan seseorang. Artinya harus ada cara yang membuat kita senang dalam melakukan interaksi tersebut sehingga kita mendapatkan timbal balik yang sesuai meskipun tidak semuanya akan sesuai dengan apa yang kita inginkan.

Yang terjadi jika manusia tidak berinteraksi sosial adalah Timbul kecurigaan karena tidak adanya rasa percaya satu dengan yang lain. Munculnya konflik. Tidak ada rasa kepedulian satu dengan yang lain maka tidak akan tercipta rasa kebersamaan atau apapun yang kita harapkan jika kita tidak bisa berinteraksi. Maka dengan itu, terciptanya foto diatas salah satunya adalah kami melakukan sebuah interaksi, berinteraksi dengan cara kami maisng-masing sehingga kami mendapatkan suatu timbal balik yang kami terima.


Referensi : 
Andjawati T (2015). Motivasi dari sudut pandang teori motivasi Mc Clelland : Jurnal untag.ac.id
Ahmadi D (2008). Interaksi Simbolik : Jurnal Komunikasi. ejournal unisba.ac.id


0 komentar:

Posting Komentar