31.12.21

MEMBIASAKAN HIDUP SEHAT BERSIH DENGAN PLOGGING

 

MEMBIASAKAN HIDUP SEHAT BERSIH DENGAN PLOGGING

ESSAY PRA-SYARAT UJIAN AKHIR PSIKOLOGI INOVASI

Fakultas Psikologi

Universitas Proklamasi 45 Yogyakarta

Elvira Julia / 19310410075

Dosen Pengampu : Dr. Arundati Shinta, MA

 





Pola penerapan hidup bersih dan sehat merupakan suatu perilaku berdasarkan kesadaran sebagai wujud dari pembelajaran agar individu bisa menolong diri sendiri baik pada masalah kesehatan ataupun ikut serta dalam mewujudkan masyarakat yang sehat di lingkungannya. Apalagi di masa pandemic saat ini, yang masih belum berakhir dan mengharuskan semua orang tetap untuk menggunakan masker ketika ingin berpergian dan tetap menjaga jarak dengan orang disekitar. Dengan situasi yang seperti ini dibutuhkan kesadaran individu untuk tetap hidup sehat meski dengan situasi ini. Disamping Kesehatan, kebersihan juga mesti harus diperhatikan misalnya sampah-sampah yang masih bertebaran dijalanan.

Suatu olahraga yang mudah untuk dilakukan namun tak hanya memberikan efek pada Kesehatan tapi juga kebersihan adalah dengan melakukan plogging,   plogging sendiri berasal dari Bahasa swedia yaitu plocka upp (dalam bahasa inggris picking-up yang artinya mengambil) dan jogging. Dimana saat individu melakukan jogging ia berhenti sebentar untuk memunguti sampah yang ia  lihat atau yang ada disekitarnya. Seperti halnya yang dilakukan oleh penulis, ketika melakukan jogging lalu melihat sampah disekitar jalan yang dilalui maka ambil sampah itu lalu lanjutkan jogging lagi. Hal tersebut sudah penulis biasakan 2 bulan lalu. Dimana pada setiap hari minggu pagi melakukan plogging yang dilakukan di daerah sekitar Confongcatur, Depok, Sleman, Yogyakarta selama 8x berturut-turut.

 



        Terdapat tiga faktor yang masing-masing faktor mempunyai pengaruh tersendiri terhadap perilaku bersih dan sehat. Ketiga faktor tersebut yaitu faktor pemudah, faktor pemungkin, dan faktor penguat (Green, 1980). Pertama faktor pemudah (predisposing factor) faktor ini mencakup aspek tingkat pengetahuan individu serta sikapnya dalam menerapkan hidup sehat di masyarakat. Faktor tersebut merupakan dasar seseorang dalam berperilaku maupun menjadi motivasi bagi seseorang akibat dari kebiasaan yang dilakukan, tradisi pada lingkungannya, serta kepercayaan yang dianut, dan tingkat pendidikan juga sosial ekonominya. Kedua faktor pemungkin (enabling factor) yang merupakan pemicu adanya suatu perilaku yang memungkinkan suatu tindakan agar terlaksana. Ketiga faktor penguat (reinforcing factor), dimana faktor ini merupakan perwujudan yang dimunculkan dalam bentuk sikap seseorang atau petugas, perilaku petugas kesehatan, maupun tokoh agama dan tokoh masyarakat. Pihak-pihak tersebut dijadikan tokoh panutan bagi masyarakat dalam melakukan suatu tindakan pada lingkungan masyarakat

Dengan membiasakan plogging ini keinginan untuk hidup sehat dan berish cukup meningkat, karena biasanya keinginan untuk olahraga seperti jogging dipagi atau sore hari itu terkesan membosankan. Namun dengan bertambahnya kegiatan, selain jogging namun memunguti sampah juga menambah semangat untuk terus melakukan olahrga. Selain menambah varian baru dari kegiatan jogging itu sendiri, memungut sampah saat jogging semakin menyadarkan kita bahwa untuk hidup bersih dan sehat itu perlu. Mengingat masih sedikit orang yang sadar akan penting nya kebersihan lingkungan atau membuang sampah pada tempatnya, maka dari itu jika bukan dari kita siapa lagi yang akan melakukan hal demikian. Karena semakin banyak jumlah manusia yang bertambah dimuka bumi khususnya Indonesia semakin banyak pula sampah yang menumpuk dimana-mana dan hal tersebut sangat mengganggu pengelihatan kita.

Adapun suka duka ketika melakukan plogging adalah ada kesenangan tersendiri disaat menyehatkan badan sendiri namun secara tidak langsung membersihkan lingkungan orang lain meski hal tersebut dilakukan bukan ditempat tinggal kita. Karena plogging sendiri masih jarang dilakukan orang-orang, maka halnya dengan itu ketika memang masih ada waktu atau ketika melakukan jogging masih ada keinginan untuk terus memunguti sampah di area sekitar tempat kita melakukan jogging. Namun duka yang dirasa adalah ketika kita sedang memunguti sampah dijalan, orang-orang yang melewati kita hanya melihat saja tanpa ada perasaan ingin membantu seolah-olah hal yang dilakukan itu terkesan aneh dimata sebagian orang.

Daftar Pustaka

Adrian Syahminur dkk, Surabaya. 2018. Standarisasi Pelabuhan. Majalah Dermaga

Green (1980) Health Education a Diagnosis Approach.

 


0 komentar:

Posting Komentar