12.11.21

Mental sehat itu dicari atau diciptakan?

 

Adnan Askuri 19310410060

Kelas B

Tulisan untuk Ujian Mid Psikologi Inovasi

Dosen pengampu: Dr. Arundati Shinta, M. A.

Fakultas Psikologi

Universitas Proklamasi 45 Yogyakarta

 

    Jika berbicara tentang kesehatan mental pasti ada pro dan kontra.dilingkup masyarakat, apalagi kondisi masyarakat kita diindonesia masih salah akan pahamnya kesehatan mental tetapi banyak visioner-visioner yang merasa dirinya paham akan kesehatan mental, Terbukti dari banyak orang yang memposting sesuatu yang berbau kondisi mental di sosial media tetapi isinya salah dan seakan mengada-ada sehingga orang yang belum paham samasekali ketika membaca postingan tersebut langsung mempercayainya, Individu yang sehat secara mental dapat berfungsi secara normal dalam menjalankan hidupnya khususnya saat menyesuaikan diri untuk menghadapi masalah-masalah yang akan ditemui sepanjang hidup seseorang dengan menggunakan kemampuan pengolahan stres (Ayu dkk, 2015). Kita sebagai mahasiswa-mahasiswi Psikologi berkesempatan menyebarkan news truth guna mengubah polapikir yang salah tentang kesehatan mental contohnya orang yang pergi ke psikolog itu bukan selalu orang yang mengalami gangguan jiwa, karena stigma tersebut menimbulkan efek buruk dimasyarakat seperti orang-orang malu datang ke psikolog padahal dirinya butuh bantuan.

   Mental itu apa? Kesehatan mental juga diartikan sebagai keadaan sejahtera dimana setiap individu menyadari potensi dirinya sendiri, dapat mengatasi tekanan yang normal dalam kehidupan, dan dapat bekerja secara produktif dan baik (Fuad, 2016).Kondisi mental yang baik itu memang seharusnya dicari, jika lingkup hidup tidak memberi support diciptakan maka haruslah kita menciptakan kemudian menyebarkannya, berikut ada 3 cara menjaga kesehatan mental :

  • 1.      Menciptakan lingkungan yang positif

Lingkungan yang bersifat positif pasti penghuninya akan merasa nyaman, nah cara menciptakanm lingkungan yang positif itu bisa dimulai dari dirisendiri contohnya sebagai pribadi kita bisa berusaha menjadi pendengar yang baik bagi orang disekitar kita.

  • 2.      Berfikir positif

Sebagai manusia sosial kita tetap harus menekankan pada dirisendiri bahwa kita harus selalu berfikir positif, jika kita pusing karena adanya masalah maka ada beberapa treatment yang bisa dilakukan contohnya jika lelah dan bosan akan pekerjaan sehari-hari kita bisa mengambil waktu atau mengatur waktu untuk mengistirahatkan otak dan kembali lagi memikirkan masalah yang dihadapi jika kondisi otak sudah tidak terlalu tertekan.

  • 3.      Bekerja dengan positif

Bekerjalah dengan sebaik mungkin dengan memberi value lebih dibidang yang dihadapi, tetapi jangan bekerja demi memenuhi sifat ego dan bisa merugikan oranglain, karena hal tersebut bisa menimbulkan lingkungan kesehatan mental yang tidak sehat.

Daftar Pustaka    :

Putri, A. W.,  Budhi, W. & Arie, S. G. 2015. Kesehatan Mental Masyarakat Indones

Fuad, I. (2016). Menjaga Kesehatan Mental Perspektif Al-Quran dan Hadist. Journal An-Nafs, 1(1), 31-50.
 

0 komentar:

Posting Komentar