18.10.21

Mengeluh Apakah Bermanfaat?

 

Bayu Pratama / 19310410022

Fakultas Psikologi Universitas Proklamasi 45 Yogyakarta

Psikologi Inovasi

Dosen Pengampu: Dr. Arundati Shinta, MA.


Hampir setiap orang pernah mengeluh, entah itu pada keluarga, teman, atau mungkin saja rekan kerja. Namun, sebenarnya apakah mengeluh bermanfaat? Atau justru berdampak buruk pada kesehatan mental?. Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), arti kata mengeluh adalah menyatakan susah (karena penderitaan, kesakitan, kekecewaan dan sebagainya). Menurut Cahyono (2012) mengeluh adalah melahirkan atau mengungkapkan perasaan tidak puas atau ‘tidak terima’ atas apa yang terjadi pada diri sendiri baik yang terkait dengan pihak lain.

Ada berbagai alasan yang membuat kita suka mengeluh. Saat mengeluh, sebagian besar dari kita mengatakan atau melampiaskan masalah maupun hal-hal yang ada pada pikiran kita. Inilah alasannya mengeluh merupakan salah satu cara yang dilakukan untuk menghilangkan stres. Mengeluh memungkinkan kita untuk menghilangkan stres dan melepaskan frustasi sehingga kita bisa memulihkan energi yang kita butuhkan untuk mengatasi masalah yang kita hadapi (Anggraini, 2019).  Mengeluh bisa menjadi kebiasaan jika seseorang melihat dan mencontoh hal tersebut yang juga dilakukan oleh keluarganya. Bagi beberapa orang, mengeluh merupakan bentuk ekspresi bahwa mereka tidak bisa menyelesaikan masalah yang dimiliki. Saat merasa terjebak dan tidak bisa mencari solusi atau pilihan lainnya, kita pun cenderung mengeluh.

Saat merasa kecewa dan frustasi, kita cenderung mengeluh dan hal ini dapat memengaruhi suasana hati kita, rasa percaya diri, atau bahkan kesehatan mental secara umum. Meski dapat memengaruhi kesehatan mental, menurut Guy Winch, Ph.D, mengeluh juga memiliki manfaat tersembunyi, apalagi bagi yang tak terbiasa mengeluh pada pasangan atau orang-orang yang dicintai. Oleh karena itu, cobalah untuk mulai mencurahkan isi hati atau sesekali mengeluh pada pasangan. Guy Winch, Ph.D meyakini bahwa mengeluh pada pasangan atau orang yang dicintai dapat memperkuat hubungan. Saat mengeluh, secara positif akan mencari cara untuk memecahkan masalah bersama-sama dan membuat perubahan.

Selain itu, mengeluh juga diyakini dapat meningkatkan motivasi. Meski mengeluh dapat meningkatkan motivasi, namun cobalah fokus pada masalah yang dikeluhkan. Hal ini agar dapat menemukan solusi dari masalah yang dikeluhkan tersebut. Kalau terlalu sering mengeluh hingga waktu terbuang sia-sia hanya untuk itu, justru hal tersebut tidak akan membuat termotivasi untuk menyelesaikan masalah.

Sebenarnya mengeluh memiliki manfaat yaitu bisa menghilangkan stres dan meningkatkan hubungan baik dengan pasangan, keluarga maupun orang-orang terdekat. Akan tetapi jika mengeluh terlalu sering akan membuat kesehatan mental menjadi terganggu dan juga bisa memperengaruhi rasa percaya diri.

 

Daftar Pustaka

Nasution, Tami. (2020). Manfaat Tersembunyi Mengeluh untuk Kesehatan Mental. Guesehat.com. 11 Juni.

Cahyono, C. (2012). Manfaat mengeluh. Kompiasana.com. 26 April.

Anggraini, P.A. (2019). Ramai tagar #janganngeluhterus, apa manfaat dari mengeluh?. Kompas.com. 30 Oktober.

Very Well Mind. 2020. Hidden Benefits and Detriments of Complaining.




0 komentar:

Posting Komentar