14.10.20

Perpecahan Kelompok Karena Prasangka Buruk

 Bayu Pratama / 19310410022

Fakultas Psikologi Universitas Proklamasi 45 Yogyakarta

Dr. Arundati Shinta. M.A

(sumber: saintif.com)

Manusia merupakan makhluk sosial dimana seluruh aktifitas tidak jauh dari kegiatan yang melibatkan banyak orang. Oleh karena itu dalam bermasyarakat tentunya tidak selalu berjalan dengan baik ada beberapa konflik yang dijumpai yang menyebabkan renggangnya suatu kelompok. Sebagai contoh pada suatu organisasi desa tertentu ada beberapa orang yang menjabat sebagai kepala desa, sekretari, bendahara, dan anggota. Namun, dalam situasi dan kondisi tertentu, seorang sekretaris merasa ada yang janggal terhadap laporan keuangan yang diberikan oleh bendahara, si sekretaris mencurigai bahwa keuangan atau dana desa tersebut disalahgunakan oleh bendahara desa. Tanpa berpikir panjang dan mencari kebenaran si  sekretaris mengadu kepada kepala desa atas kejadian tersebut. Mendengar kejadian tersebut kepala desa merasa kaget dan tanpa disadari ternyata berita tersebut sampai ditelinga si bendahara dan anggota lain sehingga banyak sekali presepsi negatif yang muncul dipikiran masing-masing personil, padahal berita atau rumor tersebut belum tentu kebenarannya.

Kasus diatas apabila ditinjau dari pandangan hakekat psikologi sosial bahwa psikologi sosial merupakan ilmu pengetahuan yang mempelajari prinsip-prinsip menganalisis, memprediksi, dan memodifikasi perilaku manusia dalam suatu sistem sosial. Dalam kehidupan berkelompok atau bersosial, ada proses ketertarikan individu terhadap individu lain sebaliknya dalam kelompok ada proses, gerakan, dan, kegiatan, dengan kata lain yaitu disebut dinamika kelompok.

Dinamika kelompok adalah semacam ideologi politik tentang cara-cara suatu kelompok itu diatur dan dikelola, ideologi ini menekankan pentingnya kepemimpinan yang demokratis, partisipasi anggota dalam proses pengambilan keputusan, dan ada keuntungan yang diperoleh individu serta masyarakat dengan adanya kerja sama dalam suatu kelompok. Perilaku individu dalam kelompok itu unik, sesuai dengan kepribadiannya ada yang agresif, suka bersaing, pasif, suka mengadu-adu, dan lain-lain.

Melihat kasus yang sudah disebutkan diatas bahwasannya memang benar ada berbagai macam perilaku individu yang berbeda-beda yaitu ada anggota kelompok yang suka menyebarkan kabar yang belum pasti dan ada pula anggota kelompok yang menelaah info mentah-mentah tanpa mengetahui bagaimana kebenarannya. Dalam kasus diatas, sebagai pemimpin yang demokratis hendaknya segera mempertemukan beberapa pihak yang bersangkutan dengan masalah tersebut, dan mendengarkan secara baik-baik penjelasan dari beberapa pihak. Hal ini dihendaknya dilakukan dengan tujuan mengantisipasi banyaknya prespektif negatif dari anggota kelompok yang lain yang mengakibatkan perpecahan kelompok. Masih dalam kasus diatas, si bendahara hendaknya mencari kebenaran atau faktanya terlebiih dahulu sebelum menyebarkan info tersebut kepada orang lain.

 

Referensi:

Shinta, Arundati. 2020. Proses Dalam Kelompok Kecil: Konsep Dasar Dari Dinamika Kelompok. Ppt Kuliah Ke-1 Psikologi Sosial 2



0 comments:

Post a Comment