14.10.20

Ikut-Ikutan?

 Fakultas Psikologi Universitas Proklamasi 45

Yogyakarta

Dosen Pengampu : Dr. Arundati Shinta, MA

 

Sumber gambar : KaskusPlus

  

Oleh Yudit Ilham Ramadhana / 19310410018

Indonesia merupakan negara kepulauan yang mencakup lebih dari 17.000 pulau yang dihuni oleh sekitar 255 juta penduduk, sebuah angka yang membuat Indonesia menjadi salah satu negara dengan jumlah populasi terbesar di dunia. Besarnya populasi di Indonesia tak lepas dari budaya sosial masyarakat. Masyarakat sendiri pada umumnya tidak terlepas dari keadaan sosial yang terjadi dalam kehidupan, sebab masyarakat adalah zoon politicon atau masyarakat sosial yang saling berhubungan antara satu dengan yang lain, saling berinteraksi untuk mencapai tujuan hidup.

Indonesia sendiri merupakan Negara yang kental untuk mengikuti budaya atau kebiasaan orang terdahulu. Budaya atau kebiasaan orang terdahulu tentunya dilakukan oleh mayoritas masyarakat yang menumbuhkan stigma kepercayaan pada suatu individu untuk menirunya, fenomena ini dalam Psikologi disebut Konformitas. Konformitas ialah keadaan dan pengaruh sosial ketika seseorang mengubah sikap dan tingkah laku mereka agar sesuai dengan norma sosial yang wujud.

Perilaku konformitas sendiri selalu berlaku pada setiap kelompok, individu dan berbagai elemen sosial pada masyarakat. Pengaruh timbulnya konformitas sendiri muncul karena adanya dorongan kuat dari lingkungan atau orang-orang terdekat, misalnya dorongan orang mengikuti suatu organisasi atau kelompok karena mengikuti teman-temanya. Setiap individu memang memiliki kecenderungan atau hasrat untuk mencocokan dirinya ke dalam organisasi atau suatu kelompok agar ia dapat diterima. Penerimaan ini membuat seseorang merasa aman dan tidak dianggap berbeda

Perilaku ini tentunya ada baik dan ada buruknya, tinggal bagaimana individu dapat memilih. Belakangan ini banyak kasus konformitas yang mengacu pada perilaku buruk, misalnya mengikuti teman-temannya untuk melakukan tawuran demi merasa “dianggap” oleh teman-temanya. Sebagai manusia yang memiliki norma dan moral tentunya kita harus lebih memilih lagi untuk melakukan konformitas, agar dapat membawa pengaruh baik pada lingkungan kita dan dapat menghindari keikutsertaan konformitas yang buruk.

Referensi :

Unknow. (2020). DosenPendidikan. “Konformitas Adalah”

https://www.dosenpendidikan.co.id/konformitas-adalah/

0 comments:

Post a Comment