28.9.20

Sejarah kelahiran psikologi klinis

 

Sejarah kelahiran  psikologi klinis



Rr. Sekarlangit ayuningtyas

18.310.410.1179

Psikologi klinis 

 

Ilmu psikologi mempunyai berbagai macam cabang keilmuan salah satunya adalah psikologi klinis. ilmu ini yang memang biasanya dipelajari untuk mengatasi bebagai problematika  kehidupan di tengah masyarakat.lantas apakah sebenarnaya psikologi klinis itu? Di artikel kali ini saya akan membahas tentang  pengertian dan sejarah singkat psikologi klinis yang tediri dari beberapa priode

Pengetian psikologi klinis menurut pengertian dalam Asosiasi Psikologi Amerika (APA) adalah ilmu Psikologi yang  mencakup assessment atau psikodiagnostik dan terapi bagi masalah-masalah psikologis, gangguan penyesuaian diri, serta perilaku abnormal. Sementara psikologi kliinis menurut J.H. Resnick (1991) adalah Bidang psikologi yang meliputi penelitian, pengajaran dan pelayanan yang berkaitan dengan penerapan prinsip-prinsip, metode dan prosedur untuk memahami, memprediksi emosi, biologis, psikologis, sosial, dan perilaku maladjusment, disability, discomfort, serta penerapan secara luas pada populasi klien.

 

Pada priode awal tahun lebih tepatnya Pada abad ke-19 muncul psikologi sebagai ilmu pengetahuan di Eropa dan Amerika. Terdapat tiga perkembangan sosial yang menggerakkan roda perubahan dan memungkinkan terjadinya hal itu. Laboratorium psikologi pertama, yang didirikan oleh Wilhelm Wundt di Leipzig, Jerman, pada 1869, dan Francis Galton meneliti penerapan pengukuran dan statistik pada berbagai karakteristik manusia. buku pertama Freud yang berjudul The Interpretation of Dream berhasil menyedot minat banyak orang pada aspek psikologis dalam sakit mental dan pemahaman klinis.

 Pada priode ke 2 konsolidasi, Dalam periode ini psikoanalisis Freud menjadi sangat dominan dalam bidang ide dan konsep.Sebenarnyaapa yang dilakukan oleh kebanyakan psikolog selama tahun 1920-an dan 1930-an tidak banyak berkaitan dengan teori. Pada tahun 1909 didirikannya Child Guidance Clinic (klinik bimbingan anak) di Chicago oleh William Healy, seorang psikiater. Banyak klinik semacam mulai menggunakan pola yang berbeda dengan yang digunakan oleh klinik psikologi Witmer. Selama dan setalah perang dunia 2, para psikolog konseling memperluas jangkauan aktivitasnya dengan menyediakan pelayanan bagi para tentara, veteran, dan orang-orang dewasa lainnya serta bekerja sama dengan para professional kesehatan mental lain.

Para psikolog menemukan dan mengembangkan berbagai macam teknik asesmen selama seperempat abad ini, yaitu Minessota Multiphasic Personality Inventory (MMPI), Thematic Apperception Test (TAT), dan Strong Vocational Interest Blank.

 Pada priode ke 3 terjadi pertumbuhan pesat, Tiga dekade setelah perang dunia 2 telah berlalu, psikologi klinis benar- benar menjadi profesi yang mandiri. Banyaknya psikolog yang telah terlibat di berbagai macam kegiatan selama perang siap menerima ide-ide baru, organsiasi baru, standar baru untuk latihan dan praktik. Profesi-profesi kesehatan lain juga Tumbuh dan menetapkan berbagai standar.Sebagaicontoh,APA mempublikasikan Diagnostic and Statistical Manual (DSM) pertamanya pada 1952. Para psikolog yang bekerja si setting medis menjadi terbiasa menggunakan bahasa dan spesifikasi DSM dalam mencatat kondisi psikopatologis pasien. menangani skizofrenia.

Pada priode ke 4 terjadi tumpeng tindih poliferasi  yang di tandai Sebuah penanda signifikan yang lahir dari studi massif tentang kebutuhan kesehatan mental orang Amerika adalah Community Mental Health Act, yang ditandatangani oleh presiden John F. Kennedy. Terjadi beberapa perkembangan yang meresahkan di bidang psikologi klinis dan kesehatan mental secara umum. Semakin banyaknya studi-studi follow-up memunculkan kebimbangan tentang efektivitas psikoterapi. Ketika pertumbuhan jumlah college berhenti dan dana publik menjadi semakin langka pada akhir 1970-an dan 1980-an, pekerjaan untuk psikolog klinis baru di berbagai setting akademis maupun publik pun menjadi lebih sulit diperoleh, dan banyak di antara mereka yang kemudian memilih berpraktik swasta.

 

Pada priode ke 5 Teori dan riset terus berkembang di akhir abad ke-20. Yang paling menonjol antara lain adalah teknik-teknik neuroimaging – cara untuk menunjukkan fungsi otak. Sebagian mendasarkan diri pada elaborasi electroencephalography (EEG), perekaman gelombang otak. Sebagian lainnya menggunakan ultrasound dan metode-metode untuk memvisualisasikan pemrosesan bahan-bahan kimia oleh otak.

 

Dari beberapa uraian di atas kiata dapat menyimpulkan kekuksesan ilmu psikologi mendapatkan pengakuan sukup sulit lambat laun banyak orang yang faham dan mengerti manfaat dari ilmu psikologi klinis yang  dapat di terapkan di semua bidang dalam segala lini kehidupan manusia jadi di setiap ada manusia ilmu psikologi tetap di butuhkan terutama di dalam penaganan kasus pasien dengan skizofrenia, dalam bidang militer dan perkembanagan anak.

 

 


 


 

Referensi

 Suprapti Slamet (2008) I.S. Soemarmo Markam. pengantar psikologi klinis Penerbit: UNIVERSITAS INDONESIA UI PRESS

 

Sitorus,marina(2019) sejarah psikologi klinis https://www.academia.edu/35089440/SEJARAH_PSIKOLOGI_KLINIS (di akses pada 21/9/2020)

 

 

0 comments:

Post a Comment