20.9.20

Cari muka dengan cara menjatuhkan teman? Sudah bukan zamannya!

 

Herlinda Desi Anggraini/19310410008

Fakultas Psikologi Universitas Proklamasi'45 Yogyakarta

Psikologi Sosial 2

Dosen Pengampu: Dr. Arundati Shinta, MA.

 

 

            Di dalam dinamika kelompok, tentu kita dapat menemui teman dengan berbagai karakter-karakter uniknya. Dari teman yang mudah bergaul, suka menolong, sensitif, dan masih banyak lagi. Dinamika kelompok yang membentuk kita agar bisa menerima kekurangan anggota satu dengan yang lainnya. Karena di dalam dinamika kelompok memiliki tujuan yang sama sehingga harus menjaga kekompakkan dan menyatukan pendapat satu sama lain. Ada anggota tentu juga ada pemimpin. Sebagai seorang pemimpin harus mampu bersikap adil terhadap anggotanya dan mampu menjadi pemimpin yang baik serta bijaksana. Lalu apa yang akan dilakukan seorang pemimpin apabila ada anggotanya yang selalu mengadukan kepadanya hal-hal positif serta negatif tentang anggota yang lain? Menurut saya, apabila ada seorang anggota yang selalu mengadukan hal-hal kepada pimpinan tentang apa yang telah dilakukan anggota lain dengan batas yang masih wajar sah-sah saja. Akan tetapi, apabila yang diadukan adalah hal-hal negatif bahkan hingga melebih-lebihkan faktanya itu yang akan membawa dampak buruk terhadap kelompok. Hal tersebut dilakukan anggota tersebut biasanya untuk “cari muka” kepada pimpinan.

            Cari muka adalah orang yang bekerja dengan menjilat keatas dan menginjak kebawah. Orang-orang seperti ini paling suka mengadu domba atasan dengan temannya sendiri. Susah lihat orang senang dan senang lihat orang susah. Umumnya mereka yang suka cari muka alias penjilat karena dalam hatinya selalu iri, di otaknya selalu negative thinking. Semua itu untuk menutupi kekurangannya. Tak peduli ulah mereka merugikan orang lain. (kompasiana.com, 2015). Ketika salah satu anggota kelompok melakukan hal tersebut langkah awal yang harus kita lakukan adalah menegur dengan cara yang baik. Apabila masih saja dilakukan, anggota kelompok harus mempertimbangkan untuk berbicara kepada pimpinan.

            Sesama anggota kita hanya bisa saling mengingatkan apabila satu dengan yang lainnya melakukan hal-hal yang membawa dampak buruk terhadap kelompok. Sebagai pimpinan, ada baiknya memantau anggotanya sendiri. Dengan begitu pemimpin tidak mudah terhasut dengan anggota yang membicarakan hal negative dari anggota lainnya. Dan apabila hal itu terjadi pemimpin harus memastikan atau mencari bukti dari hal-hal yang sudah dibicarakan oleh anggotanya. Jadi, mulai sekarang sesama anggota kelompok lebih baik saling bekerja sama, jangan saling menjatuhkan. Lebih baik “cari muka” dengan cara bekerja dengan hasil yang nyata.

 

Referensi :

Kompasiana.com. (2015, 7 November). Bekerja Tak Perlu Cari Muka.

Diakses pada 19 September 2020, dari

https://www.google.com/amp/s/www.kompasiana.com/amp/feyfey/bekerja-tak-perlu-cari-muka_552fca2b6ea834733d8b4569

             

4 comments: