8.6.20

WAWANCARA SEBAGAI METODE PENGUMPULAN DATA

Dosen Pengampu : Dr. Arundati Shinta, MA.
Windyangreni Mika / 19310410047

Di dalam suatu penelitian ada beberapa tahap kegiatan yang harus dilalui untuk mencapai hasil akhir yang handal. Tahap itu mencakup persiapan, pembuatan kuesioner, pengumpulan data, pengolahan data dan analisis data sehingga menghasikan suatu kesimpulan. Dalam pengumpulan data ini tentu saja diperlukan suatu kegiatan tanya jawab yang dilakukan oleh dua orang atau lebih, kegiatan inilah yang sering kita sebut dengan wawancara. Pewawancara biasa disebut dengan interviewer sementara orang yang akan diwawancarai dinamakan interviewer. Wawancara juga dapat didefenisikan sebagai suatu bentuk komunikasi lisan yang dilakukan secara terstruktur oleh dua orang atau lebih, baik secara langsung maupun secara tidak langsung atau wawancara jarak jauh.

Sutrisno Hadi ( 1989:192 ) berpendapat bahwa wawancara adalah proses pembekalan verbal, di mana dua orang atau lebih untuk menangani secara fisik, orang dapat melihat mukayang orang lain dan mendengarkan suara telinganya sendiri, ternyata informasi langsung alatpemgumpulan pada beberapa jenis data sosial, baik yang tersembunyi (laten) atau manifest. Arikunton juga berpendapat bahwa pengertian wawancara adalah dialog yang dilakukan pewawancara untuk mendapatkan informasi dari terwawancara. Tujuan wawancara secara umum adalah untuk mendapatkan informasi yang akurat dari narasumber dengan menyampaikan beberapa pertanyaan tertentu kepada narasumber, Secara khusus, berikut ini adalah beberapa tujuan wawancara:

1. Untuk menggali dan mendapatkan informasi atau data dari orang pertama (primer).
2. Untuk melengkapi informasi/ data yang dikumpulkan dari teknik pengumpula data lainnya.
3. Untuk mendapatkan konfirmasi dengan menguji hasil pengumpulan data lainnya.

Fungsi wawancara secara umum adalah untuk menggali informasi dari narasumber. Berikut ini adalah beberapa fungsi dari wawancara yaitu:

1. Menghindari kesalahan informasi/ data yang simpang siur.
2. Informasi/ data dari hasil wawancara merupakan pelengkap informasi awal.
3. Memperoleh informasi secara komprehensif, akurat, jujur, dan mendalam.
4. Mendapatkan informasi dan data yang objektif dan berimbang.
5. Menggali kemunkinan adanya perspektif baru atas suatu masalah.

Daftar Pustaka:

http://ejournal.litbang.kemkes.go.id/index.php/MPK/article/download/930/1586
https://materibelajar.co.id/pengertian-wawancara-menurut-para-ahli/
https://www.maxmanroe.com/vid/karir/pengertian-wawancara.html

0 comments:

Post a Comment