14.6.20

WAWANCARA HARUS BERISI BUKAN HANYA NARASI

UJIAN AKHIR PSIKOLOGI SOSIAL 1 (SEMESTER GENAP 2019/2020)

PENULIS    : ADNAN ASKURI/19310410060

Dosen Pengampu : Dr Arundati Shinta MA

Fakultas Psikologi Universitas Proklamasi 45



(Sumber gambar    : https://deepapsikologi.com/tag/tujuan-proses-wawancara)

Wawancara, wawancara yang umumnya disebut dalam bahasa inggris yaitu interview adalah metode percakapan untuk menggali informasi, wawancara dilakukan oleh pewawancara dan narasumber, Ankur Garg, seorang psikolog menyatakan bahwa wawancara dapat menjadi alat bantu saat dilakukan oleh pihak yang mempekerjakan seorang calon/ kandidat untuk suatu posisi, jurnalis,  atau orang biasa yang sedang mencari tahu tentang kepribadian seseorang ataupun mencari informasi.

Wawancara sendiri terbagi menjadi dua metode yaitu wawancara terstruktur dan wawancara tidak terstruktur, wawancara terstruktur adalah wawancara di mana seperangkat pertanyaan yang telah ditentukan sebelumnya disiapkan oleh pewawancara sebelumnya dan kemungkinan pewawancara sudah mengetahui jawabanya. Sedang Wawancara Tidak Terstruktur mengacu pada wawancara di mana pertanyaan yang akan diajukan kepada responden atau narasmber tidak ditetapkan sebelumnya, dan kebanyakan metode wawancara tidak terstruktur dilakukan untuk metode penelitian awal, mencari permasalahan-permasalahan awal untuk diteliti lebih lanjut.

Didalam melakukan wawancara, penggali informasi dan narasumber harus memiliki waktu luang yang bersamaan, oleh karena itu pewawancara harus memperhatikan kondisi yang dialami narasumber. Pewawancara harus memastikan narasumber sedang dalam kondisi yang memungkinkan untuk digali informasinya dan tidak menganggu aktifitas narasumber, baik wawancara secara langsung maupun wawancara lewat media massa pewawancara harus memberikan kesan yang baik kepada narasumber, karena jika narasumber  berada dikondisi yang kurang baik dan tidak stabil, maka hasil wawancara menjadi tidak efektif, biasa terjadi hasil wawancara yang membias atau tidak terarah karena narasumber sedang tertekan,cemas atau hal negatif lainya, jika narasumber terjebak didalam kondisi itu maka narasumber hanya akan menjawab pertanyaan dengan jawaban yang menguntungkan narasumber.

                                      

    (Sumber gambar : https://www.gambaranimasi.org/cat-wawancara-1406.htm)

Wawancara dalam kajian psikologi mempunyai peran penting dalam psikodiagnostik sebagai metode untuk mendapatkan data maupun mencocokkan konstansi yang telah ditetapkan berdasar atas metode-metode lain. Terutama dalam keadaan-keadaan di mana diperlukan perlakuan secara individual , metode wawancara ini mempunyai peran yang sangat besar. Burke Johnson; Larry Cristensen (2004) menyatakan bahwa “interview is a data collection methods in which an interviewer (the researcher or some one working or the researcher) asks question of an interviewee (the research participant)”. Apabila diterjemahkan, wawancara adalah metode pengumpulan data di mana pewawancara  mengajukan pertanyaan kepada orang yang diwawancara.

 

Sumber refrensi    :

Burke dan Christensen Larry. 2004. Educational Research. Second edition. New York: Pearson.

https://www.coursehero.com/file/p61e4t7/Ankur-Garg-seorang-psikolog-menyatakan-bahwa-wawancara-bisa-jadi-alat-bantu/

https://www.universitaspsikologi.com/2018/04/tujuan-wawancara-interview-pengertian-menurut-ahli.html

Ankur Garg. 2010.  the interview becomes a breakthrough answer. Amsterdam : Garger.

Slamet, S. dan Markam, S. 2005. Pengantar Psikologi Klinis. Jakarta: UIPRESS.

4 comments: