3.6.20

Upaya Cerdas Meningkatkan Kinerja Karyawan melalui Komitmen dan Motivasi

Upaya Cerdas Meningkatkan Kinerja Karyawan melalui Komitmen dan Motivasi 


Rifdah Nur Aqilah (19.310.410.061)
Mata Kuliah : Psikologi Industri dan Organisasi
Dosen Pengampu : Dr. Arundati Shinta, MA. 

    Setiap organisasi pasti menginginkan kinerja karyawan yang baik dan kompeten di masing-masing bidangnya. Hal ini bertujuan untuk meningkatkan produktifitas kerja di mana membutuhkan SDM yang unggul dan hebat. Namun, melihat terbatasnya SDM yang ada, organisasi diharapkan tetap dapat mengoptimalkan kinerjanya sehingga tercapai tujuan organisasi yang telah ditetapkan. Apalagi melihat era teknologi dan peradaban saat ini, menuntut SDM yang kompeten memiliki komitmen, motivasi, dan semangat yang tinggi dalam menjalankan peran dan fungsinya dengan baik.

     Menurut Snyder (1989), manusia merupakan sumber daya yang paling bernilai, dan ilmu perilaku menyiapkan banyak teknik dan program yang dapat menuntun pemanfaatan sumber daya manusia secara lebih efektif. Hal ini bertujuan untuk meningkatkan kinerja SDM yang semakin meningkat. Lalu, apakah meningkatkan kinerja karyawan dapat melalui komitmen dan motivasi? 

     Hasil studi Christina dan Maren dalam Agung Prihantoro (2012) menyimpulkan bahwa kinerja sumber daya manusia dipengaruhi oleh komitmen. Komitmen organisasi merupakan kekuatan yang bersifat relatif dari karyawan dalam mengidentifikasi keterlibatan dirinya ke dalam bagian organisasi. Hal itu ditandai dengan 3 bentuk perilaku, diantaranya: penerimaan terhadap nilai-nilai dan tujuan organisasi, kesiapan dan kesediaan untuk berusaha sungguh-sungguh atas nama organisasi, keinginan untuk mempertahankan keanggotaan di dalam organisasi (Mowday et al., 1979).


    Begitupun dengan motivasi. Dalam Agung Prihantoro (2012), menurut Lyons dan Flecther dan Williams menyatakan bahwa komitmen organisasional karyawan untuk terus bekerja menjadi bagian dari suatu organisasi akan meningkat, apabila didukung adanya motivasi yang tinggi dari karyawan yang terkait dengan pekerjaannya. Jae (2000) menunjukkan bahwa motivasi karyawan sangat efektif untuk meningkatkan komitmen organisasional dan kinerja karyawan di mana faktor-faktor motivasi tersebut diukur melalui faktor intrinsik (kebutuhan prestasi dan kepentingan) dan faktor ekstrinsik (keamanan kerja, gaji, dan promosi).

     Oleh karena itu, dapat kita simpulkan bahwa komitmen dan motivasi bisa dijadikan sebagai upaya cerdas untuk meningkatkan kinerja karyawan dalam suatu organisasi. Adanya pengaruh motivasi terhadap komitmen artinya semakin baik motivasi karyawan maka akan semakin meningkat pula komitmen karyawan itu. Adanya pengaruh motivasi terhadap kinerja sumber daya manusia artinya semakin baik motivasi akan meningkatkan kinerja sumber daya manusia. Dan adanya pengaruh komitmen terhadap kinerja sumber daya manusia artinya semakin tinggi komitmen akan menaikkan kinerja sumber daya manusia (Agung Prihantoro, 2012).

Referensi :
Jae, Moon M. (2000). Organizational Commitment Revisited in New Public Management. Public Performance and Management Review, 24 (2).
James C. Snyder, A. J. (1989). Pengantar Arsitektur. Jakarta : Erlangga.
Mowday, R. T., R. M. Steers and I. W. Porter. (1979). The Measurement of Organizational Commitment. Journal of Applied Psychology, 84, Page. 408
Prihantoro, Agung. (2012). Peningkatan Kinerja Sumber Daya Manusia Melalui Motivasi, Disiplin, Lingkungan Kerja, dan Komitmen. Jurnal Unimus, 8 (2), Hal. 94.

Referensi Gambar :
Utami, Novia Widya. (2019). Sleekr : 4 Langkah Efektif Meningkatkan Skill Karyawan Anda. Diakses dari : https://sleekr.co/blog/4-langkah-efektif-meningkatkan-skill-karyawan-anda/amp 

0 comments:

Post a Comment