3.6.20

Media Sosial dan Social Learning di Tengah Pandemi Covid-19

Media Sosial dan Social Learning di Tengah Pandemi Covid-19


Rifdah Nur Aqilah (19.310.410.061) 
Mata Kuliah : Psikologi Sosial 1
Dosen Pengampu : Dr. Arundati Shinta, MA. 

   Pemerintah Indonesia memberikan perhatian yang sangat tinggi terhadap sektor pendidikan, apalagi di tengah situasi pandemi Covid-19 seperti sekarang ini. Pemerintah telah mengimbau seluruh masyarakat Indonesia untuk berada di rumah saja dengan meminimalisir kegiatan berbau sosial yang melibatkan banyak orang. Oleh karena itu, seluruh institusi pendidikan terpaksa melakukan pembelajaran jarak jauh dan mau tidak mau para pengajar dan pelajar harus mengandalkan platform teknologi digital demi berjalannya pembelajaran. 

   Nah, berbicara mengenai teknologi digital tentunya tak lepas dari media sosial. Menurut KBBI, media sosial adalah suatu laman atau aplikasi yang memungkinkan pengguna dapat membuat dan berbagi isi atau terlibat dalam jejaring sosial. Sekarang ini, hampir semua kalangan memiliki minimal satu akun media sosial di berbagai platform. Lalu, apa kaitannya media sosial dengan pembelajaran sosial?

      Jadi, pada tahun 1971, salah satu tokoh psikologi yakni Albert Bandura menemukan teori belajar sosial (Social Learning Theory). Bandura berpendapat bahwa faktor lingkungan dan kognitif saling berkesinambungan karena pada dasarnya setiap individu memiliki kemampuan berpikir dan mengatur atau mengarahkan lingkungan, disamping individu juga dibentuk oleh lingkungannya. Dengan demikian, perilaku individu dipelajari melalui interaksi dengan lingkungan. Teori belajar sosial dari Bandura ini didasarkan pada konsep saling menentukan, tanpa penguatan, dan pengaturan diri atau berpikir (Alwisol, 2009).


   Banyak cara pembelajaran yang dapat digunakan melalui media sosial, hal ini juga memicu kreativitas para pengajar agar proses pembelajaran tetap berlangsung secara efektif. Menurut Horton (2012), ada beberapa pola interaksi (patterns of interaction) yang dapat dilakukan saat pembelajaran online, misalnya tutoring interaction (terjadi interaksi langsung antara pengajar dengan pelajar), presentation pattern (interaksi dengan memaparkan informasi secara langsung kepada orang lain), question and answer (interaksi dengan mengajukan pertanyaan pada pengajar), post and comment (interaksi dengan membuat tautan dan dikomentari oleh pelajar).

    Dapat kita ambil kesimpulan bahwa teori social learning di tengah pandemi ini merupakan belajar interaksi dan komunikasi antara pengajar dan pelajar bergantung pada berbagai platform media sosial sebagai sarana pembelajaran. Dalam menerapkan social learning, sebelum menentukan media sosial mana yang akan digunakan untuk belajar, tentunya kita harus memperhatikan fitur-fitur yang dapat digunakan dari media sosial guna mendukung lancarnya proses belajar. Baru, kemudian menentukan pola interaksi pembelajaran yang nyaman dan sesuai dengan fitur-fitur media sosial yang digunakan.

Referensi :
Alwisol. (2009). Psikologi Kepribadian. Malang : UMM Press.
Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa. (2016). Kamus Besar Bahasa Indonesia Edisi V. Jakarta : Balai Pustaka.
Horton, W. (2012). E-Learning by Design. USA : Pfeiffer.

Referensi Gambar :
Aruman Edhy. (2014, Desember 26). Marcomm : Media Sosial adalah Komunitas. Diakses dari : https://mix.co.id/marcomm/brand-communication/community/media-sosial-adalah-komunitas/  

0 comments:

Post a Comment