4.6.20

WASPADAI PENGGUNAAN GADGET BAGI ANAK!

Exwati Miatari/ 19310410030
Fakultas Psikologi
Universitass Proklamasi 45 Yogyakarta
Dosen Pengampu : Arundhati Shinta, M.A.

Gadget adalah sebuah perangkat elektronik dengan model penggunaan yang praktis dan memiliki fungsi khusus. Fungsinya bisa sebagai media mempermudah pekerjaan, alat komunikasi ataupun sebagai media hiburan dan lain sebagainya. Gadget bisa pula dikategorikan sebagai perangkat elektronik portable. Hal ini karena gadget bisa digunakan tanpa harus tersambung kedalam stop kontak yang beraliran listrik. Menurut data analisis digital dari Groupe Speciale Mobile Association (GSMA) Intelligence, perangkat mobile seperti tablet, smartphone, dan telepon mencapai 7,22 miliar unit. Angka itu berbeda tipis dengan populasi manusia di bumi, sekitar 7,2 miliar. Tidak ada teknologi yang mempunyai dampak signifikan seperti ponsel. Ini merupakan fenomena buatan manusia yang lebih cepat berkembang daripada manusia. Dari nol hingga 7,22 miliar unit dalam waktu tiga dekade," ungkap Kevin Kimberlin selaku Ketua Spencer Trask & Co seperti dilansir Independent. Belakangan ini, pengguna gadget tidak hanya didominasi oleh orang dewasa. Tetapi gedget sudah menjamah hingga kaum anak-anak.
Pada era modern seperti saat ini, gadget bukanlah sebuah barang yang dianggap tabu dimata anak. Hal ini dikarenakan banyak orang tua yang sudah mulai mengenalkan gadget pada anak pada usia yang masih dini atau balita untuk memainkan sebuah gadget dengan sebuah alasan agar anak merasa betah didalam rumah dan tidak rewel. Namun perlu diperhatikan, bahwa pada hal ini peran orang tua sangatlah penting. Sebab ketika anak bermain gadget terdapat dampak positif apabila penggunaan yang dilakukan bijak dan akan berdampak negatif pada pertumbuhan anak jika orang tua tidak melakukan pembatasan dan pengawasan ketika anak gemar bermain gadget. Padahal jika dilihat dari kegunaanya untuk anak, gadget banyak memberikan dampak negatif pada anak. Banyak sekali hal buruk yang akan terjadi pada anak jika dibiarkan terus menerus untuk bermain gadget. Namun, banyak juga dari orang tua yang sengaja membiarkan bahkan memberikan gadget secara khusus pada anak dengan berbagai alasan agar anak tidak rewel, tidak mengganggu, dan duduk dengan tenang. Padahal hendaknya orang tua melakukan pembatasan kepada anak dalam menggunakan gadget dan tidak membiarkan sang anak bermain gadget secara sendirian. Sehingga tidak terjadi ketergantungan yang akan memberikan dampak negatif dalam tumbuh kembang sang anak.
Asosiasi dokter anak Amerika dan Kanada menekankan anak usia 0-2 tahun tidak diperbolehkan terpapar gadget. Anak 3-5 tahun dibatasi satu jam per hari dan dua jam untuk anak 6-18 tahun. Tapi faktanya, anak-anak justru menggunakan gadget 4-5 kali lebih banyak dari jumlah yang direkomendasikan. Bahkan, penggunaan ponsel pintar, tablet, dan peranti game elektronik sudah dimulai sejak usia sangat dini dan bukan hal yang dianggap tabu lagi untuk masyarakat. Dokter anak asal Amerika Serikat, Cris Rowan, dalam tulisannya di Huffington Post, mengatakan perlu ada larangan penggunaan gadget pada usia anak di bawah 12 tahun. Sudah banyak penelitian yang membuktikan dampak negatif gadget pada anak. Berikut bahaya gadget utuk anak.
1. Bahaya Radiasi. Badan Kesehatan Dunia (WHO) mengklasifikasikan ponsel sebagai risiko kategori 2B, karena emisi radiasi yang dihasilkan. Anak-anak lebih sensitif terhadap berbagai radiasi dibandingkan orang dewasa, karena sistem kekebalan tubuhnya masih berkembang.
2. Pertumbuhan otak yang sangat cepat. Pada usia 0-2 tahun, pertumbuhan otak anak memasuki masa perkembangan hingga 21 tahun. Perkembangan otak awal ditentukan oleh rangsangan lingkungan. Stimulasi yang berasal dari gadget akan berhubungan dengan fungsi eksekutif dan defisit perhatian, gangguan kognitif, kesulitan dalam belajarm peningkatan impulsif dan menurunkan kemampuan dalam mengendalikan diri.
3. Obesitas. Gadget berkorelasi dengan risiko obesitas. Saat menggunakan gadget, anak cenderung kurang bergerak. Anak yang diperbolehkan bermain gadget di kamar tidur mereka 30 persen mengalami risiko obesitas. Obesitas berpotensi diabetes, stroke, dan serangan jantung. Sehingga dapat memperpendek usia. Anak-anak yang lahir pada abad 21, kemungkinan tidak akan hidup lebih lama daripada orangtua mereka.
4. Gangguan pada mata serta penyakit mental. Terlalu sering menatap layar HP bisa menyebabkan mata jadi buram, kering dan bahkan jadi sering sakit kepala. Walaupun belum ada laporan resmi untuuk kerusakan mata tersebut. Orang tua disarankan untuk mengajarkan anak menjaga jarak pandang antara mata dan juga layar, selain itu atur tingkat terang dan gelapnya janngan terlalu terang, dan suruh anak untuk beristirahatsetiap-20 menit sekali. Selain itu jika anak terus menurus bermain gadget juga daapat menimbulkan penyakit mental. Penggunaan gadget yang tidak terkontrol dan terus menerus bisa menjadi salah satu pemicu penyakit mental seperti depresi, gangguan bipolar dan autis.
5. Agresif. Konten kekerasan dapat menyebabkan agresif pada anak. Seperti pada game Grand Theft Auto V, yang menggambarkan seks, pembunuhan, pemerkosaan, penyiksaan dan mutilasi. Dan banyak lagi di dalam film dan acara TV.
6. Kemampuan bersosialisasi kurang. Pengguna gadget tetap mampu untuk bersosialisasi dengan melakukan hubungan melalui berbagaiaplikasi yang ada. Namun anak-anak juga perlu untuk memiliki kemampuan membaca emosi oranglain, caranya tentu dengan melakukan interaksi langsung dengan bertatap muka. Itu sebabnya,pembatasan waktu dalam penggunaan gadget adalah jalan keluar terbaiknya.
7. Rasa cemas berlebihan. Apabila anak Anda sudah cukup besar, waspadai kegiatan mereka di sosial media. Karena disitu adabanyak sekali yang bisa mereka lihat, bahkan hal-hal yang buruk. Salah satunya adalah,kemungkinan mereka yang cenderung jadi membandingkan dirinya dengan teman-teman yang mereka lihat di sosial media, atau bahkan mereka sangat sibuk berusaha untuk membuat orang lain memberikan like atau komentar. Tentu sangat disayangkan sekali jika energi mereka hanya dihabiskan untuk hal tersebut. Oleh sebab itu, peran orang tua untuk mengawasi anak di sosial media jadi sangat penting, lakukan diskusi dengan anak tentang cara-cara bersosial media, sepertibagaimana menanggapi apa yang dilihatnya, jangan sampai terlalu berlebihan merespon, jangan jugasampai mengejek orang lain, atau bahkan menghakimi temannya yang akhirnya bisa menimbulkanmasalah dalam hubungan pertemanannya.

Sebaiknya orang tua lebih membatasi anak ketika bermain gadget dan tidak memberikan gadget secara khusus pada anak yang belum mencukupi usia untuk bermain gadget. Selain itu, orang tua harus lebih memikirkan dampak positif dan negatif ketika membiarkan anak untuk bermain gadget. Selalu lakukan pengawasan dan berikan durasi waktu kepada anak ketika anak sedang bermain gadget.


Daftar Pustaka:

Aqiqah, Asshidiq. 2019. Bahaya gadget pada Anak Bahaya gadget pada Anak. https://www.academia.edu/40427282/Bahaya_gadget_pada_Anak_Bahaya_gadget_pada_ Anak. diakses (04 Juni 2020).

Saragih, Rohma. Tanpa tahun. BAHAYA MENGENALKAN GADGET TERLALU DINI PADA ANAK. https://www.academia.edu/34970294/BAHAYA_MENGENALKAN_GADGET_TERL ALU_DINI_PADA_ANAK. diakses (04 Juni 2020).

 3 min read. 2018. https://www.jurnalponsel.com/pengertian-gadget/. diakses (04 Juni 2020).

Setiawan, Aries. 2014. Gadget Bisa Mengancam Anak-anak. https://www.viva.co.id/indepth/fokus/561294-gadget-bisa-mengancam-anak-anak. diakses (04 Juni 2020).


Sumber Gambar:


  

0 comments:

Post a Comment