14.6.20

Pengaruh Antara Tingkat Stress Kerja Dengan Kondisi Fisik Pada Mahsasiswa Karyawan


Ujian Akhir Semester Psikologi Industri dan Organisasi
 ( 2019/2020)
  
Putri Sartika / 19310410001
Dosen Pengampu : Dr., Dra. Arundati Shinta, MA


Seringkali mahasiswa khususnya mahasiswa karyawan yang mengalami stress akibat tutuntan pekerjaan maupun tugas kuliah. Mahasiswa yang mengalami stress, akan  mengalami dampak negatif pada kondisi fisiknya dan itu akan mempengaruhi dalam aktifitasnya dalam bekerja maupun kuliah. Namun stress tidak hanya memberikan dampak negative pada setiap individu, tetapi juga memberikan dampak positive. Semua itu tergantung dari setiap individu mengontrol stressnya dan bisa mengatasi stress tersebut.

Dalam kondisi dan situasi tertentu, stress diperlukan sebagai pemicu semangat dan motivasi pada setiap individu ( Sukadiyjnto, 2010 ) . Menurut Sarafino, stress adalah kondisi yang disebabkan oleh interaksi antara individu dengan lingkungan, menimbulkan persepsi jarak antara tuntutan-tuntutanyang bersumber dari suatu keadaan, misalnya biologis, dan sosial seseorang.

Jika individu dapat mengelola dan megontrol dari penyebab stress tersebut, maka individu dapat menunjukkan performa kinerja yang baik dan kompetensinya dalam hal prestasi di kampus. Sebaliknya jika individu tidak dapat mengontrol dengan baik, maka itu akan berdampak negative pada diri kita sendiri, misalnya menunda-nunda dalam mengerjakan pekerjaan dari kantor maupun tugas kuliah, mudah cepat lelah dan menganggu aktiftas yang lainnya.

            Hal yang perlu dilakukan agar kita dapat mengontrol stress dengan baik, ialah sebagai berikut:

1.      Buatlah jadwal harian ketika sedang libur bekerja maupun kuliah.

Ketika kita sedang merencanakan aktivitas, pastikan bahwa kita ada waktu yang disediakan untuk beristirahat dan menyelesaikan tugas – tugas kuliah untuk cara mengatasi stres pada mahasiswa. Walaupun kita masih sanggup mengerjakan tugas kuliah maupun pekerjaan dari kantor, jika kondisi fisik lelah maka itu sudah tidak bisa dipaksakan lagi, daripada nanti kondisi fisik kita down dan malah sakit.

2.      Berolahraga

Sesibuk apapun kita dengan aktifitas yang kita jalani, sempatkanlah waktu untuk berolahraga. Karena dengan berolahraga kita dapat mengurangi stress kita dan bisa menjaga stamina kondisi tubuh.

3.      Me Time

Saat diri kita sudah lelah dengan aktifitas yang sudah kita lakukan dan mengerjakan tuntutan-tuntutan dari tugas kantor maupun kuliah, ada kalanya kita juga butuh waktu untuk diri kita sendiri. Dalam me time ini, kita bisa melakukan hal yang kita sukai misalnya, jalan-jalan, melakukan hobi yang kita suka. Karena dengan kita melakukan hal yang kita suka itu adalah salah satu cara agar kita dapat merilekskan pikiran dan membuat mood membaik.

 Referensi :

Agusmar AY,Vani AT,Wahyuni, & Sri. (2019). Perbandingan Tingkat Stres pada Mahasiswa
Angkatan 2018 dengan Angkatan 2015 Fakultas Kedokteran Universitas Baiturrahmah. Health & Medical Journal. I(2): 35-37

Ludia Safitri, & Izhar M Fihir (2013). Faktor-faktor Yang Berhubungan Dengan Stress Kerja Pada Karyawan Pusat Adminitrasi Universitas Indonesia.

Deyisi Pratiwi A. Demolingo, Flora Kalalo, & Mario Katuuk. (2018). Hubungan Stres Dengan Motivasi Belajar Pada Mahasiswa Semester V Program Studi Ilmu
Keperawatan Fakultas Kedokteran Universitas SAM Ratulangi Manado. Journal Keperawatan. 6(1): 4-5

0 comments:

Post a Comment