14.6.20

PENGUKURAN KINERJA KARYAWAN: JADIKAN KARYAWAN MENJADI BERPRODUKTIFITAS!

Ujian Akhir Psikologi Industri dan Organisasi
(Semester Genap 2019/2020)
Exwati Miatari (19.310.410.030)
Doesen Pengampu: Dr. Arundhati Shinta, MA.
Fakultas Psikologi
Universitas Proklamasi 45 Yogyakarta
Karyawan ialah penjual jasa (pikiran dan tenaganya) serta mendapatkan konspesasi yang besarnya telah ditetapkan terlebih dahulu. Mereka wajib dan terikat untuk mengerjakan pekerjaan yang telah diberikan dan berhak memperoleh kompensasi sesuai dengan perjanjian (Hasibuan, 200:12. Didalam sebuah perusahaan, karyawan merupakan sebuah aset yang penting untuk dimiliki. Karena, tanpa adanya seorang karyawan perusahan tidak akan mampu untuk berjalan dengan sendiri. Sering kali kita mengetahui adanya sebuah pengukuran hasil kinerja terhadap para karyawan. Pengukuran hasil kinerja, dapat juga memberikan eveluasi terhadap performa dalam kerja masing-masing karyawan. Hal tersebut bertujuan agar karyawan dapat mencapai target sesuai dengan yang telah ditentukan dalam sebuah perusahaan.
Gibson (2007) mendefinisikan bahwa kinerja sebagai hasil dari pekerjaan yang terkait dengan tujuan organisasi seperti kualitas, efesiensi, dan kriteria efektivitas kerja lainya. Sedangkan menurut Mangkunegoro (2009) kinerja merupakan hasil kerja secara kwalitas dan kwantitas yang dicapai oleh seorang pegawai dalam melaksanakan tugasnya sesuai dengan tanggung jawab yang telah diberikan kepadanya. Pengukuran kinerja juga merupakan bentuk dari evaluasi karyawan sekaligus untuk mengetahui kualitas dalam dunia kerja. Selain itu, adanya pengkuran karyawan juga  memberikan kenaikan mutu yang dimiliki setiap karyawan serta dapat memberikan informasi yang akurat kepada pihak manajemen dalam pengembilan keputusan untuk meningkatkan kinerja pada sebuah perusahaan.

Terlepas dari hal itu, adanya pengukuran karyawan seharusnya juga dapat menjadikan karyawan lebih berproduktifitas. Kien (2012) menyatakan bahwa produktivitas merupakan faktor penting untuk membangun daya saing organisasi, mempertahankan kinerja stategis dan keuangan, mencapai tujuan yang diinginkan dan memenuhi proporsi nilai pemangku kepentingan. Dalam upaya pencapian produktivitas karyawan, yang dibutuhkan bukanlah dengan menyuruh karyawan untuk bekerja lebih keras. Menurut Vrat et al., (2009) menyebutkan bahwa untuk mencapai produktivitas karyawan yang maksimal diperlukan adanya manajeman yang efektif. Lalu, apakah  pencapaian nilai terhadap karyawan sudah termasuk dalam pencapaian produktivitas? Ukuran pencapaian produktivitas karyawan yang maksimal tidak hanya ditentukan dengan sejumlah angka melainkan pada sejumlah output yang diperoleh dari seseorang karyawan selama periode waktu yang telah ditetapkan (Mokhtar et al., 2010). Seperti yang telah dikatakan, bahwa dalam pencapian produktivitas yang terpenting bukanlah pencapian nilai, melainkan pencapian harus disertai dengan output yang telah didapatkan oleh karyawan dalam waktu yang telah ditentukan semasa melakukan pekerjaan.
Dengan demikian, adanya pengukuran kinerja karyawan diharapkan dapat menjadikan karyawan menjadi lebih berproduktivitas. Sebab produktivitas dalam sebuah kinerja juga sangat diperlukan, terlebih untuk membangun daya saing dalam mempertahan kinerja. Untuk itu perlunya semangat serta ketekunan karyawan agar tidak hanya mencapai jumlah angka, melainkan mencapai output dalam standar pencapaian produktivitas terhadap karyawan.



DAFTAR PUSTAKA
Setiawan Aris, Eka, Fajar, Taminto, dan Zulkipli. 2013. Pengembanggan Pegawai. Makalah.
Hamdiyah, Haryono, dan Fathoni. 2016. PENINGKATAN KINERJA KARYAWAN MELALUI KOMPENSASI LINGKUNGAN KERJA DAN GAYA KEPEMIMPINAN DI ADA SWALAYAN BANYUMANIK SEMARANG. Jurnal of Management. 2 (2): 5-8.
Prabawa Adi Made dan Supartha Adi Made. 2018. MENINGKATKAN PRODUKTIVITAS KARYAWAN MELALUI PEMBERDAYAAN, KERJASAMA TIM DAN PELATIAN DI PERUSAHAAN. E-Jurnal Manajemen Unud. 7(1): 497-524.

SUMBER GAMBAR
  

46 komentar:

  1. Artikelnya bermanfaat, terima kasih kak. Sukses yaa๐Ÿ˜Š

    BalasHapus
    Balasan
    1. Terima kasih kak, semoga dapat bermanfaat untuk kedepannya ☺️๐Ÿ™๐Ÿผ

      Hapus
  2. Sangat mengesankan kak, bermanfaat sekali

    BalasHapus
    Balasan
    1. Baik kak, terima kasih sudah berkunjung dan membaca artikel ini ๐Ÿ™๐Ÿผ

      Hapus
  3. Balasan
    1. Terima kasih kak☺️๐Ÿ™๐Ÿผ

      Hapus
  4. Semangat terus kakakkk..

    BalasHapus
    Balasan
    1. Siap kak, terima kasih ๐Ÿ™๐Ÿผ

      Hapus
  5. Mantapp, semangatt!!

    BalasHapus
    Balasan
    1. Baik kak, terima kasih๐Ÿ™๐Ÿผ

      Hapus
  6. Semangat miaa๐Ÿ˜๐Ÿ˜

    BalasHapus
  7. Artikel yang menarik, dan menambah pengetahuan. Sukses selalu, ka.๐Ÿ™

    BalasHapus
    Balasan
    1. Terima kasih kak, semoga dapat bermanfaat untuk kedepannya ๐Ÿ™๐Ÿผ

      Hapus
  8. Balasan
    1. Siap kak, terima kasih ๐Ÿ™๐Ÿผ

      Hapus
  9. Artikelnya bagus, semangat terus ya

    BalasHapus
    Balasan
    1. Siap kak, terima kasih ๐Ÿ™๐Ÿผ

      Hapus
  10. Sangat menarik dan mudah dipahami๐Ÿ˜Š

    BalasHapus
    Balasan
    1. Terima kasih kak, semoga dapat bermanfaat ☺️

      Hapus
  11. Balasan
    1. Terima kasih kak, semoga bermanfaat ๐Ÿ™๐Ÿผ

      Hapus
  12. Karyawan harus lebih produktif ya๐Ÿ‘

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya kak, itu merupakan salah satu hal yang akan menjadi penunjang keberhasilan dalam sebuah perusahaan☺️

      Hapus
  13. nice, artikelnya baguss. Isinya juga berbobot๐Ÿคฉ

    BalasHapus
    Balasan
    1. Terima kasih kak, semoga dapat bermanfaat ☺️

      Hapus
  14. Terimakasih artikelnya sangat bermanfaat

    BalasHapus
    Balasan
    1. Baik kak, semoga dapat berguna untuk kedepannya ☺️

      Hapus