15.6.20

The Bystander Effect pada Era Globalisasi

Ujian Akhir Psikologi Sosial I

(Semester Genap 2019/2020)

Bayu Pratama (19310410022)
Fakultas Psikologi Universitas Proklamasi 45 Yogyakarta

Era globalisasi merupakan proses integrasi internasional yang terjadi karena adanya pertukaran pandangan dunia, pemikiran, produk, dan berbagai aspek kebudayaan lainnya. Globalisasi yang terjadi di sebuah negara tentu akan memberikan dampak baik positif maupun negatif. Dampak globalisasi tersebut berdampak diberbagai bidang kehidupan manusia. Salah satunya yaitu dapat kita rasakan dampaknya pada lingkungan kehidupan kita atau yang biasa disebut dampak globalisasi di bidang sosial dan budaya.
Ada beberapa dampak globalisasi di bidang sosial dan budaya yang kita rasakan yaitu adanya dampak positif dan dampak negatif. Dampak positif yang kita rasakan yaitu semakin tinggi rasa solidaritas antar bangsa di berbagai negara, masyarakat semakin menjunjung tinggi hak asasi manusia, meningkatkan taraf pendidikan suatu negara, munculnya keinginan untuk meningkatkan kualitas diri dikalangan masyarakat, ilmu pengetahuan dan teknologi mengalami globalisasi. Sedangkan dampak negatif yang muncul yaitu pertama, meningkatnya sifat individualisme, materialisme, dan, konsumtif. Kedua, rasa kekeluargaan dan gotong-royong menipis. Ketiga, timbulnya akulturasi di tengah-tengah masyarakat yang mengalami globalisasi. Keempat, kecintaan akan budaya lokal dan terkikis sedikit demi sedikit. Kelima, rasa nasionalisme masyarakat akan semakin pudar dari hari ke hari.
(sumber gambar: suaramuhammadiyah.id)
Salah satu dampak negatif yang kita rasakan saat ini adalah meningkatnya rasa individual manusia sehingga rasa kekeluargaan dan tolong menolong seseorang semakin menurun. Beberapa sikap tolong menolong sudah melalui beberapa pengamatan yang sudah dijelaskan dalam teori the bystander effect. Menurut Latané & Rodin (1969) the bystander effect adalah orang itu cenderung untuk menolong orang lain bila ia sedang sendirian. Hal ini disetujui oleh 70% respondennya. Bila individu berada bersama-sama dengan orang lain, maka ia cenderung enggan menolong orang lain. Tercatat hanya 40% responden yang bersedia memberikan pertolongan.
The Bystander Effect merupakan suatu kenyataan bahwa semakin rendahnya kemungkinan suatu tanggapan muncul dari suatu peristiwa seiring dengan naiknya jumlah penonton. Bila jumlah penonton naik maka jumlah inisiatif untuk melakukan pertolongan yang sesuai terhadap suatu peristiwa menjadi menurun. Contohnya ketika ada kecelakaan dijalan raya dan kita melihat kecelakaan itu secara refleks pasti ingin membantu korban kecelakaan itu, beda halnya jika pada kecelakaan itu sudah banyak orang yang menolong pasti kita hanya melihat saja.
Individu merasa adanya evaluasi yang ditujukan kepadanya, yang mana evaluasi itu telah menghambat timbulnya perilaku menolong. Ini terjadi karena individu cemas bila tindakan menolongnya itu dinilai sebagai suatu hal yang salah atau tolol. Namun evaluasi dari orang lain ini juga bisa menumbuhkan perilaku menolong. Ini terjadi ketika tidak muncul petunjuk bahwa para penonton itu menolak adanya perilaku menolong. Ini memunculkan asumsi bahwa orang lain tidak keberatan adanya campur tangan dari orang lain.
Berdasarkan berbagai macam pemaparan di atas maka dapat ditarik kesimpulan bahwa dampak globalisasi harus kita sikapi dengan baik. Membuka wawasan tentang kemajuan zaman dan globalisasi harus selalu ditingkatkan agar tidak terjadi hal-hal negatif dari globalisai. Bystander Effect memang tidak bisa dipisahkan akan tetapi kita bisa melatih sikap menolong orang lain dengan sedikit demi sedikit dan hal itu harus dipaksakan kemudian menjadi kebiasaan atau adat untuk menolong.
Referensi :

Shinta, A. (2020). Modul Perkuliahan: Psikologi Sosial I. Universitas Proklamasi 45.

Gischa, S. (2020). Dampak Globalisasi di Berbagai Bidang. Kompas.com. Diakses pada 15 Juni 2020. https://www.kompas.com/skola/read/2020/01/20/160000769/dampak-globalisasi-di-berbagai-bidang
Sumber Gambar:

0 comments:

Post a Comment