15.6.20

PELATIHAN KARYAWAN : BERPELUANG MENGALAMI KEGAGALAN?

Tirsa Venta Han / 19310410058
Dosen Pengampu : Dr. Arundati Shinta, MA.       
Fakultas Psikologi  Universitas Proklamasi 45 Yogyakarta



Pelatihan adalah cara agar karyawan dapat berkinerja dengan baik dan optimal dalam tugas dan tanggung jawabnya. Mutiara. S. Panggabean memberikan pendapatnya mengenai definisi Pelatihan, Menurutnya pelatihan adalah “ Suatu cara yang digunakan untuk memberikan atau meningkatkan ketrampilan yang dibutuhkan untuk melaksanakan pekerjaannya sekarang” (2001 : 41). Jika sebuah perusahaan melakukan pelatihan karyawan dengan maksimal, maka perusahaan dapat mengetahui kualitas karyawannya sehingga dapat mengembangkannya dengan lebih baik lagi. Namun, sejumlah persoalan selalu saja ditemui dalam pelaksanaan proses pelatihan.

Persoalan – persoalan klasik yang ditemui dalam pelaksanaan proses pelatihan yaitu seperti karyawan menunjukkan sikap acuh tak acuh dengan  proses pelatihan yang diadakan. Hal ini tentu membuat proses pelatihan menjadi tidak optimal. Selain itu, perusahaan juga terkadang menggunakan metode pelatihan yang tidak efektif sehingga proses pelatihan tersebut justru tidak menghasilkan karyawan yang berkualitas. Bayangkan saja jika persoalan – persoalan seperti ini tidak ditangani dengan baik, pasti akan berdampak pada kinerja karyawan dan kesuksesan perusahaan.

Tulisan ini terutama ditujukan untuk perusahaan-perusahaan yang sering mengalami persoalan dalam proses pelatihan sehingga terkadang proses pelatihan yang diadakan mengalami kegagalan. Jadi pertanyaan yang harus dijawab dalam tulisan ini adalah bagaimana cara mengatasi persoalan-persoalan tersebut agar proses pelatihan yang dilakukan oleh perusahaan dapat berjalan baik. Jika proses pelatihan karyawan berjalan baik, maka sebuah perusahaan akan mengalami kemajuan karena memiliki karyawan yang bermutu. Namun jika proses pelatihan tidak berjalan optimal, maka akan terjadi sebaliknya.

Cara-cara yang dapat dilakukan agar proses pelatihan berhasil
  1. Perusahaan harus memperhatikan metode yang digunakan untuk pelatihan yang akan diadakan. Gunakan metode pelatihan yang sesuai dengan sikap pembelajaran peserta dan jenis pekerjaan yang dibutuhkan oleh organisasi.
  2. Perusahaan harus memperhatikan perbedaan-perbedaan pada individu. Misalnya, latar belakang pendidikan, pengalami serta keinginan karyawan-karyawan yang mengikuti pelatihan.
  3. Perusahaan harus memperhatikan latihan yang diberikan. Apakah latihan tersebut berkaitan erat dengan jabatan yang akan diterima karyawan-karyawan tersebut. Dengan begitu, karyawan akan lebih terlatih dan memiliki kemampuan dalam jabatan tersebut.
  4. Perusahaan harus memotivasi para karyawan. Misalnya memotivasi karyawan dengan perbaikan-perbaikan pada masa yang akan datang (kenaikan upah atau jabatan).

Perusahaan yang berhasil melakukan proses pelatihan akan menghasilkan karyawan yang produktif. Salah satu cara memperthankan dan meningkatkan kinerja karyawan, pelatihan merupakan aktivitas yang tidak dapat ditinggalkan oleh suatu perusahaan (Hasibuan, 2005). Kualitas karyawan dapat ditingkatkan dengan melakukan pelatihan yang optimal. Kinerja karyawan yang baik pun tercipta dari pelatihan yang berhasil.
                   
DAFTAR PUSTAKA
Panggabean, Mutiara. 2001. Manajemen Sumber Daya Manusia.Jakarta : Bumi Aksara.
Hasibuan. 2005.

SUMBER GAMBAR
(Diakses pada tanggal 15 Juni 2020)


0 comments:

Post a Comment