15.6.20

Pelatihan dan Pengembangan Adalah Kunci Untuk Meningkatkan Kinerja Karyawan

Ujian Akhir Psikologi Industri dan Organisasi
(Semester Genap 2019/2020)

Bayu Pratama (19310410022)
Fakultas Psikologi Universitas Proklamasi 45 Yogyakarta


Pada era modern seperti sekarang ini, perkembangan dunia dalam bidang industri serta teknologi semakin meningkat pesat. Semakin canggihnya teknologi digital masa kini membuat perubahan besar terhadap dunia, lahirnya berbagai macam teknologi digital yang semakin maju telah banyak bermunculan. Berbagai kalangan telah dimudahkan dalam mengakses suatu informasi melalui banyak cara, serta dapat menikmati fasilitas dari teknologi digital dengan bebas dan terkendali. Namun, tidak semua kalangan bisa memanfaatkan atau menggunakan dengan baik teknologi tersebut.
Bagi suatu lembaga atau perusahaan, teknologi informasi dapat mempermudah dalam memberikan suatu layanan yang dibutuhkan oleh masyarakat. Namun, dalam suatu lembaga atau perusahaan tentunya terdapat berbagai macam kalangan usia yang menduduki jabatan sebagai karyawan dan tidak semua karyawan bisa memanfaatkan atau menggunakan teknologi tersebut untuk menunjang kinerjanya. Melihat pentingnya teknologi informasi untuk menunjang layanan yang optimal sehingga dibutuhkan kinerja karyawan yang berkualitas dan profesional.

(sumber gambar: kompas.com)
Untuk meningkatkan kualitas kinerja karyawan maka diperlukan suatu pelatihan. Menurut Rivai (2005:225), pelatihan adalah proses secara sistematis mengubah tingkah laku pegawai untuk mencapai tujuan organisasi.Pelatihan berkatian dengan keahlian dan kemampuan pegawai untuk melaksanakan pekerjaan saat ini. Pelatihan memiliki orientasi saat ini dan membantu pegawai untuk mencapai kehalian dan kemampuan tertentu agar berhasil dalam melaksanakan pekerjaanya. Menurut Shinta pelatihan bagi karyawan yaitu usaha-usaha organisasi yang terencana untuk menolong karyawan dalam hal mempersiapkan mental karyawan untuk lingkungan kerja yang baru, memberikan pengetahuan yang relevan dengan pekerjaan dan, memberikan keterampilan baru karena organisasi menerapkan peralatan baru sebagai akibat perkembangan teknologi. Berdasarkan kedua pengertian diatas maka dapat disimpulkan bahwa pelatihan adalah  suatu usaha sadar dan tersencana yang diakukan oleh suatu organisasi yang bertujuan untuk meningkatkan kualitas kinerja para karyawannya.
Menurut Carrel (1982: 401) manfaat dan tujuan umum pelatihan dan pengembangan bagi karyawan adalah sebagai berikut :
a.       Meningkatkan kinerja (improve performance). Karyawan yang kinerjanya kurang memuaskan karena minimnya kecakapan merupakan target utama dalam program pelatihan dan pengembangan.
b.      Memperbaharui keterampilan karyawan (update employee’s skill). Manajer diharuskan tanggap pada perkembangan teknologi yang akan membuat fungsi organisasinya lebih efektif. Perubahan teknologi berarti perubahan lingkup pekerjaan yang menandakan bahwa harus adanya pembaharuan pengetahuan yang telah ada sebelumnya.
c.       Menghindari keusangan manajerial (avoid managerial obsolescence). Banyak ditemukan sebagai kegagalan dalam mengikuti proses dan metode baru. Perubahan teknis dan lingkungan sosial yang cepat berpengaruh pada kinerja. Bagi karyawan yang gagal menyesuaikan diri maka apa yang mereka miliki sebelumnya menjadi ‘usang’.
d.      Memecahkan permasalahan organisasi (solve organizational problems). Di setiap organisasi tentulah banyak sekali konflik yang terjadi dan pastinya dapat diselesaikan dengan beragam cara. Pelatihan dan pengembangan memberikan keterampilan kepada karyawan guna mengatasi konlik yang terjadi.
e.       Mempersiapkan diri untuk promosi dan suksesi manajerial (prepare for promotion, and managerial succession). Hal penting guna menarik, mempertahankan dan memotivasi karyawan yaitu dengan program pengembangan karir. Dengan mengikuti program pelatihan dan pengembangan karyawan dapat memperoleh keterampilan-keterampilan yang diperlukan untuk promosi, dan memudahkan dalam perpindahan ke tanggungjawab pekerjaan yang lebih tinggi.
f.       Memenuhi kebutuhan kepuasan pribadi (satisfy personal growth needs). Banyak karyawan yang berorientasi lebih kepada prestasi dan butuh tantangan baru pada pekerjaannya.
Dari tujuan pelatihan dan pengembangan karyawan yang telah dikemukakan diatas pada dasarnya dapat disimpulkan bahwa pada intinya tujuan pelatihan dan pengembangan yaitu untuk meningkatkan kemampuan karyawan baik secara afektif (sikap), kognitif (pengetahuan) dan psikomotoriknya (perilaku) serta mempersiapkan karyawan dalam menghadapi perubahan-perubahan yang terjadi sehingga dapat mengatasi hambatan-hambatan yang sekiranya muncul dalam pekerjaan.
Ada dua metode pelatihan dan pengembangan karyawan yang dapat dilakukan lembaga atau perusahaan, yaitu dengan metode on the job training dan off the job training. Metode On the Job Training merupakan metode yang paling banyak digunakan dalam pelatihan dan pengembangan. Karyawan dilatih tentang pekerjaan baru dengan supervisi langsung seorang ‘pelatih’ yang berpengalaman (karyawan lain). Meliputi semua upaya bagi karyawan untuk mempelajari suatu pekerjaan sambil mengerjakannya di tempat kerja yang sesungguhnya. Jadi dalam metode ini biasanya suatu lembaga atau perusahaan mengundang pelatih untuk datang langsung dan memberi pelatihan karyawan dalam lembaga tersebut. Metode Off the Job Training yaitu pelatihan dan pengembangan dilaksanakan pada lokasi terpisah dengan tempat kerja. Program ini memberikan karyawan dengan keahlian dan pengetahuan yang mereka butuhkan untuk melaksanakan pekerjaan pada waktu terpisah dari waktu kerja reguler mereka. Metode ­Of the Job Training biasanya mengikutkan karyawan yang membutuhkan pelatihan  untuk melaksanakan pelatihan maupun diklat pada luar jam bekerja.
Berdasarkan berbagai macam pemaparan di atas maka dapat ditarik kesimpulan bahwa kemampuan mengoperasikan Teknologi Informasi (TI) merupakan suatu hal yang sangat penting untuk dimiliki oleh seseorang karyawan dalam suatu lembaga untuk meningkatkan kualitas layanan pada era modern. Pelatihan dan pengembagan sangat penting untuk diberikan kepada karyawan yang belum mampu menguasai kemampuan-kemampuan tersebut karena pelatihan mampu  memodifikasi kinerja dan kemampuan pegawai atau karyawan dalam menyelesaikan masalah kurangnya pengetahuan teknologi informasi (TI) sekaligus mendorong tercapainya target.
Referensi:

Carrel, M. R. 1982Pelatihan Tenaga KerjaJakartaPTPradnya.

Shinta, A. (2020). Modul Perkuliahan: Psikologi Industri dan Organisasi. Universitas Proklamasi 45.

Zainal, V. R. (2005). Manajemen Sumber Daya Manusia untuk Perusahaan: Dari Teori ke Praktik. Depok. Rajawali Press
Sumber Gambar:
Setiawan, S. R. D (2017). Bagaimana Agar Perusahaan Anda Sukses di Era Digital?. Kompas.com. Diakses pada 14 Juni 2020. https://ekonomi.kompas.com/read/2017/09/03/064334926/bagaimana-agar-perusahaan-anda-sukses-di-era-digital.


0 comments:

Post a Comment