15.6.20

YUK KENALI PERILAKU AGRESIF!


Dosen Pengampu : Dr Arundanti Shinta, MA
Nisa Armila Gunawan (19310410076)

Perilaku agresif diartikan sebagai tindakan yang dimaksudkan untuk melukai atau menyakiti orang lain, baik fisik maupun psikis (Berkowitz, 1995; Myers, 2002), yang menimbulkan kerugian atau bahaya bagi orang lain atau merusak milik orang lain (Franzoi, 2003; Anderson & Huesmann, 2007). Menurut teori cognitive‐ neoassociationist model (Berkowitz, 1995) dan teori general affective aggression model (GAAM) dari Anderson (dalam Lindsay & Anderson, 2000) penyebab munculnya perilaku agresif adalah situasi yang tidak menyenangkan atau mengganggu, dan adanya faktor individual dan situasional yang dapat saling berinteraksi mempengaruhi kondisi internal seseorang.

Beberapa solusi berikut ini dapat bermanfaat dan dipraktikkan dalam kehidupan kita untuk mencegah dari perilaku agresif. Pertama-tama harus ditemukan akar terdalam dari perilaku agresif tersebut. Ada berbagai alasan yang tersembunyi, misalnya stress karena tekanan kerja, tekanan kelompok, penggunaan zat adiktif, atau hubungan yang tidak sehat dalam keluarga. 

Jika semua faktor ini menciptakan situasi yang menjengkelkan dan Anda mengalami rasa frustrasi, yang harus segera dilakukan adalah mengubah situasi frustrasi ini menjadi situasi yang nyaman. Demikian pula, jika perilaku agresif itu disebabkan oleh relasi atau hubungan yang tidak sehat, segera mengubahnya menjadi hubungan yang sehat. 

Agar hidup Anda dapat berjalan damai dan tentram, tentunya perilaku agresif dapat dikurangi, misalnya dengan membangun komunikasi yang cukup, memberi ruang dialog dan diskusi yang intens, serta memberi kesempatan kepada orang untuk menyatakan pikiran, sikap dan perasaannya. Dengan begitu, diharapkan perilaku agresif dapat berkurang menjadi perilaku-perilaku yang menyenangkan untuk kedua belah pihak.

Jika perilaku agresif bersifat parah dan ekstrem, Anda sebaiknya berkonsultasi pada psikolog dan psikiatri. Dalam dunia psikiatri dikenal sebuah terapi bernama Cognitive Behavioral Therapy (CBT). Terapi ini sudah terbukti andal dalam membantu mereka yang berperilaku agresif untuk mengenal dan belajar bagaimana mengontrol sifat agresifnya. 

Perilaku agresif tidak boleh dianggap sepele. Lebih cepat dideteksi malah lebih baik. Ini karena perilaku agresif, pada level apapun, berpotensi menjadi suatu kelainan kepribadian jika tidak ditangani sejak dini. Semoga kita semua bisa semakin mengenal diri, termasuk mengenal sifat dan perilaku kita masing-masing, sejauh mana kita berperilaku agresif atau tidak.

Daftar Pustaka :
Anderson, C.A., & Huesmann, L.R. (2007).Human aggressi├│n: A social‐cognitiveview. Dalam Hogg, M.A., Cooper, J.The sage handbook of social psychology:Sage Publication.

Berkowitz, L. (1995). Agresi: Sebab danakibatnya. Terjemahan. Jakarta. PustakaBinaman Pressindo.

Franzoi, S.L. (2003). Social Psychology. 3rdedition. McGraw‐Hill Company.

Kompasiana. (2018). Perilaku Agresif dan Solusi Terbaik untuk Mengatasinya. https://www.kompasiana.com/jeremiasjena/5b76cc2a43322f3678356d73/perilaku-agresif Diakses pada 15 Juni 2020 

Lindsay, J.J., & Anderson, C.A. (2000). Fromantecedent conditions to violent actions: A general affective aggressionmodel. Personality and Social PsychologyBulletin, 26 (5), 533‐547.

Myers, D.G. (2002). Social psychology. 7th edition. New York. McGraw Hill

Sumber Gambar :
https://images.app.goo.gl/HgBMv7BmVB76bs68A


0 comments:

Post a Comment