15.6.20

PENTING DAN MANFAAT DARI BERSOSIALISASI


Devi Nurmala Sari
19310410048
Mata Kuliah : Psikologi Sosial
Dosen Pengampu : Dr. Arundati Shinta, MA
Ujian Akhir Psikologi Soial (Semester Genap 2019/2020).

Sosialisasi adalah proses membimbing individu kedalam dunia sosial. Sosialisasi dilakukan untuk mendidik  seseorang tentang sebuah kebudayaan di masyarakat. Sosialisasi terjadi di lingkungan yang menyebabkan seseorang harus turun tangan untuk menghadapinya. Sosialisasi tentang pola kebudayaan yang terjadi di masyarakat bermacam-macam seperti berbahasa, cara berjalan , duduk, makan, berpakaian, dan lain-lain.
Dalam berinteraksi dengan lingkungan masyarakat kita harus sadar akan pribadi diri sendiri, belajar untuk memandang seseorang dengan baik. Proses sosialisasi terhadap masyarakat tidak selalu berjalan dengan lancar, karena dalam bermasyarakat juga banyak kesulitan.

Pola prilaku yang berbeda-beda ataupun bertentangan. walaupun setiap orang berusaha untuk menyesuaikan diri dengan berbagai situasi sosial, tetapi bila tidak bisa menyesuaikan diri dengan lingkungan maka kemungkinan akan terjadi gangguan pada masyarakat yang menyebabkan masyarakat akan memandang buruk tentang diri kita.
Penyesuaian diri adalah bagaimana seseorang mencapai keseimbangan hidup dalam memenuhi kebutuhan sesuai dengan lingkungan masyarakat. Apalagi kalau kita dapat membantu kegiatan masyarakat yang dapat meringankan beban warganya. Dengan kita menyusaikan diri dengan masyarakat mereka akan terkesan dengan adanya kita dalam lingkungannya.
Pada zaman sekarang dimana era digital sangatlah berkembang, semakin canggihnya teknologi hal ini dapat terlihat dari banyaknya dikeluarkan barang-barang seperti handphone yang menawarkan kecanggihan yang sangat maju, selain itu berkembangnya teknologi memudahkan kita dalam hal komunikasi, telah kita ketahui bahwa dizaman dahulu sangatlah sulit melakukan komunikasi terutama dengan jarak yang cukup jauh, namun di era digital ini, mudah sekali kita untuk dapat melakukan komunikasi seperti melalui smartphone, laptop, dan media komunikasi lainnya. namun dasarkah kalian bahwa kecanggihan teknologi telah menjauhkan komunikasi kita dalam dunia nyata? faktanya julukan "mendekatkan yang jauh dan menjauhkan yang dekat" itu memang benar adanya.
Dimasa sekarang banyak sekali baik kaum remaja maupun dewasa lebih sering menghabiskan waktunya dengan handphone mereka dibandingkan bersosialisasi secara langsung, dapat dilihat ketika berkumpul atau sekedar nongkrongpun mereka sibuk dengan handphone canggih mereka hingga menghiraukan keadaan sekitar. bahkan banyak yang kecanduan bermain game online.

Padahal ada banyak manfaat dari bersosialisasi terutama dalam bidang kesehatan. Diantaranya itu adalah:
·        Memberikan dampak positif pada fungsi otak
Tidak hanya dapat melatih fungsi otak melalui permainan yang mengasah otak ataupun program-program lain yang dapat meningkatkan fungsi otak, karena bersosialisasi dapat menjadi alternatif lain untuk menjaga fungsi otak Anda.
Berinteraksi dengan orang adalah salah satu bentuk melatih otak, karena interaksi sosial dapat membantu meningkatkan fungsi memori dan melindungi otak dari penyakit-penyakit yang merusak saraf.
Manfaat sosialisasi bagi fungsi otak terlihat dari sebuah studi yang mendapati bahwa orang yang mengajar orang lain mengenai bahan-bahan ujian mendapatkan hasil yang lebih baik saat ujian daripada yang belajar seperti biasanya. Orang yang suka bersosialisasi ditemukan memiliki performa intelektual dan kognitif yang lebih baik. Hal ini karena sosialisasi melatih pemikiran Anda.
Suatu penelitian bahkan menemukan bahwa salah satu manfaat sosialisasi adalah untuk mencegah demensia.
·        Membantu membangun pola hidup yang lebih sehat
Manfaat sosialisasi dalam membentuk pola hidup yang lebih sehat terbukti dari sebuah riset yang meneliti mengenai kualitas hidup dan olahraga. Riset tersebut menemukan bahwa orang yang berolahraga dalam kelompok mengalami penurunan stres serta peningkatan kesehatan mental, fisik, dan emosional daripada yang berolahraga sendirian.
Orang yang kurang bersosialisasi atau memiliki lingkup sosialisasi yang kecil berisiko lebih tinggi untuk terkena diabetes tipe 2 daripada yang sering bersosialisasi. Hal ini karena kurangnya dukungan emosional berdampak pada pengambilan keputusan dan kurangnya perawatan saat sedang sakit.
Anda akan lebih termotivasi untuk melakukan pola hidup sehat, seperti berolahraga saat bersama dengan teman daripada sendirian. Selain itu, adanya teman di sekeliling dapat menjadi pengingat untuk tetap menjalani gaya hidup yang sehat.
·        Bersosialisasi dapat mengurangi stres
Manfaat sosialisasi yang satu ini sudah bukan rahasia umum lagi. Saat Anda bersosialisasi secara tatap muka, Anda akan lebih mungkin untuk bisa bertahan dari tekanan stres untuk jangka waktu yang panjang.
Saat Anda berinteraksi secara sosial secara tatap muka dengan orang lain, maka tubuh akan memproduksi senyawa dopamin yang biasanya dianggap sebagai ‘morfin alami tubuh’. Dopamin dapat meringankan rasa sakit dan membuat Anda merasa senang.
Ketika sedang bersosialisasi, sentuhan yang diberikan atau yang didapatkan, seperti berjabat tangan, berpelukan, dan sebagainya juga memicu tubuh untuk membuat senyawa oksitosin yang menurunkan tingkat stres dengan mengurangi kadar kortisol dalam tubuh.
·        Menjaga kesehatan mental
Penelitian menunjukkan bahwa kaum lansia yang berinteraksi sosial secara tatap muka memiliki gejala depresi yang lebih rendah daripada kaum lansia lain yang hanya berbicara lewat telepon ataupun surel.
Akan tetapi, tentunya manfaat sosialisasi dalam menjaga kesehatan mental juga bisa dirasakan oleh kaum muda, seperti kalangan remaja. Remaja yang memiliki teman-teman dekat akan lebih rendah peluangnya untuk mengalami kecemasan sosial.
Secara garis besar, remaja yang memiliki teman-teman dekat yang masih berhubungan baik hingga dewasa akan memiliki kesehatan mental yang lebih baik. Sosialisasi dengan kualitas hubungan yang baik mampu membantu untuk menurunkan risiko mengalami depresi dan bahkan mampu membantu meringankan gejala depresi dengan membangun kembali keberhargaan diri atau self-esteem dari penderita.
Studi lain mendapati bahwa interaksi sosial sangat berperan penting dalam menjaga kesehatan mental dan kesejahteraan diri pada orang-orang yang memiliki disabilitas.
Manfaat sosialisasi bagi kesehatan tidak dapat dipungkiri, tetapi Anda akan lebih bisa merasakan dampaknya saat melakukan interaksi sosial secara tatap muka daripada melalui alat komunikasi, seperti telepon, surel, dan sebagainya.
Bersosialisasi memang penting, tetapi jangan lupa untuk menyeleksi siapa saja yang bisa masuk ke dalam lingkup pertemanan, karena manfaat sosialisasi juga didasarkan pada kualitas hubungan pertemanan yang baik.
Refrensi:
Juita Irawan. 2019. “Inilah Kenapa Bersosialisasi Itu Penting!”. Diakses dari https://www.kompasiana.com/juita/5e0488a5d541df64ef38f962/inilah-kenapa-bersosialisasi-itu-penting.
Lendy Lovediana. 2017. “Bersosialisasi dengan Masyarakat”. Diakses dari https://www.kompasiana.com/lendylove/5a1402535a676f2963440752/bersosialisasi-dengan-masyarakat.
Anita Djie. 2019. 4 Manfaat Sosialisasi dengan Orang Lain Bagi Kesehatan”. Diakses dari https://www.sehatq.com/artikel/genggam-manfaat-sosialisasi-ini-untuk-kesehatan
Sumber Gambar:
https://hellosehat.com/hidup-sehat/psikologi/manusia-pandai-bersosialisasi/
http://m.erabaru.net/2015/11/09/mengapa-anak-anak-perlu-bersosialisasi/


0 comments:

Post a Comment