4.6.20

PELATIHAN KERJA: APAKAH PENTING?

Pelatihan Kerja: Apakah Penting?



Erlyna Rahma Sari (19.310.410.084)

Mata Kuliah : Psikologi Industri dan Organisasi

Dosen Pengampu : Dr. Arundati Shinta, MA.

Pelatihan kerja atau training diberikan  untuk mengembangkan ketrampilan dan karier sesuai dengan talenta yang dimiliki. Umumnya perusahaan akan memberikan pelatihan kerja untuk melihat hasil kinerja karyawan.  Pelatihan kerja berdasarkan UU No. 13 Tahun 2013 tentang ketenagakerjaan adalah keseluruhan untuk memberi, memperoleh, meningkatkan serta mengembangkan kompentensi, produktivitas, disiplin, sikap, dan etos kerja pada tingkat ketrampilan dan keahlian tertentu sesuai jenjang dan kualifikasi jabatan atau pekerjaan (Talenta).  Inovasi dan kreativitas juga menjadi pedoman utama untuk pelatihan kerja. Sebab dengan itu mereka akan terus berkembang dan memberikan ide-ide baru.

Masa pelatihan kerja jadi topik yang menarik sekaligus penting untuk dibahas. Hal ini dikarena  dapat menjadi acuan untuk mengembangkan karir dengan talenta yang dimiliki. Nyatanya, hampir setiap perusahaan memiliki pelatihan sekaligus kerja magang untuk pengelolaan SDM yang dimiliki.

Pakar di bidang SDM Sri Tuti Mulyani mengingatkan pentingnya pelatihan bagai karyawan (Republika). Dengan pelatihan kerja dapat melahirkan SDM yang berkualitas. Pemerintah juga memberikan pelatihan secara daring melalui kartu pekerja. Tidak hanya memiliki ketrampilan, tetapi juga berwawasan. Hal ini membuat mereka bisa menghadapi tantangan zaman. Lembaga lain yang ikut berperan adalah BLK Melalui konsep Pelatihan Berbasis Kompentensi (PBK), pemerintah melalui Kementrian Ketenagakerjaan berharap dapat mengasah kompentensi tenaga kerja agar sesuai dengan kebutuhan industri (Kompasiana).

Metode pelatihan kerja cukup baik untuk diterapkan. Di masa tersebut perusahaan bisa melihat kinerja karyawan. Pelatihan kerja juga dapat menguntungkan perusahaan karena akan memiliki tenaga kerja yang ahli dan trampil sehingga meningkatkan mutu hasil kerja.

Tujuan training karyawan :

Umumnya, pelatihan kerja memiliki 3 (tiga) tujuan atau objektivitas yang ingin dicapai dari kegiatan tersebut, yaitu:
  1. Ilmu Pengetahuan (Knowledge) : Para karyawan yang dilatih atau dibina oleh perusahaan diharapkan mendapatkan ilmu pengetahuan yang cukup untuk dapat mengerjakan tugas yang akan diberikan.
  2. Kemampuan (Skill) : Parak karyawan yang baru dilatih diharapkan dapat dan mampu melakukan tugas saat ditempatkan pada proses yang telah ditentukan.
  3. Penentuan Sikap (Attitude) : Setelah melakukan pelatihan kerja, karyawan baru diharapkan dapat memiliki minat dan kesadaran atas pekerjaan yang akan dilakukannya (Talenta).

 

Referensi :

https://money.kompas.com/read/2019/03/15/163745626/upgrade-metode-pelatihan-kerja-agar-masyarakat-semakin-terampil (diakses pada 1 Juni 2020)

https://www.talenta.co/blog/insight-talenta/pentingnya-pelatihan-kerja-bagi-karyawan-perusahaan/ (diakses pada 1 Juni 2020)

https://republika.co.id/berita/pzqe43284/pakar-sdm-ingatkan-pentingnya-pelatihan-bagi-karyawan (diakses pada 1 Juni 2020)

 

 Referensi gambar :

https://www.radartasikmalaya.com/dinas-ketenagakerjaan-fokus-menekan-pengangguran/ (diakses pada  Juni 2020)

http://news.unair.ac.id/2020/04/14/pelatihan-sebagai-penentu-keunggulan-kompetitif-dan-sumber-daya-manusia/ (diakses pada 2 Juni 2020)

https://www.korsum.net/2017/05/blk-buka-pelatihan-kerja-berbasis.html?amp=1&m=1 (diakses pada 2 Juni 2020)

 

0 comments:

Post a Comment