4.6.20

Bagaimana Pengelolaan dan Meningkatkan Keberagaman Karyawan dalam Perusahaan ?

Bagaimana Pengelolaan Dan Meningkatkan Keberagaman Karyawan dalam Perusahaan ?



Elvira Julia/19310410075
Psikologi Industri dan Organisasi
Dosen Pengampu : Dr. Arundati Shinta, MA.

Pengelolaan karyawan pada biasanya membutuhkan ekstra tenaga dan pikiran, karena menyatukan tujuan  karyawan dengan latar belakang pendidikan yang kurang mengakibatkan missed komunikasi antara yang satu dengan lainnya. Pengelolaan karyawan perlu usaha ekstra karena kebudayaan yang mereka miliki beragam. Pengelolaan karyawan tersebut dilakukan dengan harapan dapat menyatukan tujuan para karyawan yang beragam demi kebaikan jalannya operasional usaha. 

Richard (2008) menjelaskan bahwa keragaman tenaga kerja (karyawan) berarti karyawan yang ada dalam organisasi terdiri dari orang yang mempunyai kualitas yang berbeda-beda atau berasal dari kelompok budaya yang beragam. Richard juga memaparkan bahwa keragaman tersebut mengacu pada usia, etnis, jenis kelamin, ras, atau kemampuan fisik.

Keberagaman dalam perusahaan tentunya memiliki banyak kuntungan, namun banyak pula perusahaan yang gagal dalam menerapkan konsep tersebut di tempat kerja. Terutama untuk perusahaan yang bergerak di bidang STEM (Science, Technology, Technic, dan Math), yang secara tradisional memiliki keberagaman gender yang lebih rendah. Dalam artian karyawan perempuan masih merupakan minoritas dibandingkan dengan pekerja pria. 


Keberagaman disini tidak hanya berarti bahwa semua orang yang bekerja sebagai karyawan memiliki latar belakang etnis yang berbeda, namun juga meliputi perbedaan dalam hal jenis kelamin, usia, latar belakang, dan inklusi disabilitas. Dengan demikian sebenarnya tidak ada lagi alasan untuk menjadikan setiap perbedaan menjadi sebuah prioritas, karena justru dengan memiliki keberagaman tersebut akan dapat memberikan keuntungan yang tidak terduga. Berikut adalah tujuh cara untuk untuk meningkatkan keberagaman dalam organisasi.

1. Mengevaluasi Karyawan. Cobalah untuk mengevaluasi semua karyawan berdasarkan jenis kelamin, etnis, rentang usia dan apa saja ketidakmampuan mereka untuk melihat bidang apa yang mungkin perlu ditingkatkan. 

2. Memiliki Keragaman Kebijakan dan Rencana Strategis Jelas. Buatlah kebijakan yang mampu mengakomodir keberagaman tersebut untuk seluruh organisasi. Selain itu kita juga harus mampu bekerjasama dengan tim rekrutmen, untuk menyelaraskan tujuan-tujuan yang dimiliki oleh organisasi dan membuat perekrutan keberagaman tersebut menjadi prioritas.

3. Memberikan Prioritas Keberagaman dalam Kepemimpinan. Guna memberikan perspektif yang berbeda untuk berkembang, kita perlu memastikan bahwa tim juga memahami nilai-nilai keberagaman secara baik. Karena manajemen merupakan penghubung antara karyawan di level bawah dan eksekutif, sehingga keberagaman dalam kepemimpinan harus terlihat nyata di semua level tersebut.

4. Bersikap Fleksibel. Memiliki komitmen pada keberagaman perusahaan berarti kita harus bersikap fleksibel dengan semua kebijakan yang telah dibuat. Walaupun tentunya tidak semua orang dapat mematuhi jam kerja yang ketat ataupun aturan lain yang terkadang mengekang, namun setidaknya kita mampu memberikan alternatif penawaran jam kerja bagi karyawan senior yang membutuhkannya. 

5. Meningkatkan Kemampuan Karyawan. Sumber Daya Manusia (SDM) yang ada di perusahaan merupakan sumber yang sangat berharga, dalam mencari talent yang berbakat agar mereka mau bekerja di perusahaan. Mereka dapat membantu organisasi dalam menawarkan posisi baru kepada talent, dengan memberikan insentif kepada karyawan yang berhasil mendapatkan calon karyawan baru.

6. Menyediakan Pelatihan Tentang Keberagaman. Agar memiliki tempat kerja yang beragam dan inovatif, penting untuk membuat keberagaman menjadi sebuah fokus bersama yang harus dicapai. Untuk menjadikan keberagaman menjadi sebuah budaya kerja, maka dibutuhkan adanya pelatihan keberagaman secara berkelanjutan bagi karyawan di setiap tingkat organisasi, termasuk pula di level eksekutif. Karena ini akan membantu memperkuat nilai-nilai budaya di organisasi dan meningkatkan komunikasi diantara mereka .

7. Melakukan Komunikasi Secara Efektif. Dalam mendukung proses berlangsungnya keberagaman di organisasi, faktor komunikasi memegang faktor terpenting. Dengan komunikasi yang baik kita akan dapat mengimplementasikan berbagai jenis program keberagaman secara lebih jelas. Melalui komunikasi yang baik pula akan membantu setiap karyawan dalam memahami keberagaman secara lebih transparan, sehingga prosesnya akan jauh lebih mudah dan karyawan lebih terbuka terhadap segala bentuk perubahan ataupun perbedaan.

Memiliki keberagaman dalam sebuah organisasi mungkin menjadi tujuan yang sulit untuk dicapai, akan tetapi sebenarnya mampu memberikan manfaat yang lebih besar kepada setiap orang. Setelah kita mampu menciptakan budaya keberagaman organisasi dalam bisnis, maka hal tersebut akan mampu menjadi pendorong bagi karyawan dalam berinovasi. Karena mereka menjadi lebih terbuka kepada beragam ide-ide baru, yang mampu membuat organisasi jauh lebih berkembang. Ini tentunya akan sangat menguntungkan bagi kelanjutan bisnis kita di masa depan.

Referensi :

Minarti LA & Setiawan, 2018. ANALISIS PENGELOLAAN KERAGAMAN KARYAWAN UD BUANA STAR. AGORA Vol. 6, No. 2 (2018). 

https://www.intipesan.com/tujuh-cara-efektif-untuk-mengelola-keberagaman-dalam-organisasi/ (diakses ppada 3 Juni 2020)

Referensi Gambar :

Andrew Bllackmen, 2017. https://business.tutsplus.com/id/tutorials/how-to-build-a-culture-of-diversity-and-inclusion-in-your-workplace--cms-28585 (diakses pada 3 Juni 2020) 

https://www.visa.co.id/about-visa/diversity-inclusion.html ( diakses pada 3 Juni 2020) 

0 comments:

Post a Comment