Oleh:
Alia Nanda Rumekti
Universitas Proklamasi 45 Yogyakarta
Perkembangan ekonomi dunia semakin dinamis dan berkembang
dalam berbagai sektor. Perubahan ini kemudian mendorong perubahan era yang
semakin maju dan mendorong manusia untuk mencapai kehidupan yang lebih baik. Upaya
pencapaian tujuan tersebut dapat ditunjukkan melalui kinerja yang baik dan
prestasi dalam bekerja. Perusahaan pada umumnya membutuhkan karyawan dengan
kinerja yang baik guna pencapaian perusahaan yang lebih baik. Jika kinerja
karyawan buruk, maka perusahaan pun akan merasakan dampak buruk. Salah satu
faktor penyebab berkurangnya kinerja karyawan adalah motivasi. Motivasi jika
dihubungkan dengan kata karyawan adalah dorongan dari dalam diri dan lingkungan
untuk diaplikasikan dalam kinerja untuk mencapai tujuan, baik oleh dirinya
maupun perusahaan (Firmandari, 2014) . Jika motivasi
turun, maka kinerja karyawan akan menurun. Hal ini tentu akan berdampak pada
pencapaian dan kredibilitas perusahaan.
Menurut Amstrong (1990), sasaran motivasi adalah untuk
mencapai rasa memiliki tujuan bersama dengan memastikan bahwa sejauh mungkin
keinginan dan kebutuhan organisasi serta keinginan dan kebutuhan para
anggotanya berada dalam keadaan yang harmonis (Theodora, 2015) . Motivasi merupakan hal yang sangat
penting agar mereka dapat bertahn pada suatu perusahaan. Motivasi memiliki dua
bentuk dasar, yaitu buatan (extrinsic) dan hakiki (intrinsic). Motivasi melalui
ekstrinsik adalah motivasi yang timbul dari luar diri seseorang. Misalnya pada
upaya perusahaan untuk memotivasi karyawan. Sedangkan motivasi yang timbul dari
intrinsik berasal dari diri dalam diri seseorang, seperti keinginan dan
kebutuhan. Walaupun motivasi seseorang secara umum adalah konsep intrinsik atau
dari dalam diri sendiri, faktor ekstrinsik seperti hadiah juga mempengaruhi
motivasi (Wlodarczyk, 2011) .
Selain dari perusahaan, karyawan juga memiliki kemampuan
mengatur kinerja mereka sendiri. Kemampuan pengaturan tersebut dilakukan secara
fisiologis, keselamatan, sosial, penghargaan, maupun pemenuhan diri yang
diciptakan Maslow. Teori ini kemudian dikembangkan oleh Alderfer menjadi
kebutuhan ERG (Existance, Relatedness, Growth). Excistense merupakan keberadaan
yang mencakup tentang fisiologis dan keselamatan. Relatedness merupakan tentang
sosial dan pikiran terhadap orang lain. Growth adalah mengembangkan kemampuan
yang dimiliki. Lalu, bagaimana cara meningkatkan motivasi kerja karyawan?
Ada empat cara yang mungkin dilakukan untuk meningkatkan
motivasi kerja pada karyawan.
1. Memberikan bonus pada karyawan yang berhasil mencapai
target suatu pekerjaan.
2. Mengadakan penobatan gelar “Karyawan Teladan” setiap
tahunnya.
3. Mengadakan Family
Gathering dengan mengajak serta keluarga.
4. Mengadakan evaluasi kinerja karyawan secara berkala,
tanpa merendahkan salah satu pihak.
Keempat hal diatas dapat pula didukung dengan upaya lain
untuk meningkatkan motivasi, dalam hal ini motivasi kerja. Salah satunya adalah
kesepakatan konsep dan tujuan atas motivasi. Membuat lingkungan kerja dan
pekerjaan menjadi lebih menyenangkan dan menarik juga diperlukan dalam upaya ini (U. Kleinbeck et all., 1990). Jika hal ini secara
rutin dilakukan, sangat mungkin suatu motivasi kerja dapat berkembang dan
kinerja karyawan akan meningkat. Maka, sangat mungkin pula bagi perusahaan
memiliki pencapaian yang lebih baik.
Daftar Pustaka:
Firmandari, N. (2014). PEngaruh KOmpensasi Terhadap
KInerja Karyawan dengan Motivasi Kerja sebagai Variabel Moderasi (Studi Pada
Bank Syariah Mandiri Kantor Cabang Yogyakarta). EKBISI, 9(1), 25-34.
Theodora, O. (2015). Pengaruh Motivasi
Kerja Terhadap Kiinerja Karyawan PT. Sejahtera Motor Gemilang. AGORA,
3(2).
U. Kleinbeck, H. H. (1990). Work
Motivation. Hilladale: Lawrence Erlbaum Associates.
Wlodarczyk, A. Z. (2011). Work
Motivation: A Systemic Framework For A Multilevel Strategy(Research &
Applications). Bloomington: Author House.
0 komentar:
Posting Komentar