15.6.20

METODE PENDEKATAN POSITIVISTIK-KUANTITATIF



Nurul Khikmah / 19310410064
Fakultas Psikologi Universitas Proklamasi 45 Yogyakarta
Dosen Pengampu : Dr. Arundati Shinta, MA.


  Dalam penelitian sosial, khususnya penelitian psikologi terjadi perdebatan tentang pendekatan yang dianggap paling sesuai untuk menjelaskan gejala-gejala perilaku manusia. Perdebatan yang terjadi adalah perdebatan antara kelompok positivistik-empiris dan kelompok interpretif-fenomenologis. Perdebatan ini melahirkan term-term yang menggambarkan posisi ekstrim dengan kualifikasi dikotomik pendekatan penelitian kuantitaif versus pendekatan penelitian kualitatif.

  Pada satu sisi, kaum positivistik kuantitatif mengemukakan bahwa penelitian sosial maupun pendidikan harus mengikuti prinsip-prinsip ilmu alam yang bersifat empiris. Para filsuf beranggapan bahwa segenap fenomena penelitian sosial dapat dirumuskan dalam prinsip-prinsip obyektif empiris dan dapat dijelaskan menurut hukum-hukum kausalitas deterministik seperti fakta-fakta dalam gejala-gejala alam.

  Pada ekstrim lain, kubu interpretif menentang asumsi-asumsi dasar penelitian yang diajukan oleh kaum positivistik. Kelompok interpretif berpendapat bahwa dasar utama penelitian sebenarnya tidak bertolak dari sudut pandang peneliti ataupun obyektifitas tapi lebih jauh adalah pada cara-cara “subyek penelitian” atau partisipan penelitian memberi makna secara subyektif pada suatu fenomena sosialm termasuk fenomena perilaku dalam kajian psikologi.

 Tujuan penelitian yang menggunakan pendekatan positivistik adalah untuk mencapai obyektifitas gejala penelitian dalam kerangka pengamatan empiris indrawi. Dengan demikin penelitian harus berlangsung menurut prinsip-prinsip filosofis dan metodologis ilmiah empiris atau melalui pemecahan masalah yang bersifat hipotesis deduktif.

  Terdapat beberapa tahap umum, tahap pertama dimulai dengan pengajuan masalah umum penelitian berasarkan rasional ilmiah tertentu. Tahap kedua adalah spesifikasi masalah pada lingkup yang lebih khusus, yang diikuti dengan pengembangan hipotesis berdasar pada suatu kerangka teoritis tertentu. Selanjutnya untuk menguji kebenaran hipotesis penelitian dipilih jenis rancangan pendekatan yang relevan. Dalam pemilihan jenis rancangan penelitian psikologi sosial terdapat banyak rancangan penelitian yang ditawarkan misalnya deskriptif, korelasional lapangan, eksperimen laboratorium dan eksperimen lapangan.

  Setelah pengumpulan data selesai maka dilakukan atahp analisis data. Seperti dalam ilmu alam, teknik analisi yang digunakan bersifat statistikal matematik seperti analisis faktor, analisis jalur dan sebagainya. Tahap diakhiri dengan pengambilan kesimpulan dan diskusi atau pembahasan.

  Psikologi sosial adalah ilmu empiris. Ini berarti bahwa para psikologi sosial menggunakan metode sistematis untuk mengumpulkan informasi tentang kehidupan sosial dan menguji kegunaan teori. Untuk itulah penelitian psikologi sosial mempunyai empat tujuan umum :

Deskripsi yaitu memberi deskripsi yang cermat dan sistematis tentang perilaku sosial agar bisa membuat generalisasi bagaimana orang bertindak di berbagai setting sosial. Apakah pria lebih agresif daripada wanita ?
Analisis kausal yaitu untuk mengetahui hubungan sebab akibat. Apakah iklan TV mempengaruhi sikap pemilih dalam pemilu ?
Penyusunan teori yaitu menyusun teori perilaku sosial yang membantu psikolog sosial dalam memahami alasan dari perilaku seseorang.
Aplikasi yaitu pengetahuan psikologi sosial dapat diaplikasikan untuk memecahkan problem sosial sehari-hari.
Psikologi merupakan ilmu yang mempelajari mengenai tingkah laku manusia, dimana setiap pemikiran dan tingkah laku manusia tentu saja membuat banyak orang merasa bahwa ilmu psikologi merupakan ilmu yang tidak pasti dan juga berkembang mengikuti manusia itu sendiri.
Padahal ilmu ini sering dianggap enteng oleh orang banyak. Padahal mempelajari psikologi merupakan hal yang kompleks dan cukup sulit. Karena itulah dengan menggunakan cara metode penelitian atau metode yang mutlak akan membantu ilmu psikologi menjadi lebih jelas dan juga terarah.
Meskipun berilmu sosial, tetapi perkembangan ilmu pengetahuan pada umumnya dan psikologi merupakan hal yang berkaitan dengan pengalaman dan juga survei. Metode ini tumbuh atau hadir karena adanya metode penelitian sebelumnya dengan eksperimen beberapa orang. Apa saja metode yang ada dalam penelitian psikologi ? Berikut ini beberapa contoh metode – metode psikologi :
1. Metode Eksperimental
Metode eksperimental umumnya dilakukan di dalam laboratorium dengan cara melakukan eksperimen sesuai dengan namanya, atau biasa disebut percobaan. Peneliti yang melakukannya memiliki kontrol penuh terhadap jalannya suatu eksperimen, sehingga tanggung jawabpun kembali pada para peneliti itu sendiri.

2. Metode Observasi Ilmiah
Dilihat dari namanya maka tentu anda tahu bahwa metode ini dilakukan dengan observasi ilmiah, yakni suatu hal pada situasi – situasi yang ditimbulkan tidak dengan sengaja.

3. Metode Sejarah Kehidupan (Biografi)
Biografi mungkin sering kita lihat berupa sebuah buku. Metode tulisan mengenai kehidupan seseorang yang merupakan  riwayat hidup yang diharapkan dapat menginspirasi dan menceritakan tokoh tersebut.

4. Metode Interview
Metode interview merupakan cara pengumpulan data yang digunakan untuk mendapatkan keterangan atau pendirian responden, dengan melalui sebuah percakapan langsung atau berhadapan muka.

5. Metode Angket / Kuesioner
Metode angket atau umumnya disebut sebagai metode kuesioner yaitu metode atau cara dengan memanfaatkan teknik pengumpulan data dengan cara mengajukan pertanyaan tertulis untuk dijawab secara tertulis pula oleh responden.

6. Metode Cross Sectional
Penelitian cross-sectional adalah penelitian yang dilakukan pada satu waktu dan satu kali sehingga tidak ada pengulangan dalam pengambilan data penelitian. Selain itu tidak ada follow up, untuk mencari hubungan antara variabel independen (faktor resiko) dengan variabel dependen (efek).

7. Metode Klinis
Menurut James Drawer dalam kamus “The Penguin Dictionary of Psychology”, istilah “clinic” atau klinik dapat diartikan sebagai tempat diagnosa dan pengobatan berbagai gangguan, fisik, perkembangan atau kelakuan.


REFERENSI:

https://blogpsikologi.blogspot.com/2015/08/metode-penelitian-yang-digunakan-dalam.html
https://dosenpsikologi.com/metode-penelitian-psikologi

0 comments:

Post a Comment