14.6.20

Kenali Dunia Sosialmu, Pahami Orang Lain di Sekitarmu!


Kenali Dunia Sosialmu, Pahami Orang Lain di Sekitarmu!


Rifdah Nur Aqilah (19310410061)
Ujian Akhir Semester Genap Tahun Ajaran 2019/2020
Mata Kuliah : Psikologi Sosial I
Dosen Pengampu : Dr. Arundati Shinta, MA.


Dalam dunia sosial, cara kita mengenali dan memahami orang lain disebut dengan persepsi. Bahkan ada juga yang mengartikannya sebagai bentuk tanggapan, pendapat, atau respon. Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, persepsi adalah tanggapan (penerimaan) langsung dari sesuatu; proses seseorang mengetahui beberapa hal melalui pancaindranya. Sedangkan menurut Leavitt (Sobur, 2014) mengemukakan bahwa persepsi dalam arti sempit yaitu bagaimana cara seseorang melihat sesuatu dan dalam arti luas persepsi berkaitan dengan bagaimana seseorang memandang dan mengartikan suatu stimulus yang ditangkap melalui alat indera. Menurut Baron dan Byrne (2004) menjelaskan bahwa persepsi sosial adalah usaha-usaha seseorang untuk memahami orang lain dalam rangka memperoleh gambaran menyeluruh tentang intensi, kepribadian, dan motif-motif yang melengkapi orang tersebut.


(Sumber : Jagad.id)

Kata persepsi ini sering kita terapkan dalam proses berinteraksi dan berkomunikasi dalam kehidupan sehari-hari, karena jika kita melakukan interaksi dengan orang lain maka secara otomatis proses persepsi sosial kita sedang berlangsung. Setiap orang itu punya kecenderungan dalam melihat sesuatu yang ada di lingkungan sekitarnya dengan cara masing-masing. Secara garis besar, perbedaan persepsi itu disebabkan oleh berbagai faktor, diantaranya adalah pengetahuan, pengalaman, dan sudut pandangnya. Persepsi baik positif maupun negatif itu ibarat fail yang sudah tersimpan rapi di dalam alam pikiran bawah sadar kita. Fail itu akan segera muncul ketika ada stimulus yang memicunya, ada kejadian yang membukanya. Oleh karena itu, persepsi merupakan hasil kerja otak dalam memahami atau menilai suatu hal yang terjadi di sekitarnya (Waidi, 2006).


(Sumber : Maxmanroe.com)

Robbin (Hanurawan, 2010) menyatakan bahwa ada beberapa faktor utama yang memberi pengaruh terhadap pembentukan persepsi sosial. Pertama, faktor penerima di mana seseorang yang memiliki konsep diri tinggi akan cenderung melihat orang lain dari sudut tinjauan yang bersifat positif dan optimis, pengalaman di masa lalu sebagai bagian dasar informasi yang menentukan pembentukan persepsi seseorang, dan harapan sering memberi semacam kerangka dalam diri seseorang untuk melakukan penilaian terhadap orang lain. Kedua, faktor situasi yang secara alamiah seseorang akan lebih memusatkan perhatian pada objek yang lebih disukai daripada objek yang tidak disukai, cara seseorang mendefinisikan suatu situasi memiliki konsekuensi terhadap perilaku orang lain. Ketiga, faktor objek sasaran di mana dalam diri objek sangat menentukan terbentuknya persepsi sosial yang dapat menimbulkan kesan pada sasaran yaitu, keunikan yang menyebabkan orang lain merasa tertarik untuk memusatkan perhatiannya sehingga lebih mudah dipersepsi keberadaannya, dan kekontrasan yang menjadikan seseorang lebih mudah dikenali karena memiliki karakteristik berbeda dibanding lingkungan fisik maupun sosialnya.

Persepsi sosial kita terhadap orang lain itu adalah hal yang sangat kompleks karena setiap orang itu pasti memiliki karakteristik yang unik dan berbeda-beda, jadi tidak mudah untuk mengenali orang lain hanya dalam waktu singkat. Dan yang perlu kita ketahui, bahwa orang lain itu terkadang menggunakan personanya dengan tidak selalu menampilkan diri apa adanya atau dalam kata lain menyembunyikan apa yang sedang dipikirkan dan dirasakan terutama dengan orang yang baru dikenalnya. Karena itu, kita sebagai makhluk sosial sudah semestinya untuk saling memahami dan menghargai satu sama lain, serta persepsi sosial perlu diterapkan dalam kehidupan sosial kita untuk mencegah terjadinya distorsi persepsi atau penyimpangan persepsi. Sederhananya, distorsi persepsi ini adalah cara seseorang memandang segala sesuatu itu hanya dari cara pandang yang orang itu inginkan saja. Jadi, jika ada sesuatu yang tidak ingin dia lihat maka akan terjadi penyimpangan rangsang tersebut.


(Sumber : Jagad.id)

Agar distorsi persepsi ini tidak terjadi dalam dunia sosial kita, maka kita perlu meningkatkan akurasi persepsi yaitu dengan membuka wawasan, melihat masalah dari banyak sudut pandang karena persepsi yang menyempit akan membuat kita menjadi salah persepsi, hindari membaca isi pikiran orang lain karena terkadang kita berusaha menerka-nerka apa yang dipikirkan orang lain padahal belum tentu orang tersebut memikirkan hal yang kita khawatirkan, tidak mudah melakukan judgement, hindari menganggap orang lain berpikir dan berperilaku seperti kita karena ada baiknya kita memposisikan diri dalam keadaan netral sehingga persepsi bisa menjadi lebih objektif, waspada terhadap bias diri sendiri yang terjadi pada saat ada konflik dalam pemikiran kita sendiri, mengamati perilaku dan merumuskan hipotesis manakala sikap netral sudah bisa kita lakukan agar kita mendapatkan data yang valid sebelum membuat kesimpulan, hindari membuat kesimpulan secara cepat setelah mengamati suatu perilaku, mencari berbagai macam petunjuk dukungan yang tepat, memberikan perhatian khusus pada hal yang berbau kontradiktif karena pada umumnya kontradiktif bisa memberikan suatu informasi tambahan sebagai pembanding dan mengurangi distorsi persepsi, dan yang terakhir menghindari stereotype yang melekat pada diri seseorang entah itu latar belakang budayanya ataupun kebiasaannya dengan tetap menjaga sikap netral kita (Barzam, 2018).


Referensi :
Baron, R.A., & Byrne, D.E. (2004). Social Psychology (10th ed). USA : Pearson.
Barzam. (2018). Dosen Psikologi : 10 Cara Meningkatkan Akurasi Persepsi Efektif. Diakses dari : https://dosenpsikologi.com/cara-meningkatkan-akurasi-persepsi
Hanurawan, Fatah. (2010). Psikologi Sosial Suatu Pengantar. Bandung: PT. Remaja Rosdakarya.
Sobur. (2014). Ensiklopedi Komunikasi. Bandung : Simbiosa Rekatama Media.
Tim penyusun KBBI. (2017). Kamus Besar Bahasa Indonesia Edisi V. Jakarta : Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa Kemendikbud.
Waidi. (2006). Pemahaman dan Teori Persepsi. Bandung : Remaja Karya.


Referensi Gambar :
https://jagad.id/pengertian-persepsi/ (Diakses pada 14 Juni 2020)

17 komentar:

  1. Setelah membaca ini saya jadi paham, tidak mudah kenal dekat dengan seseoranh dalam waktu singkat

    BalasHapus
    Balasan
    1. Yap, betul sekali Mbak Trias. Kita perlu waktu lama untuk benar-benar memahami karakteristik seseorang :)

      Hapus
  2. Bgaimna dengan orang yang semisal iri atau dengki dengan kita pasti akan mengjudge kita dengan yg negatif2. Sikap apa yang mungkin kita lakukan terhadap orang tersebut?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Baik, Kak. Terima kasih atas pertanyaannya. Menarik sekali :)
      Merasa iri dan dengki itu sebenarnya normal dalam dunia sosial. Hehe, bahkan ada pepatah yang mengatakan kalo orang iri itu tanda tak mampu.
      Nah, terus gimana cara kita menyikapinya? Kita pahami dulu apa yang menyebabkan mereka merasa iri kepada kita bisa dengan menanyakan secara langsung apakah kita pernah berbuat kesalahan kepadanya kalo iya minta maaf tapi kalo iri karna hal yang tidak jelas ya abaikan saja, kita juga perlu untuk mengontrol emosional kita biar gak kebawa suasana. Biasanya, orang yang iri itu akan berkomentar negatif dan berusaha menjatuhkan kita tapi kita tidak perlu membalasnya karena hanya akan buang-buang tenaga kita. Dan yang paling penting, kita harus tetap bersikap baik padanya. Biarkan orang mau menilai apa tentang kita karena itu hak mereka. Kita gunakan waktu kita dengan baik untuk hal-hal yang positif, karena masih banyak orang yang menyukaimu :)

      Hapus
    2. Terima kasih atas jawabannya :), sukses dan sehat selalu!

      Hapus
  3. Setelah membaca artikel ini, membuat saya menjadi paham agar tidak mudah melakukan judgement terhadap orang, terlebih bila org itu baru satu, dua kali kita temui. Dan ada baiknya kita selalu berperilaku netral terhadap orang lain

    BalasHapus
  4. Komentar positif

    BalasHapus
  5. Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.

    BalasHapus
  6. Banyak pelajaran yang bisa saya ambil dari artikel ini, salah satunya adalah pentingnya menghargai orang lain.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Alhamdulillah, semoga bermanfaat ya :)

      Hapus
  7. Setiap orang mempunyai persepsinya masing-masing. Namun kita juga harus menjaga agar persepsi yang kita miliki tidak memandang orang lain menjadi negatif... Semangat terus

    BalasHapus