14.6.20

PENTINGNYA PENILAIAN KARYAWAN

Ujian Akhir Semester Psikologi Industri & Organisasi Semester Genap 2019/2020

Dosen pengampu: Dr. Arundhati Shinta, MA
OLEH    : ADNAN ASKURI/19310410060



 

Sumber gambar : (http://nisrinaoktavia.blogspot.com/2016/03/penting-nya-penilaian-kinerja_24.html)

Perilaku kerja yang baik di dalam suatu perusahaan sangat dibutuhkan agar dapat menjadi budaya yang baik dan berguna untuk perkembangan sebuah perusahaan di masa yang akan datang. Guna menciptakan budaya kerja dan budaya perusahaan yang baik, maka diperlukan banyak usaha untuk mencapainya. membudayakan perilaku kerja atau work attitude yang baik dilapangan kerja, merupakan salah satu cara yang untuk menerapkan perbaikan-perbaikan perilaku kerja menjadi sebuah budaya yang baik demi tercapainya keteraturan dan kedisiplinan di dalam perusahaan, sehingga menimbulkan suasana yang aman dan nyaman dalam bekerja. Perilaku adalah bentuk ungkapan perasaan seseorang terhadap pekerjaan, baik ungkapan bernada positif maupun negatif. Wirawan dalam Prasodjo (2011), mengatakan bahwa kinerja seseorang ditentukan oleh kemampuan dan motivasinya untuk melaksanakan pekerjaan. Keban dalam Prasodjo (2011) mengatakan bahwa kinerja adalah merupakan tingkat pencapaian tujuan. Sedangkan Timpe dalam Prasodjo (2011), kinerja adalah prestasi kerja, yang ditentukan oleh faktor lingkungan dan perilaku manajeman.

            Dalam kehidupan organisasi, perilaku karyawan tidak hanya ditujukan kepada pekerjaan tetapi juga pada obyek-obyek yang lain seperti gaji yang diterima, teman kerja, atasan langsung, pimpinan perusahaan dan bahkan terhadap organisasi secara keseluruhan. Ada empat alasan mengapa seorang manajer perlu memahami perilaku karyawan. Pertama, pada situasi tertentu perilaku seseorang berpengaruh terhadap perilaku individu orang tersebut. Kedua, dalam konteks pekerjaan, membangun perilaku kerja positif sangat berguna bagi alasan kemanusiaan terlepas bahwa perilaku tersebut akan meningkatkan produktivitas seseorang atau tidak. Ketiga, banyak organisasi yang dengan sengaja mendesain program untuk menciptakan perilaku positif, seperti membangun citra (image) katakanlah melalui berbagai bentuk iklan agarkonsumen memiliki perilaku positif terhadap perusahaan. Keempat, perilaku seseorang memainkan peran penting dalam studi perilaku organisasi khususnya teori motivasi.

Maka supaya perusahaan bisa adil terhadap karyawanya, maka harus diadakan peraturan dan keteraturan nilai bagi seluruh karyawan, baik dari jabatan teratas sampai jabatan terbawah, Pentingnya Penilaian  kerja memberikan kesempatan kepada karyawan untuk mengambil tindakan-tindakan perbaikan untuk meningkatkan kinerja melalui feedback yang diberikan oleh organisasi dan  Penyesuaian gaji, yang penilaian kinerja dapat dipakai sebagai informasi dalam menentukan kompensasi secara layak sehingga dapat memotivasi pegawai. Serta mengadakan pelatihan dan pengembangan melalui penilaian agar mengetahui kelamahan-kelemahan dari pegawai sehingga dapat ditentukan program pelatihan dan pengembangan yang lebih efektif dan meningkatkan adanya perlakuan yang sama terhadap semua pegawai, yaitu dengan dilakukannya penilaian yang obyektif.

Didalam organisasi kerja untuk mendorong SDM ke arah positif pasti ada aspek penilaian kinerja karyawan, tiap karyawan dinilai sesusai bidang pekerjaanya, supervisor bisa membuat daftar penilaian karyawan a,b,c,d,e dan seterusnya, penilaian ini sebenarnya mudah dilakukan jika melihat hasil kerja di tiap individu, akan tetapi penilaian metode daftar ini memiliki kelemahan yaitu jika hasil pekerjaan pada satu bidang tersebut dilakukan oleh kelompok, maka metode penilaian karyawan daftar individu tidak akan efektif, karena hasil penilaian mengikuti hasil pekerjaan yang dicapai, jika kelompok pada satu bidang pekerjaan yang sama tersebut mayoritas bekerja dengan baik maka nilai pada tiap karyawanpun semua baik, begitu pula sebaliknya. Ada beberapa rangkaian dasar penilaian karyawan :

1.      Antusiasme Karyawan dalam Berkontribusi untuk Perusahaan

Untuk melakukan metode penilaian kerja ini, berikan karyawan target untuk dicapai selama beberapa bulan ke depan. Atau jika dirasa terlalu lama, bisa target untuk beberapa minggu ke depan. Dengan metode ini, Anda bisa melihat seberapa besar antusiasme karyawan dalam berkontribusi untuk perusahaan. Menyelesaikan target dalam waktu yang ditentukan bukan satu-satunya cara melihat ini, tetapi lihatlah kualitas barang atau layanan yang dihasilkan. jika karyawan Anda memberikan hasil terbaik, itu artinya ia masih mau berkontribusi untuk perusahaan dan siap membuat perusahaan menjadi lebih produktif.

2.      Bagaimana Karyawan Memanfaatkan Waktu Kerjanya

Adanya jam kosong, misalnya ketika karyawan sudah menyelesaikan deadline-nya dan tidak memiliki pekerjaan lain, juga bisa Anda jadikan potensi untuk mengevaluasi kinerja karyawan. Bagaimana cara karyawan tersebut memanfaatkan jam kosongnya, apakah mengobrol dengan teman, berselancar di media sosial, membaca email dari atasan, atau belajar hal-hal baru. Karyawan yang produktif adalah karyawan yang mampu menggunakan jam kerjanya semaksimal mungkin dan jika ada waktu senggang, ia akan memanfaatkannya untuk mengembangkan kemampuannya.

3.      Feedback 360 Derajat

Penilaian kinerja karyawan selanjutnya adalah dengan melihat feedback. Feedback ini tak hanya terbatas secara dua arah dari atasan dan bawahan, tapi melibatkan semua orang yang bekerja sama dengan karyawan tersebut, termasuk bawahan. Dari sini Anda bisa melihat bagaimana performa karyawan Anda menurut kepala divisi, bawahan, serta orang-orang yang satu tim dengannya. Feedback yang Anda dapatkan dari banyak sumber akan membuat hasil evaluasi kinerja karyawan Anda semakin akurat.

 

Sumber refrensi :

Hirman dan Imasita. 2012. Pdf Psikologi Industri. Makassar: Politeknik Negeri Ujung Pandang.

https://sleekr.co/blog/metode-untuk-penilaian-kerja/

http://zakban.blogspot.co.id/2013/05/makalah-kinerja dikases pada tanggal  14 juni 2020

Shinta, A. (2017). Memotivasi Orang Lain Untuk Berubah. Kupasiana.


Riggio, R. E. (2003). Introduction to industrial / organizational psychology. New Jersey: Upper Saddle River. Chapter 4. Employment selection pp. 79- 122.

Grensing, Lin dan Phopal. 2006. Human Resources Book: Manajemen Sumber Daya Manusia untuk Bisnis. Jakarta: Prenada Media Group.

Sumber gambar :

http://nisrinaoktavia.blogspot.com/2016/03/penting-nya-penilaian-kinerja_24.html

6 comments:

  1. Bermanfaat artikelnya untuk bisa lebih memahi betapa pentingnya penilain bagi karyawan.

    ReplyDelete
  2. Waahhh. Bagus banget nih artikelnya. Semoga ada artikel yang bagus selanjutnya.

    ReplyDelete