15.6.20

INDUSTRI GENERASI MILENIAL




UJIAN AKHIR PSIKOLOGI INDUSTRI DAN ORGANISASI  
(Semester Genap 2019/2020)
Tri Wahyu Ningsih / 19310410026
Dosen Pengampu : Dr. Arundati Shinta, MA.
Fakultas Psikologi Universitas Proklamasi 45



Indonesia sudah menapaki era Industri 4.0, yang antara lain ditandai dengan serba digitalisasi dan otomasi. Namun, belum semua elemen masyarakat menyadari konsekuensi logis atau dampak dari perubahan-perubahan yang ditimbulkannya. Bahkan, fakta-fakta perubahan itu masih sering diperdebatkan. Dikatakan generasi milenial adalah mereka yang umurnya berada pada rentang tahun kelahiran 1982-2000 (Howe & Strauss, 2000). Generasi milenial Indonesia saat ini harus berhadapan dengan sebuah tantangan besar berupa revolusi industri 4.0.
Revolusi Industri Pertama ditandai dengan mekanisasi produksi menggunakan tenaga air dan uap. Lalu, produksi massal menjadi sebuah kemungkinan yang terbuka berkat adanya tenaga listrik pada Revolusi Industri Kedua. Sektor industri kemudian bisa mewujudkan otomatisasi produksi pada Revolusi Industri Ketiga karena dukungan industri elektronik dan teknologi informasi. Semua perubahan itu mendorong manusia beradaptasi, karena pada akhirnya akan mengubah perilaku, cara bekerja hingga tuntutan keterampilan. Era Industri 4.0 akan terus menghadirkan banyak perubahan yang tak bisa dibendung. Karena itu, ada urgensinya jika negara perlu berupaya maksimal dan lebih gencar memberi pemahaman kepada semua elemen masyarakat tentang hakikat era Industri 4.0 dengan segala konsekuensi logisnya. Langkah ini penting karena belum banyak yang berminat memahami Industri 4.0. Masyarakat memang sudah melakoni beberapa perubahan itu, tetapi kepedulian pada tantangan di era digitalisasi dan otomasi sekarang ini pun terbilang minim.



Berdasarkan tahun lahirnya generasi milenial saat ini berkisar pada umur 36 tahun hingga 18 tahun yang artinya sebagian besar mereka telah bekerja dan sebagian kecil masih menempuh pendidikan tinggi. Dalam road map Making Indonesia 4.0 salah satu strategi pemerintah adalah dengan pengembangan sumber daya manusia maka pengembangan sumber daya tersebut harus ada keterkaitan yang kuat antara kurikulum pendidikan tinggi maupun vokasi dengan kebutuhan keterampilan pada era industri 4.0 sehingga dapat meminimalisir Missmatch antara penawaran dan permintaan tenaga kerja. Universitas sebagai kelembagaan dalam sistem pendidikan tentu harus menjawab kebutuhan mahasiswa atas tantangan industri 4.0 kebutuhan tersebut dapat direpresentasikan oleh kebutuhan hardskill dan softskill.
Industri milenial ini harus mendapatkan pendidikan, yang diamana pendidikan nantinya akan kembali pada hal-hal kemanusiaan mendasar karakter.dan juga membutuhkan berbagai kompetensi era milenial. Kompetensi yang dibutuhkan mempersiapkan era Industri 4.0 diantaranya adalah:
1.      kemampuan memecahkan masalah (problem solving),
2.      beradaptasi (adaptability),
3.      kolaborasi (collaboration),
4.      kepemimpinan (leadership),
5.      kreatifitas serta inovasi (creativity and innovation).
Untuk menghadapi perubahan yang terjadi di era revolusi industry 4.0 ini negara pun mempunyai kewajiban untuk menyiapkan generasi ini menjadi angkatan kerja kompetitif dan produktif sepanjang era revolusi industry 4.0. Sebagai salah satu sumber daya manusia Indonesia, generasi milineal tidak luput dari perubahan yang terjadi pada era revolusi 4.0. Maka dari itu generasi milineal harus siap terhadap segala perubahan yang dibawa oleh era revolusi industri generasi ke 4 ini. Cara agar generasi milineal bertahan dengan segala perubahan yang dibawa oleh revolusi ini yaitu dengan cara melatih kemampuan belajar sejak dini untuk mengikuti perubahan yang berlangsung sangat cepat ini. 

Referensi:
Referensi gambar:

0 comments:

Post a Comment