7.6.20

DAMPAK IMPLEMENTASI CHANGE MANAGEMENT PADA ORGANISASI


Oleh :
Poppy Intan Permatasari/ 19310410013
Fakultas Psikologi Universitas Proklamasi 45
 Yogyakarta
Dosen Pengampu : Dr. Arundati Shinta, MA.

Mangkuprawira Sjafri (2006) mengatakan bahwa dalam suatu organisasi bisnis, unsur manusia menjadi hal yang strategis dalam proses produksi. Bagaimana mengendalikan dan mengelola mereka telah menjadi persoalan sendiri dari suatu organisasi. Dan dewasa ini kita tahu bahwa perubahan yang semakin meningkat tak mungkin dihindari lagi dalam kehidupan manusia. Sebagai manusia kita hidup dalam dunia yang penuh perubahan (Winardi J., 2010). Perubahan lingkungan dan teknologi yang begitu cepat memaksa sebuah organisasi untuk menyesuaikan diri. Banyak organisasi yang gagal dalam menyesuaikan diri dengan perubahan dan akhirnya tertinggal oleh pesaingan-pesaingannya dan akhirnya organisasi menjadi mati. Namun sebaliknya organisasi-organisasi besar yang mau terus maju bergerak secara inovatif dan selalu mampu bertahan menyongsong perubahan, contohnya seperti BNI, Gudang Garam dan lain sebagainya sampai hari ini masih dapat tetap eksis walaupun usianya sudah lebih seratus tahun karena organisasi mampu berubah menyesuaikan diri.
 Ada masa masa sulit bahkan kritis dalam melewati perubahan zaman dan organisasi menjadi lamban, rentan, kusam dan tak bersemangat maka organisasi harus dipaksa untuk berubah, jika tidak segera berubah maka organisasi seperti ini akan tergusur serta tertinggal jauh oleh pesaing-pesaingnya. Menurut Winardi J. (2010) bahwa manajemen perubahan merupakan proses yang terus menerus untuk melayani setiap kebutuhan akan perubahan dan perubahan selalu memunculkan kekhawatiran serta harapan. Salah satu sasaran manajemen perubahan adalah mengupayakan agar proses transformasi tersebut berlangsung dalam waktu yang relatif cepat dengan kesulitan-kesulitan seminimal mungkin. Sedangkan menurut Kasali R. (2010) manajemen perubahan adalah bagian yang penting dari management dan setiap pemimpin diukur keberhasilannya dari kemampuannya memprediksi perubahan dan menjadikan perubahan tersebut suatu potensi.
Heller R. (2002) mengatakan bahwa perubahan adalah elemen manajemen bisnis yang terpenting, agar kompetitif dalam pasar yang semakin agresif, organisasi dan orang-orang didalamnya haruslah bersikap positif terhadap perubahan. Menurut Heller R. (2002) mengabaikan atau menyepelekan perubahan tren maka organisasi akan merugi. Tujuan konkrit dari manajemen perubahan (Change Management) bagi beberapa organisasi yang berbeda mungkin tidak sama. Namun, etos manajemen perubahan sama yaitu, menjadikan organisasi lebih efektif, efisien dan responsive terhadap perubahan yang terjadi di dalam organisasi. Proses perubahan biasa dilakukan melalui focus perubahan keorganisasian dan dimulai dari dunia usaha yang lebih dulu menyadari pentingnya perubahan baik organisasi yang kecil ataupun besar, baik disektor swasta ataupun publik. Kebanyakan setiap hari orang berjuang keras namun sering terjadi kegagalan karena perubahan. Perubahan organisasi selalu menyangkut perubahan individu, dan respon dalam menyikapi perubahan.


Faktor-faktor yang menyebabkan timbulnya perubahan adalah (1) teknologi, (2) kondisi ekonomi, (3) kompetisi global, (4) adanya perubahan sosial dan demografik, (5) tantangan-tantangan internal. Menurut Winardi J. (2010) perubahan-perubahan yang terjadi pada organisasi-organisasi ditimbulkan oleh aneka macam kekuatan eksternal dan internal. Untuk dapat berkembang dan bertahan maka organisasi-organisasi perlu bereaksi dan menyesuaikan diri terhadap berbagai macam kekuatan. Organisasi yang melaksanakan kegiatan inovasi dan secara kesinambungan untuk memperbaiki produk guna memenuhi permintaan konsumen yang berubah dan untuk menghadapi pesaing. Menurut Heller R. (2002) perubahan dalam organisasi dapat dihadapi dengan tiga cara yaitu (1) menentang, (2) mengikuti, (3) memimpin. Penentang mencoba untuk tidak berubah hal yang tak mungkin pada saat ini, kebanyakan individu atau organisasi yang menolak perubahan akan ketinggalan atau gagal dan akhirnya akan mengikuti perubahan.
Pihak organisasi perlu melakukan evaluasi terhadap implementasi dan penilaian, dampak yang ditimbulkan guna mengetahui kemajuan, memberikan umpan balik dalam rangka penyempurnaan instrument perubahan organisasi. Analisis terhadap faktor-faktor penentu keberhasilan dan faktor yang dapat menimbulkan kegagalan guna menjaga kesinambungan proses perubahan dalam organisasi yang positif.


Daftar Pustaka :
Heller R. (2002). Essential Managers: Managing Change (cetakan pertama). Jakarta: Penerbit Dian Rakyat.
Mangkuprawira, Sjafri. (2006). Model manajemen mutu. Jurnal Manajemen Publikasi Penelitian dan Review, 1(2).
Gunawan, R., D., Suryono R., R., Purwanto, Iwan. (2010). Analisa perubahan manajemen dalam implementasi sistem informasi pada perguruan tinggi ABC. Seminar Nasional Aplikasi Teknologi Informasi (SNATI 2010), ISSN:1907-5022, Yogyakarta; 19 Juni 2010.

Sumber Gambar :

0 comments:

Post a Comment